gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

[TGS 2026] Wawancara The Apothecary Diaries: The False Imperial Brother dengan GUST – Jadi “Maomao’s Atelier” Beneran?

Taufik by Taufik
September 23, 2026
in Konsol, Nintendo Switch, Nintendo Switch 2, PC, PlayStation 5, Wawancara
0
Dalam kesempatan wawancara, kami ngobrol langsung dengan beberapa sosok penting dibalik The Apothecary Diaries: The False Imperial Brother.

Dalam kesempatan wawancara, kami ngobrol langsung dengan beberapa sosok penting dibalik The Apothecary Diaries: The False Imperial Brother.

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

The Apothecary Diaries sebenarnya termasuk seri yang cukup gampang dibayangkan kalau suatu hari diadaptasi menjadi visual novel. Ceritanya kuat, karakternya banyak, misterinya juga sudah menjadi bagian penting dari identitas seri. Tapi lewat The Apothecary Diaries: The False Imperial Brother, KOEI TECMO Games bersama TOHO Games ternyata memilih arah yang jauh lebih interaktif dengan eksplorasi, investigasi, deduksi, sampai sistem Compounding yang cukup dalam.

Dalam kesempatan wawancara media di Tokyo Game Show 2026, kami ngobrol langsung dengan beberapa sosok penting di balik pengembangan gamenya untuk membahas alasan memilih konsep tersebut, bagaimana pengalaman GUST mengembangkan Atelier ikut dibawa ke sistem Compounding, keterlibatan langsung Hyuganatsu, sampai bagaimana mereka menciptakan dunia 3D yang tetap terasa menyatu dengan anime.

(Kiri) Junzo Hosoi, Brand Director sekaligus Produser GUST (Tengah) Akari Takinami, Game Director (Kanan) Takayuki Onishi, Produser TOHO Games

Orang yang kami wawancara:

  • Junzo Hosoi, Head of the GUST Brand at KOEI TECMO GAMES / Producer
  • Atsuri Takinami, DirectorThe Apothecary Diaries: The False Imperial Brother
  • Takayuki Onishi, Producer TOHO Games

Bukan Cuma Menonton Cerita Maomao, Pemain Diajak Masuk Langsung ke Dunianya

Salah satu keputusan paling menarik dari The Apothecary Diaries: The False Imperial Brother jelas ada pada bentuk gamenya. Alih-alih sekadar menyajikan dialog dan pilihan seperti visual novel tradisional, pemain benar-benar diberikan kesempatan untuk berjalan sendiri di dunianya, mengumpulkan informasi, melakukan investigasi, mencari bahan, meracik obat, sampai akhirnya menarik kesimpulan dari kasus yang sedang dihadapi.

Menurut Takayuki Onishi, sejak awal tim merasa ada beberapa bagian dari dunia The Apothecary Diaries yang cuma bisa benar-benar disampaikan lewat medium game. Salah satu yang paling penting adalah player agency, karena pengalaman aktif seperti berjalan sendiri di lingkungan istana atau kota jelas berbeda dengan sekadar membaca novel maupun menonton anime.

Ide tersebut ternyata sejalan dengan komentar dari Hyuganatsu selaku kreator seri yang merasa bahwa bisa benar-benar berjalan di dunia The Apothecary Diaries bakal menjadi pengalaman yang menarik. Karena itulah, tim memilih membuat pemain seolah benar-benar masuk ke dalam dunia Maomao ketimbang hanya menyaksikan ceritanya dari luar.

“Kami ingin pemain benar-benar masuk ke dunia The Apothecary Diaries dan mengalaminya sendiri. Itulah salah satu hal yang paling bisa dimaksimalkan lewat medium game,” ujar Takayuki Onishi.

