Kementerian Komunikasi dan Digital akhirnya angkat bicara soal ramainya rating IGRS yang muncul di Steam. Mereka menegaskan bahwa rating yang saat ini terlihat di Steam bukan merupakan klasifikasi resmi yang sudah diverifikasi oleh pemerintah Indonesia.
Menurut Kemkomdigi, rating tersebut masih berasal dari sistem internal Steam yang berbasis self-declare dari publisher, bukan melalui proses resmi IGRS. Artinya, label usia yang muncul sekarang belum tentu akurat dan bisa saja menyesatkan, terutama untuk menentukan apakah suatu game cocok untuk kelompok umur tertentu.
Pemerintah juga menilai kondisi ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di kalangan gamer. Beberapa game bahkan terlihat mendapatkan label yang tidak sesuai, atau malah tidak memiliki rating sama sekali. Hal ini tentu jadi masalah, karena tujuan awal IGRS adalah memberikan panduan yang jelas dan terpercaya.

Contohnya, beberapa game populer seperti Persona 5, Yakuza: Like a Dragon, The Sims 4, hingga Clair Obscur: Expedition 33 justru muncul dengan status “Not Fit Distribution”. Ini bikin kesannya seolah game tersebut tidak layak beredar di Indonesia, padahal belum ada penjelasan resmi terkait label tersebut.
Kemkomdigi sendiri menegaskan bahwa platform digital wajib memberikan informasi yang akurat, jelas, dan tidak menyesatkan sesuai regulasi yang berlaku. Saat ini, mereka berencana meminta klarifikasi dari pihak Steam dan melakukan pembahasan lebih lanjut untuk memastikan sistem yang digunakan sesuai dengan aturan di Indonesia.
Ke depannya, pemerintah juga akan menyempurnakan sistem IGRS agar lebih transparan dan terpercaya, termasuk dari sisi verifikasi dan pengawasan. Sementara itu, masyarakat disarankan untuk tetap mengacu pada informasi resmi dari IGRS dan tidak langsung menganggap rating di Steam saat ini sebagai acuan final.
Sumber: Komdigi
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post