Cygames baru-baru ini mengajukan trademark baru untuk Lost Order, sebuah game mobile lama yang pertama kali diumumkan pada 2016. Langkah ini langsung memicu kembali pembicaraan di kalangan fans mengenai nasib game tersebut, mengingat proyek ini sudah lama menghilang tanpa kabar sejak pengumuman awalnya. Trademark untuk wilayah Eropa diajukan pada 15 April, disusul pendaftaran di Amerika Serikat pada 30 April.
Lost Order awalnya diperkenalkan sebagai game tactical real-time hasil kolaborasi antara Cygames dan PlatinumGames. Saat pertama diumumkan, game ini menarik perhatian karena menawarkan pertarungan strategi berbasis tim dengan kualitas produksi tinggi. Setelah pengadaan closed beta berakhir pada Agustus 2017, proyek tersebut nyaris tidak pernah lagi mendapatkan update resmi, membuat banyak orang mengira pengembangannya telah diam-diam dibatalkan.

Spekulasi mengenai status game semakin rumit setelah pernyataan dari perusahaan induk Cygames, CyberAgent. Dalam sesi tanya jawab laporan keuangan tahun fiskal yang berakhir pada September 2024, perusahaan sempat menyebut kalau pengembangan Lost Order dihentikan sementara. Tapi pernyataan itu kemudian dikoreksi dan CyberAgent meminta maaf, sambil menegaskan kalau proyek tersebut sebenarnya masih dalam tahap pengembangan saat itu. Kontradiksi ini membuat fans semakin penasaran dengan kondisi sebenarnya dari game tersebut.

Hingga saat ini, baik Cygames maupun PlatinumGames belum memberikan trailer baru, gameplay terbaru, maupun jadwal rilis untuk Lost Order. Meski demikian, pengajuan trademark terbaru dianggap sebagai tanda kalau proyek tersebut belum sepenuhnya ditinggalkan. Belum diketahui apakah ini menandakan kebangkitan penuh, restrukturisasi internal, atau sekadar perlindungan hak cipta biasa. Namun setelah hampir satu dekade tanpa perkembangan besar, bahkan update legal kecil seperti ini sudah cukup untuk menghidupkan kembali perhatian publik terhadap Lost Order.
@gamerwk_id













Discussion about this post