Salah satu sistem yang paling erat dengan konsep tersebut tentu saja Compounding. Sistem meracik obat ini bukan cuma gimmick yang sesekali digunakan saat investigasi. Atsuri Takinami menjelaskan kalau obat hasil racikan pemain juga bakal digunakan dalam berbagai character scenario, interaksi dengan karakter lain, dan sejumlah quest yang tersebar sepanjang permainan.

Kualitas obat yang dibuat juga benar-benar memiliki fungsi. Beberapa bagian deduksi membutuhkan obat dengan kualitas tertentu sebelum pemain bisa melanjutkan proses investigasi dengan sukses. Dalam quest, kualitas obat bisa memengaruhi reward yang diterima, sementara saat digunakan dalam character scenario, obat dengan kualitas lebih tinggi juga bakal meningkatkan affinity karakter dalam jumlah yang lebih besar. Jadi mengejar racikan berkualitas tinggi bukan sekadar mengejar angka bagus di layar.

Pengalaman Atelier Ikut Dibawa, Tapi Compounding Tetap Dibuat Lebih Gampang Dicerna

Melihat nama GUST berada di belakang proyek ini, tentu saja sulit untuk tidak langsung menghubungkan sistem Compounding dengan seri Atelier. Junzo Hosoi sendiri tidak menutupi bahwa pengalaman panjang studio mengembangkan sistem synthesis di Atelier memang menjadi salah satu fondasi saat mereka merancang mekanik meracik obat milik Maomao.

Selama beberapa tahun terakhir, GUST disebut banyak memikirkan bagaimana membuat synthesis semakin gampang dipahami secara visual. Informasi seperti kualitas, efek, sampai trait harus bisa terbaca cukup jelas tanpa membuat pemain harus terus membaca penjelasan panjang. Prinsip yang sama akhirnya diterapkan ke Compounding dalam game ini, terutama bagaimana sistem tersebut memberikan kesan pertama yang mudah dimengerti sekaligus menyenangkan untuk dimainkan.

Berbeda dengan beberapa game Atelier yang membuat synthesis terasa seperti sebuah puzzle, Compounding di sini menggunakan berbagai minigame seperti yang diperlihatkan dalam demonstrasi gameplay. Bahkan ketika pemain belum memahami semua sistemnya, tim ingin mereka langsung mengerti konsep dasarnya bahwa memainkan minigame tersebut berarti mereka sedang membuat obat sendiri.

“Walaupun pemain belum memahami keseluruhan sistem Compounding, kami ingin mereka langsung merasa, ‘Saya bisa membuat obat sendiri lewat minigame ini’,” ujar Junzo Hosoi.

Namun, sistemnya bukan berarti dangkal. Setiap kali pemain memasukkan bahan berbeda, sejumlah nilai pada tampilan yang mirip radar chart akan ikut berubah. Pemain perlu mengatur kombinasi bahan agar bentuk akhirnya semakin mendekati target yang ditentukan. Semakin tepat hasilnya, semakin tinggi juga kualitas obat yang bisa dibuat.

Pada awal permainan, pemain mungkin belum mengetahui bagaimana setiap bahan memengaruhi nilai tersebut sehingga prosesnya bakal banyak mengandalkan eksperimen. Minigame kemudian membantu meningkatkan kualitas obat sampai titik tertentu sambil perlahan mengajarkan sistemnya. Setelah semakin terbiasa, pemain mulai bisa fokus pada manipulasi nilai dan kombinasi bahan tanpa terlalu mengandalkan bantuan awal tersebut.

GUST juga sadar kalau memainkan minigame yang sama setiap kali melakukan Compounding berpotensi terasa repetitif. Karena itu, setelah mencapai titik tertentu, minigame Compounding bisa dilewati. Dari sana, fokusnya bakal bergeser lebih banyak ke pengetahuan pemain soal bahan, kombinasi, serta pemahaman sistem yang sudah dikumpulkan sepanjang permainan. Bisa dibilang sistem Compounding sengaja dibuat ikut berkembang bersama kemampuan pemain.

