Seorang pemain VALORANT di Reddit mengaku kena hardware ban setelah membeli CPU bekas yang ternyata sebelumnya dipakai oleh pemain yang sudah diban. Pengguna bernama After-Cartoonist-196 di subreddit PCBaumeister bilang dia membeli CPU tersebut pada 21 September, sementara ban pemilik sebelumnya tercatat sejak 12 Agustus.
Menurut ceritanya, Riot Support sempat bilang ban tersebut sekarang ikut terhubung ke komponen PC lain miliknya dan nggak ada yang bisa dilakukan buat mencabutnya. Cerita ini kemudian ramai setelah diberitakan PC World dan ikut menyebar di media sosial, apalagi sistem anticheat modern memang terkenal makin agresif dalam ngejar cheater sampai level hardware.
Tapi bos anticheat Riot, Phillip Koskinas, kemudian buka suara dan bilang sebagian cerita itu terdengar “cukup nggak mungkin.” Dia mengaku nggak bisa menemukan tiket support yang cocok dengan detail yang diberikan pemain tersebut. Koskinas juga menjelaskan kalau hardware ban Riot punya durasi maksimal empat bulan, dan tim support seharusnya kasih tahu berapa lama sisa ban saat menjawab tiket.
Hardware bans last 4 months maximum, they apply only to the game cheats were detected in, and we don’t ban “everything else” when we match one component. Support will give you the time remaining on request.
If it were up to me, we’d have soul bans that followed them into hell.
— Phillip Koskinas (@deteccphilippe) October 2, 2026
Kalau tanggal ban 12 Agustus itu benar, memang secara teori ban tersebut masih aktif sampai sekitar pertengahan Desember. Jadi bagian cerita soal CPU bekas yang masih membawa status ban sebenarnya belum sepenuhnya terbantahkan. Yang dibantah tegas oleh Koskinas adalah klaim kalau komponen PC lain ikut “ketularan” blacklist cuma karena dipasang bareng hardware yang sudah kena ban.
Penulis laporan juga sempat menghubungi After-Cartoonist-196 sebelum respons publik Koskinas keluar. Inti ceritanya, yaitu pemain bisa saja mewarisi hardware ban dari pemilik sebelumnya, masih dianggap masuk akal, meskipun situasinya mungkin nggak separah yang awalnya diceritakan. Ada kemungkinan juga terjadi miskomunikasi dari respons support yang kurang jelas, apalagi Riot adalah perusahaan besar dengan banyak tim dan kontraktor berbeda.
Kasus ini tetap nunjukin seberapa jauh sistem kernel-level anticheat sekarang bisa masuk ke hardware pemain. Developer game kompetitif memang bilang sistem seperti ini dibutuhkan buat melawan cheat, tapi konsekuensinya juga bisa bikin kasus aneh seperti ini muncul, terutama kalau hardware bekas ikut terseret riwayat ban pemilik lama. Buat sekarang, Riot jelas membantah bahwa satu komponen terlarang bisa bikin seluruh PC ikut kena blacklist.
Sumber: PC World
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post