Valve mulai menerapkan verifikasi umur 18+ buat pengguna Steam di Australia sejak kemarin. Langkah ini memang nggak terlalu mengejutkan karena PlayStation dan Xbox sudah lebih dulu melakukannya, apalagi aturan di Australia memang mewajibkan verifikasi umur dengan ancaman denda sampai AU$50 juta. Bedanya, Steam cuma menyediakan satu cara buat membuktikan kalau pengguna sudah dewasa, yaitu punya kartu kredit.
Yang cukup bikin ribet, kartu debit biasa nggak bisa dipakai buat verifikasi ini. Alasannya memang cukup masuk akal karena orang Australia harus berusia minimal 18 tahun buat mendapatkan kartu kredit, sementara remaja juga sudah bisa punya kartu debit. Jadi Valve pada dasarnya memakai kepemilikan kartu kredit sebagai bukti kalau pengguna sudah cukup umur.
Masalahnya, nggak semua orang dewasa punya atau bahkan bisa mendapatkan kartu kredit. Ada yang penghasilannya belum memenuhi syarat, gagal memenuhi penilaian kredit dari bank seperti CommBank, punya riwayat kredit kurang bagus, atau memang nggak pengen punya kartu kredit karena lebih nyaman memakai uang yang benar-benar mereka punya. Kalau masuk salah satu kategori tersebut, untuk sekarang Steam nggak bakal membiarkan mereka membeli game R18+.

Bahkan masalahnya bukan cuma soal membeli game. Pengguna yang belum melakukan verifikasi juga nggak bisa membuka halaman Steam dari game R18+. Saat mencoba membuka halaman Doom 2016 misalnya, Steam bakal menampilkan pesan kalau Valve diwajibkan oleh Age-Restricted Material App Distribution Services Code buat memastikan pengguna sudah berusia 18 tahun sebelum memberikan akses ke konten dewasa.
Steam kemudian meminta pengguna buat menambahkan kartu kredit Australia yang valid ke akun mereka, lalu memperbarui pengaturan Mature Content Preferences. Jadi meskipun pengguna jelas-jelas sudah dewasa, kartu debit saja tetap belum cukup buat melewati sistem verifikasi yang sekarang dipakai Valve.
Menariknya, sistem ini ternyata masih bisa dilewati lewat cara lain. Seperti yang ditemukan pengguna online, pemain masih bisa membeli Steam key game R18+ dari toko pihak ketiga seperti Fanatical atau Green Man Gaming, kemudian redeem key tersebut di Steam. Jadi sistemnya memang belum benar-benar rapat, tapi metode verifikasi umur lain juga punya masalah sendiri. Layanan pihak ketiga seperti Persona misalnya, sebelumnya sudah memunculkan kekhawatiran soal privasi dan keamanan informasi pengguna.
Sumber: PC Gamer
@gamerwk_id













Discussion about this post