Misteri Original, Hyuganatsu, dan Arti Penting di Balik The False Imperial Brother

Cerita gamenya juga bukan sekadar mengulang kejadian yang sudah pernah muncul di novel maupun anime. The False Imperial Brother membawa insiden baru seperti Five Mysteries dan Five Curses, tetapi tim tetap menempatkan kesetiaan terhadap dunia asli The Apothecary Diaries sebagai prioritas utama.

Onishi menunjuk satu kalimat yang sudah terpampang di situs resmi sebagai petunjuk mengenai arah cerita yang sedang mereka siapkan, yaitu “That cure of life, shall whisper of poison.” Ia tentu belum mau menjelaskan lebih jauh maksud sebenarnya karena bakal masuk terlalu dalam ke spoiler.

Walaupun membawa cerita orisinal, tim tidak hanya ingin pemain merasa puas karena berhasil menemukan siapa pelaku atau mengungkap sebuah misteri. Mereka juga ingin ada sesuatu yang tertinggal di pikiran pemain setelah mencapai akhir cerita. Targetnya bukan cuma membuat game yang menyenangkan, tetapi menghadirkan cerita yang memang bisa membuat pemain merasakan sesuatu setelah semuanya selesai.

“Saat pemain mencapai akhir cerita, kami ingin ada sesuatu yang tetap tertinggal bersama mereka setelahnya,” ujar Takayuki Onishi.

Hyuganatsu sendiri terlibat langsung dengan membuat original story concept, alias kerangka dasar cerita yang nantinya dikembangkan menjadi skenario game. Namun, pada tahap konsep tersebut, variasi mengenai bagaimana sebuah skenario bisa berakhir belum dirancang secara detail. Elemen itu baru berkembang ketika tim mulai mengubah konsep awal tadi menjadi game dan mencoba membuat penyelesaian kasus yang bisa memaksa pemain berpikir serta menentukan bagaimana sebuah cerita sebaiknya berakhir.

Salah satu sistem yang berhubungan langsung dengan konsep tersebut adalah Trust. Jika Trust sampai jatuh ke angka nol dan kasus tidak berhasil diselesaikan, kondisi tersebut pada dasarnya berfungsi sama seperti Game Over.

Subtitle The False Imperial Brother sendiri juga cukup menarik bagi penggemar yang sudah mengikuti perkembangan cerita asli lebih jauh. Di permukaan tentu saja judul tersebut berhubungan dengan sosok misterius bertopeng yang muncul sebagai “imperial younger brother”. Namun, kata “real” dan “false” mengenai sosok saudara kaisar tersebut juga bisa mengingatkan pembaca lama pada beberapa rahasia besar dalam cerita original.

Onishi tidak bisa menjelaskan maksud sebenarnya, tetapi memastikan nama The False Imperial Brother baru diputuskan setelah melalui banyak diskusi bersama Hyuganatsu dan pihak-pihak lain yang terlibat. Tim memilih judul tersebut dengan penuh kesadaran kalau kata-kata di dalamnya memiliki sebuah elemen yang sangat penting.

Cerita Utama Tetap Terarah, Tapi Cara Menyelesaikan Kasus Bisa Berbeda

Walaupun punya banyak elemen investigasi dan pilihan, The False Imperial Brother bukan game dengan banyak route besar yang membuat keseluruhan cerita utama berubah total. Atsuri Takinami menjelaskan pemain memang bisa menentukan bagaimana masing-masing chapter berakhir lewat pilihan yang terasa seperti sesuatu yang mungkin dilakukan Maomao, tetapi keputusan tersebut tidak akan mengubah arah besar cerita utama.

Jadi struktur naratif utamanya memang relatif terarah. Meski begitu, pemain tidak akan sekadar berjalan dari satu bagian cerita utama ke bagian berikutnya. Di luar jalur utama ada banyak interaksi karakter, quest, dan berbagai side content lain yang bisa dikerjakan sehingga pengalaman bermain tetap punya ruang untuk eksplorasi.

