Wo Long 2: Wings of Ember membawa perubahan besar dibandingkan game pertamanya, terutama lewat penerapan open field yang memberikan kebebasan lebih besar dalam menjelajahi medan perang, termasuk beragam aspek kunci lain. Untuk membahas berbagai perubahan tersebut, feedback dari game pertama, hingga pendekatan tim terhadap kisah Three Kingdoms, tim kami sempat berbincang langsung dengan Masakazu Hirayama selaku Producer dan Masaaki Yamagiwa selaku Development Producer gamenya di ajang Tokyo Game Show 2026 beberapa waktu lalu.
Kebebasan Lebih Besar Lewat Open Field

Menurut Hirayama, identitas utama Wo Long tetap berada pada combat yang terinspirasi dari martial arts China. Sequel ini memperluasnya dengan kekuatan phoenix dan Insight Skills yang memungkinkan protagonis melakukan serangan dengan skala lebih besar.
Tapi perubahan terbesar datang dari battlefield. Jika game pertama menggunakan stage yang lebih terpisah, Wo Long 2 memungkinkan pemain menjelajahi area yang lebih luas dan menentukan sendiri bagaimana mereka ingin mencapai objective.
“Pada Wo Long 2, kami menggunakan open field yang memberikan pemain jauh lebih banyak kebebasan dalam menentukan bagaimana mereka mendekati setiap area. Pemain bisa secara langsung memengaruhi battlefield melalui tindakan mereka sendiri.”
Kebebasan tersebut tidak berarti difficulty menjadi lebih ringan. Yamagiwa menjelaskan kalau objective utama dan boss tetap menjadi bagian wajib dari progression. Perbedaannya terletak pada bagaimana pemain mempersiapkan diri sebelum menghadapi tantangan tersebut.
“Objective utama tetap ada, tetapi pemain bebas menentukan apa yang ingin mereka lakukan sebelum menghadapinya. Sistem Morale adalah sesuatu yang membantu kami menjaga keseimbangan tingkat kesulitan secara keseluruhan.”
Eksplorasi juga dibuat memiliki dampak langsung terhadap battlefield. Pemain bisa menemukan officer yang nantinya bergabung sebagai ally, memperoleh item tertentu, atau menyelesaikan event yang membuka tactical options baru.
Memperluas Deflect Tanpa Menghilangkan Pondasinya

Deflect tetap menjadi pusat combat Wo Long 2, tetapi Team NINJA merasa pemain game pertama bisa terlalu bergantung pada mekanik tersebut setelah berhasil menguasainya. Karena itu, sequel ini menambahkan pilihan seperti Insight Deflect dan Aerial Deflect.
Hirayama menjelaskan kalau tujuan mereka bukan menggantikan Deflect standar, melainkan memberikan lebih banyak pilihan kepada pemain yang sudah memahami sistem combat.
“Kami menerima feedback kalau Deflect sangat efektif sehingga setelah memahaminya, pemain pada dasarnya bisa hanya mengandalkan Deflect untuk menyelesaikan game. Itu membuat pilihan pendekatan yang tersedia terasa agak terbatas.”
Normal Deflect tetap bisa digunakan untuk menghadapi serangan yang sama seperti game pertama. Sementara itu, mekanik baru menawarkan reward lebih besar bagi pemain yang ingin mengambil risiko atau menguasai sistem lebih jauh.
Yamagiwa juga memastikan pemain tidak akan langsung dibebani seluruh mekanik tersebut sejak awal. Berbagai kemampuan tambahan dibuka secara bertahap melalui skill sehingga progression combat berjalan seiring dengan perkembangan karakter.
“Pemain tidak akan tiba-tiba dibanjiri banyak mekanik sejak awal. Mereka akan mempelajari basic actions terlebih dahulu, lalu seiring progress mereka bisa mendapatkan ability baru sesuai preferensi masing-masing.”
Morale dan Eksplorasi yang Tidak Sekedar Menguatkan Karakter

Morale juga mendapatkan perubahan untuk menyesuaikan struktur open field. Basic Morale kini berkembang bersama character level, sementara Morale tambahan diperoleh melalui aktivitas seperti mengalahkan musuh dan menguasai enemy bases.
Perubahan ini sebagian berasal dari feedback terhadap game pertama. Team NINJA menyadari kalau proses menaikkan Morale bisa terasa menyenangkan pada playthrough pertama, tetapi berpotensi menjadi pekerjaan repetitif ketika pemain mengulang game.
“Ketika mendesain second dan third playthrough, termasuk endgame yang lebih luas di sekitar open field baru, kami mempertimbangkan pelajaran tersebut dan berusaha menghindari proses yang hanya terasa melelahkan untuk diulang.”
Karena itu, eksplorasi di Wo Long 2 dirancang agar menghasilkan lebih dari sekedar tambahan level atau equipment. Pemain yang meninggalkan recommended route bisa menemukan cara baru untuk memengaruhi pertempuran.
Misalnya, event tertentu bisa memungkinkan pemain memasang trap sebelum battle, sementara event lain bisa membuat officer tambahan datang sebagai reinforcement. Dengan begitu, keputusan pemain sebelum battle bisa mengubah kondisi encounter itu sendiri.
“Kami ingin eksplorasi melakukan lebih dari sekedar membuat karakter kalian lebih kuat. Eksplorasi seharusnya benar-benar memperluas tactical options dan mengubah kondisi battlefield.”
Medan Tempur Berbeda untuk Setiap Pemain

