Sohei Niikawa yang dikenal luas sebagai kreator Disgaea sekaligus mantan presiden Nippon Ichi Software membahas penggunaan generative AI dalam pengembangan game. Dalam wawancara bersama media Dengeki Online, Niikawa mengatakan kalau dirinya tidak menganggap AI sebagai ancaman, melainkan sebuah alat yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas. Tapi dia menegaskan kalau penggunaan AI untuk melanggar hak cipta maupun melakukan tindakan ilegal tetap tidak bisa dibenarkan.
Meski terbuka terhadap penggunaan AI untuk kebutuhan tertentu, Niikawa sendiri belum berniat memakainya dalam proses kreatif. Terutama untuk penulisan cerita, ia merasa tidak memiliki alasan untuk menyerahkan bagian tersebut kepada AI. Menurutnya, memang memungkinkan untuk membuat plot lalu meminta AI mengembangkannya menjadi sebuah cerita, tetapi ia justru mempertanyakan apakah hasil dari proses tersebut akan benar-benar menarik untuk dinikmati.
Bagi Niikawa, membuat cerita dan karakter yang memang ingin ia lihat sendiri merupakan bagian penting dari pekerjaannya. Karena itu, ia ingin menentukan sendiri setiap detail dalam karyanya, termasuk merangkai setiap kata yang digunakan dalam cerita. Ia mengakui AI mungkin berguna untuk hal-hal sederhana seperti mencari informasi atau membuat daftar nama karakter, tetapi sama sekali tidak tertarik meminta AI menulis cerita untuknya.
Niikawa juga tidak tertarik menggunakan AI untuk mencari formula cerita yang dianggap paling mudah dijual. Menurutnya, justru ada nilai tersendiri dalam memilih tema yang ia anggap menarik lalu mengembangkannya sendiri. Pendekatan tersebut saat ini tetap diterapkan dalam berbagai proyek barunya, termasuk Demons’ Night Fever yang akan dirilis pada 22 Oktober 2026 untuk PC, PS5, dan Nintendo Switch, serta Noroi Ayashi: The ∞th Oddity yang direncanakan hadir untuk PC, Nintendo Switch, dan Switch 2 pada 2027.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id













Discussion about this post