Salah satu sistem terpenting yang memberikan variasi pada penyelesaian kasus disebut The Apothecary’s Decision. Sebagai aturan dasar, semua bukti yang memang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah kasus harus ditemukan terlebih dahulu sebelum pemain diperbolehkan masuk ke tahap information review dan deduction.

“Pemain bisa memengaruhi bagaimana setiap chapter berakhir, tetapi pilihan tersebut tidak akan menyebabkan perubahan besar pada keseluruhan cerita utama,” ujar Atsuri Takinami.

Menariknya, tidak semua evidence bersifat wajib. Sejumlah bukti yang berkaitan dengan The Apothecary’s Decision termasuk dalam kategori optional evidence. Jika pemain berhasil menemukannya, mereka nantinya mendapat kesempatan melakukan The Apothecary’s Decision dan menentukan pilihan sendiri. Tetapi kalau bukti opsional tersebut dilewatkan, pilihan tadi tidak akan muncul dan cerita otomatis bergerak menuju salah satu hasil tertentu.

Kesulitan misterinya juga bakal meningkat secara bertahap. Paruh pertama game dibuat lebih gampang dipahami dan cukup ramah untuk pemain yang mungkin tidak terbiasa memainkan game deduksi, tetapi memasuki paruh berikutnya kasus yang dihadapi perlahan menjadi lebih menantang.

Pemain yang kesulitan melakukan deduksi atau menghasilkan obat dengan kualitas yang dibutuhkan masih memiliki jalan lain melalui eksplorasi. Ada beberapa item tertentu yang bisa ditemukan dan nantinya membantu membuat proses deduksi atau Compounding menjadi lebih gampang. Takinami belum mau mengungkapkan bentuk item tersebut, tetapi konsepnya cukup jelas. Pemain yang percaya diri dengan kemampuan deduksinya bisa langsung menghadapi misteri, sementara pemain lain bisa lebih rajin menjelajah map untuk mendapatkan bantuan tambahan. Tim ingin berbagai tipe pemain tetap punya kesempatan menyelesaikan gamenya sampai akhir.

Jinshi Menyamar, Kostum DLC, dan Awal Mula Ide “Maomao’s Atelier”

Salah satu visual yang cukup cepat menarik perhatian fans sejak footage gamenya muncul adalah Jinshi dengan kacamata dan rambut yang diikat ke belakang. Ternyata penampilan tersebut memang bukan costume biasa, melainkan penyamaran Jinshi saat pergi secara incognito.

Contohnya, ketika Jinshi mengunjungi kota atau area eksplorasi tertentu, ia bakal muncul menggunakan penampilan tersebut. Sayangnya, pemain tidak bisa bebas mengganti penampilan Jinshi ke versi berkacamata kapan saja. Untuk kostum secara umum, tim masih belum bisa membicarakan semuanya, tetapi mereka mengakui sedang mempertimbangkan berbagai kemungkinan termasuk DLC.

“Untuk kostum, kami juga sedang mempertimbangkan berbagai kemungkinan termasuk DLC, jadi kami harap semuanya menantikan pengumuman berikutnya,” ujar Atsuri Takinami.

Kolaborasi antara GUST dan TOHO sendiri ternyata bermula dengan cara yang cukup menarik. Walaupun ini menjadi salah satu proyek adaptasi anime besar pertama GUST setelah cukup lama, termasuk sejak mereka mengembangkan FAIRY TAIL, proyek The Apothecary Diaries sebenarnya pertama kali diusulkan oleh TOHO.

TOHO animation sudah terlibat dalam produksi anime The Apothecary Diaries, dan Onishi sejak awal mulai memikirkan apakah seri tersebut juga bisa dibawa ke medium game. Dari sana muncul sebuah ide yang cukup sederhana tetapi langsung terdengar cocok, yaitu, “Bagaimana kalau membuat sesuatu seperti Maomao’s Atelier?”