Kebebasan tersebut tidak sampai membuat Wo Long 2 memiliki banyak jalur cerita utama. Hirayama memastikan narrative tetap berjalan pada jalur yang sama, sementara variasinya muncul dari kondisi battlefield yang dibentuk oleh tindakan pemain.
“Main story itu sendiri tidak akan bercabang menjadi beberapa narrative routes. Tapi kondisi battlefield yang dialami setiap pemain bisa berbeda.”
Hal tersebut juga berlaku pada build. Pemain memang bisa menemukan item yang dibutuhkan untuk membuka skill tertentu lebih cepat atau lebih lambat tergantung jalur eksplorasi mereka. Namun Team NINJA tidak ingin ada encounter yang mengharuskan pemain menggunakan satu build spesifik.
Hirayama menjelaskan kalau pemain tetap bisa mengubah parameter dan build menggunakan preset jika menghadapi kesulitan tertentu.
“Kami tidak akan pernah mengharuskan pemain menggunakan satu setup tertentu untuk bisa melanjutkan progress.”
Sistem tersebut memberi ruang bagi pemain untuk bereksperimen tanpa takut terjebak terlalu jauh dalam satu build. Jika suatu encounter lebih cocok dengan affinity atau skill tertentu, pemain bisa melakukan penyesuaian dan kembali ke build sebelumnya setelah melewati tantangan tersebut.
Belajar dari Feedback Wo Long Pertama

Selain desain gameplay, Team NINJA juga membawa sejumlah pelajaran dari Wo Long pertama. Salah satu fokus terbesar kali ini adalah optimisasi PC.
Yamagiwa mengatakan kalau feedback mengenai versi PC game pertama menjadi alasan mengapa Alpha Demo Wo Long 2 sudah tersedia di PC sejak tahap awal. Tim ingin mendapatkan laporan dari pemain lebih cepat sehingga masih memiliki waktu untuk melakukan perbaikan sebelum peluncuran.
“Versi PC dari game sebelumnya memang memiliki masalah optimisasi, dan kami menerima banyak feedback mengenai hal tersebut. Karena itu, ini menjadi salah satu area yang paling ingin kami tingkatkan kali ini.”
Feedback mengenai tingkat kesulitan juga menjadi perhatian. Zhang Liang dari game pertama menjadi contoh bagaimana boss awal bisa menjadi penghalang besar bagi pemain baru. Hirayama mengatakan pengalaman tersebut akan dipertimbangkan ketika mereka melakukan balancing pada opening Wo Long 2.
“Kami menerima banyak feedback yang mengatakan kalau pertarungan tersebut terlalu sulit. Kali ini kami akan terus mengumpulkan berbagai opini pemain dan menerapkan apa yang kami pelajari dari game sebelumnya ketika menyesuaikan difficulty dan pacing di bagian awal.”
Pendekatan tersebut juga terlihat dari Alpha Demo yang digunakan untuk mengumpulkan feedback lebih awal. Tim masih memiliki waktu untuk melakukan adjustment sebelum versi final selesai.
Menginterpretasikan Kembali Sejarah Three Kingdoms

Wo Long 2 kembali menggunakan sejarah Three Kingdoms sebagai fondasi, tetapi Team NINJA tidak ingin terikat sepenuhnya pada catatan sejarah. Seperti game pertama, tim akan menggunakan interpretasi mereka sendiri untuk mengisi bagian-bagian yang tidak banyak dijelaskan oleh sejarah.
Kemunculan Pang Tong di Battle of Changban menjadi salah satu contohnya. Yamagiwa mengatakan kalau meskipun mereka bebas mengeksplorasi apa yang mungkin terjadi di balik peristiwa sejarah, nasib akhir para tokoh tetap akan dihormati.
“Apa yang ingin kami reinterpretasikan adalah apa yang mungkin terjadi sebelum mereka mencapai titik-titik sejarah tersebut, terutama pada bagian yang tidak memiliki catatan sejarah secara mendetail. Bisa dibilang kami ingin menggambarkan sebuah ‘romance of history’ yang berada di balik peristiwa yang sudah kita ketahui.”
Battle of Changban dan Battle of the Red Cliffs sendiri akan menjadi dua open field besar. Yamagiwa juga mengonfirmasi kalau Red Cliffs bukan akhir dari cerita Wo Long 2, melainkan salah satu climax di sekitar bagian awal hingga pertengahan game.
“Battle of Changban dan Battle of the Red Cliffs masing-masing akan direpresentasikan sebagai open field mereka sendiri. Kalian bisa menganggap Red Cliffs sebagai salah satu major climax di sekitar bagian awal hingga pertengahan game. Dengan kata lain, cerita akan terus berlanjut setelah Red Cliffs.”
Wo Long 2: Wings of Ember dijadwalkan rilis pada 4 Maret 2027. Sebelum itu, Alpha Demo yang mencakup versi PC masih tersedia hingga akhir September. Team NINJA juga mengajak pemain untuk memberikan feedback melalui survey, terutama karena masukan tersebut akan digunakan dalam tahap akhir polishing dan balancing game.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id













Discussion about this post