Masaaki Hoshino memiliki karir yang mencakup beberapa nama paling terkenal di dunia game kompetitif. Dia memulai sepak terjangnya di Bandai Namco Studios sebagai lead programmer untuk seri SOULCALIBUR sebelum kemudian menjadi produser Pokkén Tournament. Setelah bergabung dengan The Pokémon Company, ia memimpin pengembangan Pokémon UNITE, dan kini menjabat sebagai produser Pokémon Champions.
Melalui wawancara eksklusif via email, tim kami telah mendapat kesempatan untuk bertanya langsung kepadanya tentang arah game ini, basis pemainnya yang terus berkembang, dan berbagai keputusan yang membentuk game tersebut secara keseluruhan.

Alasan VGC Mendapat Platform Sendiri
Selama bertahun-tahun, scene kompetitif Pokémon kompetitif, khususnya untuk format Video Game Championship (VGC) selalu terikat pada game utama Pokémon yang sedang aktif saat itu. Mulai dari Pokémon Sword and Shield hingga Pokémon Scarlet and Violet, format kompetitif selalu mengikuti seri utamanya. Pokémon Champions mengubah hal tersebut, dan Hoshino menjelaskan alasan tim merasa pemisahan ini diperlukan.

“Seri video game Pokémon terus mengeksplorasi bentuk-bentuk pertarungan baru,” katanya. “Di tengah evolusi tersebut, kami merasa kalau dengan sengaja memisahkan inti ‘pertarungan turn-based’ menjadi platform independen, kami bisa menghadirkan pengalaman baru kepada para fans melalui ide-ide yang lebih kreatif dan fleksibel.”

Dia menegaskan kalau langkah ini bukan berarti meninggalkan seri utama Pokémon, melainkan memberi ruang tersendiri bagi sistem pertarungan turn-based untuk berkembang. Mengenai apakah game Pokémon utama di masa depan masih akan memiliki Ranked Battles online, Hoshino mengakui kalau game seperti Pokémon Legends: Arceus dan Pokémon Legends: Z-A selalu mencari format pertarungan baru, tetapi ia tidak memberikan jawaban pasti apakah Ranked Battles akan tetap ada di game-game tersebut.
Kehadiran di Platform Mobile
Salah satu perubahan terbesar di Pokémon Champions adalah game ini tidak lagi eksklusif untuk perangkat Nintendo. Game ini dirilis sebagai game free-to-start baik di Nintendo Switch maupun smartphone, dan Hoshino menyebut pengalamannya di Pokémon UNITE sebagai alasan utama di balik keputusan tersebut.
“Karena saya juga pernah menjadi produser Pokémon UNITE, saya melihat langsung bagaimana hadirnya versi mobile secara drastis meningkatkan aksesibilitas dan menciptakan lebih banyak kesempatan bagi pemain untuk terlibat dengan game ini,” ujarnya.

“Untuk memastikan sebanyak mungkin orang bisa merasakan esensi sebenarnya dari pertarungan Pokémon yang luar biasa ini, kami memutuskan untuk merilis game ini sebagai judul free-to-start di Nintendo Switch dan smartphone.”
Sengaja Dimulai dari Skala Kecil
Saat Pokémon Champions dirilis, game ini hadir dengan pilihan Pokémon dan item yang masih terbatas. Sebagian pemain mempertanyakan hal tersebut, tetapi Hoshino mengatakan kalau pembatasan itu memang disengaja, dan respons pemain sejauh ini justru mendukung keputusan tersebut.
“Saya sangat senang melihat banyak pemain baru memulai perjalanan pertarungan Pokémon mereka melalui Pokémon Champions,” katanya. “Dari sudut pandang pemain baru, memiliki lebih dari 1.000 Pokémon dan sangat banyak item sejak awal tidak hanya akan membingungkan dalam proses membangun tim, tetapi juga menciptakan beban pengetahuan yang sangat besar ketika mencoba memahami strategi lawan.”

Dia juga menambahkan kalau bekerja dalam keterbatasan adalah bagian dari hal yang membuat game ini menarik. “Kami percaya kalau mencari ‘solusi optimal’ dalam lingkungan yang terbatas merupakan bagian dari keseruan mendasar dalam bertarung, itulah sebabnya kami memutuskan merilis game ini dalam formatnya yang sekarang.”
Belum Ada Pokémon yang Tidak Berevolusi, Tapi Masih Mungkin Ditambahkan
Pemain VGC veteran pasti tahu kalau Pokémon seperti Dusclops dan Clefairy pernah memberi dampak besar pada meta kompetitif sebelumnya, terutama karena item Eviolite yang meningkatkan pertahanan Pokémon yang masih bisa berevolusi. Saat ini, Pokémon Champions belum memasukkan Pokémon yang belum berevolusi, dan Hoshino mengonfirmasi kalau keputusan ini kembali berkaitan dengan upaya menjaga game tetap mudah dipahami bagi pemain baru.