Onishi kemudian menghubungi Hosoi dan menanyakan apakah GUST tertarik mengerjakannya bersama. Yang lucu, Hosoi ternyata memang sudah menjadi fans The Apothecary Diaries. Ketika menonton anime, ia juga sempat memikirkan bagaimana jadinya kalau dunia tersebut dibuat seperti sebuah game Atelier. Jadi ketika Onishi datang membawa proposal yang hampir sama persis dengan pemikirannya sendiri, responsnya langsung sangat positif.

Karena hubungan Atelier dan The Apothecary Diaries sudah sejelas itu, tentu saja ada satu pertanyaan penting yang mungkin langsung terpikirkan fans kedua seri. Apakah suatu hari Maomao bakal berdiri di depan sebuah barrel dan mengucapkan kalimat ikonik Atelier, “Barrel!” Hosoi belum mau memberikan jawaban pasti, tetapi ia mengakui ide tersebut memang sudah sempat terlintas di pikiran mereka.

Sekitar 40 Persen Area Dibuat Baru, Sisanya Berasal dari Dunia Aslinya

Meski membawa cerita original, mayoritas lokasi yang dikunjungi pemain tetap berasal dari dunia yang sudah dikenal lewat The Apothecary Diaries. Takinami memperkirakan sekitar 40 persen lokasi dalam game merupakan area original, sementara kurang lebih 60 persen lainnya berdasarkan lokasi dari karya aslinya.

Untuk membuat area baru tetap terasa cocok, tim memakai berbagai background art material yang diberikan langsung oleh tim produksi anime sebagai referensi. TOHO juga melakukan supervisi untuk memastikan area baru dan lokasi yang sudah dikenal bisa tersambung tanpa menimbulkan kesan bahwa keduanya berasal dari dua dunia visual yang berbeda.

Lebih menarik lagi, sejumlah model background 3D yang awalnya dibuat selama proses produksi anime juga diberikan kepada tim game dan akhirnya digunakan langsung selama pengembangan. Kombinasi material tersebut membuat GUST merasa keseluruhan dunia gamenya bisa memiliki presentasi visual yang lebih konsisten.

“Sekitar 40 persen lokasinya original dan kurang lebih 60 persen berdasarkan lokasi dari karya aslinya,” ujar Atsuri Takinami.

Perhatian besar juga diberikan ke model karakter. Salah satu teknik yang paling ditekankan tim secara internal disebut rim lighting, yaitu pencahayaan yang muncul di bagian tepi karakter. Tim menggunakan kurang lebih dua warna rim lighting secara bersamaan agar hasil akhirnya bisa meniru warna yang lebih kaya dan kompleks seperti yang biasa terlihat di key visual anime.

Gradasi pada rambut karakter juga dibuat lebih natural, sementara bayangan di wajah dan tubuh dikontrol dengan cukup teliti. Semua elemen tersebut digabungkan untuk mempertahankan kesan visual anime ketika karakternya dipindahkan menjadi model 3D.

Tantangan lain datang dari kostum. Karakter The Apothecary Diaries sering menggunakan pakaian dengan lengan panjang, jubah, dan berbagai bagian kain yang longgar. Supaya semuanya bisa bergerak secara natural dan tidak gampang clipping, tim membuat animasi khusus untuk masing-masing karakter dan menambahkan specialized bone apabila karakter tertentu memang membutuhkannya.

Pendekatan tersebut jelas membutuhkan resource pengembangan tambahan, tetapi menurut Takinami hal itu memang dibutuhkan agar animasi bisa terlihat natural dan dunia gamenya terasa lebih meyakinkan. Ia sendiri sebenarnya memiliki background di bidang environment dan lighting art, jadi selain karakter, ia juga berharap pemain nantinya memperhatikan detail lingkungan dan pencahayaan sepanjang permainan.

