Capcom baru saja mengungkap fakta menarik di balik pengembangan Pragmata. Mereka secara resmi mengucapkan terima kasih lewat X kepada sosok legendaris di dunia mecha dan anime, dengan karya seperti Macross, Shoji Kawamori, yang ikut terlibat dalam proses kreatif game tersebut.
Buat yang belum familiar, Kawamori adalah kreator di balik franchise Macross yang sangat berpengaruh, sekaligus sosok penting di balik konsep awal Transformers lewat lini Diaclone. Jadi keterlibatannya di Pragmata jelas bukan hal kecil, apalagi untuk game dengan tema sci-fi yang cukup kuat.

Lewat pernyataannya, Kawamori menjelaskan kalau dirinya ikut membantu di bagian world-building dan memastikan nuansa sci-fi ala anime Jepang terasa kuat di dalam game. Ia menggambarkan Pragmata sebagai cerita petualangan di bulan yang mempertemukan karakter pria tangguh dengan android perempuan, dengan pendekatan yang cukup emosional.
Menariknya, Kawamori juga menyebut kalau setting bulan terasa spesial baginya. Ia tumbuh di era ketika pendaratan Apollo 11 Moon Landing jadi momen besar dunia, jadi konsep eksplorasi luar angkasa di Pragmata terasa sangat personal. Proses pengembangannya sendiri juga berbarengan dengan persiapan Expo Osaka 2025, yang membuat pengalamannya bolak-balik meeting jadi kenangan tersendiri.

Tim developer Capcom pun membalas langsung kontribusi tersebut lewat akun resmi mereka. Mereka menyebut bahwa sentuhan Kawamori sangat berpengaruh, terutama dalam membuat dunia sci-fi Pragmata terasa lebih realistis dan meyakinkan, khususnya untuk adegan-adegan di luar angkasa.
Dengan kolaborasi seperti ini, tidak heran kalau Pragmata langsung mendapat perhatian besar sejak rilis. Bahkan, game ini sudah mencatat awal yang kuat dengan penjualan lebih dari satu juta kopi hanya dalam dua hari pertama, menandakan kalau eksperimen Capcom dengan IP baru ini berjalan cukup sukses sejauh ini.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id













Discussion about this post