“Untuk season pertama ini, kami memprioritaskan kejelasan bagi pemain baru. Kami merasa akan lebih mudah bagi mereka untuk memahami environment saat ini jika pertarungan terutama berfokus pada Pokémon evolusi akhir,” katanya. Dia juga menambahkan kalau Pokémon yang belum berevolusi bisa saja hadir di masa depan, tetapi tim ingin berhati-hati dalam melakukannya. “Kami ingin melangkah dengan hati-hati agar environment tidak menjadi terlalu padat atau terlalu kompleks.”

Menjaga Agar Game Bisa Tetap Fresh
Saat ini, pertarungan di Pokémon Champions berlangsung di arena yang oleh Hoshino disebut sebagai arena tipe “Sphere”. Dia mengatakan kalau secara pribadi dirinya puas dengan desain tersebut, tetapi mengonfirmasi kalau arena yang lebih bervariasi akan hadir di masa depan. “Kami tentu berencana memperkenalkan lebih banyak variasi arena pertarungan di masa mendatang. Kami akan menghadirkan environment yang bahkan lebih menarik secara visual, jadi nantikan saja.”

Dengan gelombang besar pemain baru yang terus berdatangan, Hoshino mengatakan kalau timnya saat ini fokus memastikan antusiasme tersebut terus berlanjut. Prioritas utama saat ini adalah perilisan smartphone, tetapi setelah itu mereka berencana terus menambahkan Pokémon dan item baru secara berkala. “Kami menerima banyak respons positif dari pemain baru, dan itu memberi kami rasa percaya diri yang besar,” katanya. “Tujuan kami adalah mempertahankan energi ini dan terus mengembangkan komunitas.”
Fitur yang Masih Dalam Pengembangan
Beberapa fitur yang sering diminta pemain juga dibahas dalam wawancara ini. Mengenai turnamen custom yang dijalankan pemain, Hoshino mengatakan kalau fitur tersebut memang ingin diwujudkan oleh tim. “Kami percaya kalau sistem yang memungkinkan pemain mengadakan kompetisi mereka sendiri adalah sesuatu yang ideal untuk dimiliki,” katanya, meskipun dia menambahkan kalau timnya masih perlu menyempurnakan inti game terlebih dahulu. “Kami sedang melanjutkan persiapan untuk mewujudkan hal ini, jadi kami akan sangat menghargai kesabaran kalian untuk sedikit lebih lama lagi.”

Mengenai fitur replay, Hoshino menjelaskan kalau sisi teknis menjadi hambatan besar. Karena logika pertarungan dan struktur data terus diperbarui, menjaga agar replay lama tetap kompatibel dengan versi game terbaru merupakan tantangan yang sangat signifikan. “Karena itu, saat ini kami belum memiliki rencana untuk mengimplementasikan fitur replay.”

Untuk pertanyaan tentang skin kosmetik Pokémon yang mirip dengan sistem Holowear di Pokémon UNITE, Hoshino menolaknya dengan cukup tegas. Dia menjelaskan kalau Holowear ada karena energi fiksi unik yang hanya terdapat di Aeos Island dalam cerita UNITE, dan konsep tersebut tidak terbawa ke Champions. “Saat ini kami tidak memiliki rencana untuk mengimplementasikan fitur semacam itu di Pokémon Champions.”
Dorongan untuk Pertandingan yang Lebih Singkat
Salah satu detail paling menarik yang dibagikan Hoshino adalah bagaimana durasi pertandingan memengaruhi desain game ini. Ia menjelaskan adanya hubungan yang jelas antara Pokémon UNITE dan Pokémon Champions dalam cara tim memikirkan waktu pemain.
“Dalam Pokémon UNITE, kami memadatkan durasi MOBA yang biasanya 20 hingga 30 menit menjadi batas 10 menit,” katanya. “Meski begitu, kami menemukan kalau banyak orang dengan gaya hidup modern masih merasa permainan selama 10 menit merupakan komitmen yang cukup besar.”

Untuk Champions, target mereka adalah membuat satu pertandingan berlangsung kurang dari 5 menit. Tim menambahkan opsi menyerah (forfeit) dan mempercepat animasi pertarungan serta teks demi mencapai target tersebut. “Hasilnya, kami berhasil menurunkan rata-rata durasi pertandingan menjadi sekitar 3 hingga 4 menit, sehingga menciptakan pengalaman bertarung yang jauh lebih mudah diakses.”
Jadi yang Pertama untuk Asia
Malaysia Master Ball League menjadi event besar pertama di dunia yang menggunakan Pokémon Champions sebagai platform resmi VGC. Hoshino mengatakan kalau dia merasa terhormat dengan pencapaian tersebut dan menyampaikan penyesalannya karena tidak bisa hadir langsung.

“Semangat para fans Pokémon di Asia bahkan sampai terasa oleh saya di Jepang, dan saya benar-benar ingin merasakan energi tersebut secara langsung di MBL,” katanya. “Sangat disayangkan saya tidak bisa mengunjungi Malaysia kali ini untuk merasakan langsung antusiasmenya. Dari Jepang, saya dengan tulus mendukung semua pemain yang berpartisipasi. Saya mendoakan yang terbaik untuk kalian semua.”
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id













Discussion about this post