Mystery Adventure Baru untuk GUST, Tapi Tetap Dibuat Ramah untuk Fans Lama dan Pendatang Baru

Bagi GUST sendiri, proyek ini menjadi tantangan yang cukup berbeda dibandingkan game mereka sebelumnya. Selain sudah cukup lama sejak studio tersebut terakhir kali mengembangkan game berdasarkan IP anime, genre deduction adventure atau mystery adventure juga menjadi wilayah yang relatif baru untuk mereka.

Junzo Hosoi mengatakan tim mencoba membawa sebanyak mungkin teknologi dan pengalaman presentasi yang sudah mereka kumpulkan selama bertahun-tahun ke proyek ini. Berdasarkan proses pengembangan dan testing sejauh ini, ia merasa berbagai elemennya mulai menyatu dengan cukup baik dan berharap pemain yang selama ini mendukung brand GUST bisa menikmati hasil akhirnya.

“Deduction adventure adalah tantangan baru bagi kami, tetapi dari testing dan proses pengembangan sejauh ini, kami merasa semuanya mulai menyatu dengan sangat baik,” ujar Junzo Hosoi.

Takinami menambahkan bahwa walaupun aspek visual memang mendapatkan perhatian besar, tim sama seriusnya mengembangkan bagian deduksi. Beberapa misteri bakal memakai trik ilmiah dan proses berpikir berdasarkan pengetahuan farmasi. Namun, pemain tidak perlu khawatir harus memiliki pengetahuan khusus lebih dulu untuk memahami kasus yang muncul.

Penjelasan di dalam game dan berbagai reconstruction experiment menggunakan Compounding bakal membantu pemain mengikuti alur pemikirannya. Jadi pemain tetap bisa memahami bagaimana Maomao mencapai suatu kesimpulan sekalipun sebelumnya tidak memahami ilmu farmasi yang menjadi dasar kasus tersebut.

Sementara dari sisi TOHO Games, Onishi menyebut proyek ini punya arti yang cukup besar bagi mereka. Tim bekerja keras membawa dunia The Apothecary Diaries ke medium game dengan tetap mempertahankan identitas aslinya sehingga fans lama diharapkan menemukan banyak hal yang bisa dinikmati.

Namun, mereka juga tidak hanya membuat game ini untuk orang yang sudah mengenal seri tersebut. Bagi pemain yang justru pertama kali bertemu The Apothecary Diaries lewat The False Imperial Brother, TOHO berharap mereka bisa mendapatkan perasaan serupa dengan orang-orang yang dulu pertama kali membaca novelnya atau menonton animenya.

Mereka ingin pemain baru bisa menutup gamenya sambil berpikir, “Dunia The Apothecary Diaries ternyata luar biasa.” Itulah salah satu tujuan terbesar yang ingin dicapai tim ketika akhirnya The Apothecary Diaries: The False Imperial Brother resmi berada di tangan pemain.


The Apothecary Diaries: The False Imperial Brother akan dirilis sekitar awal tahun 2027 untuk PlayStation 5, Switch, Switch 2 dan juga PC. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: GustInterviewKoei TecmoTGS 2026The Apothecary Diaries: The False Imperial BrotherTokyo Game Show 2026Wawancara
ShareTweetShare
Previous Post

Microsoft Mulai Patenkan Sistem Iklan di Game PC dan Xbox

Related Posts

Microsoft ternyata lagi nyiapin ide baru buat memasukkan iklan langsung ke dalam game PC dan Xbox. Udah ada patennya.
Berita

Microsoft Mulai Patenkan Sistem Iklan di Game PC dan Xbox

September 23, 2026
Rangkuman wawancara kami dengan Iichiro Sasaki dan Hiroyuki Kobayashi dari GPTRACK50 yang membahas debut gamenya yaitu Stupid Never Dies
Konsol

[TGS 2026] Wawancara Stupid Never Dies Bareng GPTRACK50 – Cerita Dibalik Pengembangan Game Action RPG dengan Beragam Ide Gila!

September 22, 2026
Pada ajang Tokyo Game Show 2026, kami wawancara dengan Tomohiko Sho, Producer DYNASTY WARRIORS 3: Complete Edition Remastered.
Konsol

[TGS 2026] Wawancara DYNASTY WARRIORS 3 Remastered dengan Tomohiko Sho – Gameplay Modern, Rasa Klasik Tetap Ada

September 22, 2026
Rangkuman wawancara kami dengan Masakazu Hirayama dan Masaaki Yamagiwa yang membahas lebih dalam soal Wo Long 2: Wings of Ember
Konsol

[TGS 2026] Wawancara Wo Long 2: Wings of Ember – Bahas Tuntas Soal Apa yang Membuat Sekuelnya Spesial!

September 22, 2026
Persona 5: The Phantom X akan memulai event kolaborasi dengan Persona 3 Portable yang sukses mengundang hype besar pada 24 September
Android

Persona 5: The Phantom X Siap Mulai Kolaborasi Besar dengan Persona 3 Portable Minggu Ini!

September 22, 2026
Di Tokyo Game Show 2026, kami mendapat kesempatan wawancara dengan tiga sosok penting di RGG Studio untuk STRANGER THAN HEAVEN.
Konsol

[TGS 2026] Wawancara STRANGER THAN HEAVEN dengan RGG Studio – Proyek Terbesar, Combat Brutal, Lima Era Punya Rasa Berbeda

September 22, 2026

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Persona 5: The Phantom X akan memulai event kolaborasi dengan Persona 3 Portable yang sukses mengundang hype besar pada 24 September

Persona 5: The Phantom X Siap Mulai Kolaborasi Besar dengan Persona 3 Portable Minggu Ini!

by Fadhil
September 22, 2026
0

Persona 5: The Phantom X akan memulai event kolaborasi dengan Persona 3 Portable yang sukses mengundang hype besar pada 24...

Tidak lama setelah rilisnya RyzaChat: AI, Koei Tecmo dan SpiralAI sudah langsung mengumumkan aplikasi sejenis yaitu SophieChat: AI

Atelier Kembali Umumkan Aplikasi Chat AI Terbaru yang Berfokus ke Sophie Neuenmuller

by Fadhil
September 18, 2026
0

Tidak lama setelah rilisnya RyzaChat: AI, Koei Tecmo dan SpiralAI sudah langsung mengumumkan aplikasi sejenis yaitu SophieChat: AI.

Astrae Oratio kini telah mendapat kepastian jadwal rilis untuk tahun depan di platform Android dan iOS yang disusul versi PC

Astrae Oratio Akan Rilis di 2027 untuk Android dan iOS yang Kemudian Disusul Versi PC!

by Fadhil
September 17, 2026
0

Astrae Oratio kini telah mendapat kepastian jadwal rilis untuk tahun depan di platform Android dan iOS yang disusul versi PC.

Kami mendapat kesempatan untuk mencoba game terbaru Kairosoft, One Piece Grand Gourmet, yang merupakan kolaborasi dengan One Piece.

[TGS 2026] Nyobain One Piece Grand Gourmet – Jadi Sanji dan Bangun Restoran Bareng Kru Topi Jerami

by Taufik
September 17, 2026
0

Kami mendapat kesempatan untuk mencoba game terbaru Kairosoft, One Piece Grand Gourmet, yang merupakan kolaborasi dengan One Piece. Kami punya...

Selama setahun terakhir, Where Winds Meet berhasil membangun komunitas yang cukup besar di Asia Tenggara dan terus hadirkan update seru.

Wawancara Where Winds Meet dengan NetEase Sekaligus Nyobain Region Baru, dan Tegaskan Tetap Non-Pay-to-Win

by Taufik
September 16, 2026
0

Selama setahun terakhir, Where Winds Meet berhasil membangun komunitas yang cukup besar di Asia Tenggara, dan sekarang salah satu cerita...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd