Gran Turismo World Series jadi salah satu panggung terbesar buat para sim racer untuk adu kemampuan di level global. Round 3 yang digelar di Singapura pun kembali mempertemukan sederet pembalap terbaik dari berbagai negara. Salah satunya adalah Dhanesh Wigneswaran asal Malaysia, finalis Manufacturers Series tahun ini yang turun membela Volkswagen.
Kehadiran Dhanesh di World Series tentu bukan cuma menarik untuk Malaysia, tapi juga jadi salah satu bukti kalau scene sim racing dari Asia Tenggara mulai punya wakil yang mampu bersaing dengan nama-nama terbaik dunia. Di luar balapan, Dhanesh juga menjalankan studio sim racing di negaranya dan aktif melatih para pembalap muda. Kami mendapat kesempatan untuk ngobrol langsung dengannya di Singapura soal perjalanannya, pekerjaannya sebagai coach, sampai target yang ingin dia capai ke depannya.
Bawa Nama Asia Tenggara ke Panggung Dunia
Saat ditanya soal bagaimana rasanya kembali tampil mewakili Malaysia di Gran Turismo World Series, Dhanesh mengaku sangat senang bisa kembali ke kompetisi ini. Buatnya, tampil di World Series bukan sekadar soal ikut balapan, tapi juga menjadi bukti seberapa jauh perkembangan sim racing di negaranya.
“Ini menunjukkan seberapa jauh kami sudah berkembang di industri sim racing secara keseluruhan. Dari sini, kami hanya perlu terus mendorong diri dan menunjukkan kalau kami punya kemampuan untuk bersaing dengan yang terbaik di dunia.”
Apa yang dilakukan Dhanesh juga punya arti lebih luas untuk scene Asia Tenggara. Region ini memang mungkin belum punya jumlah pembalap sebanyak Jepang atau beberapa negara Eropa di level tertinggi, tapi keberadaan pembalap seperti Dhanesh menunjukkan kalau talenta dari Asia Tenggara tetap punya jalan untuk menembus kompetisi global.
Bukan Cuma Balapan, Tapi Juga Melatih Generasi Baru
Aktivitas Dhanesh ternyata nggak berhenti ketika keluar dari cockpit. Saat kami menanyakan soal pekerjaannya dan apakah sim racing memang menjadi kegiatan full-time, dia menjelaskan kalau dirinya punya studio sim racing di Malaysia, sekaligus bekerja sebagai coach.
“Pekerjaan saya mengharuskan saya melatih generasi berikutnya dari para sim racer, jadi pada dasarnya ini memang pekerjaan full-time.”
Peran sebagai coach ini juga punya hubungan langsung dengan target pribadinya. Dhanesh tetap ingin terus berkembang sebagai pembalap, tapi di saat yang sama dia juga ingin membantu lebih banyak talenta muda buat berkembang lebih cepat.
Menurutnya, generasi baru sim racer sekarang bahkan punya keuntungan yang cukup besar karena akses terhadap pengetahuan, hardware, sampai pengalaman dari pembalap yang lebih senior sudah jauh lebih terbuka. “Saya percaya generasi sim racer yang lebih baru akan bisa belajar lebih cepat dan menjadi pembalap yang lebih cepat dibanding ketika kami pertama kali memulai sim racing,” ujar Dhanesh.
Kalau ekosistem seperti ini terus berkembang, bukan nggak mungkin ke depannya akan semakin banyak pembalap dari Malaysia, Indonesia, Thailand, Singapura, Filipina, atau negara Asia Tenggara lainnya yang bisa tampil di kompetisi sebesar Gran Turismo World Series.

Target Bersama Volkswagen dan Ambisi ke Depannya
Untuk musim ini, Dhanesh juga sudah punya target yang cukup jelas bersama Volkswagen. Dia berharap bisa membantu pabrikan tersebut finis di posisi enam besar klasemen keseluruhan Manufacturers Series.
Sementara untuk jangka panjang, targetnya simpel tapi jelas: terus mendapatkan kesempatan untuk tampil di level tertinggi.
“Untuk jangka panjang, saya berharap bisa lolos ke lebih banyak World Series dalam waktu dekat.”
Di akhir obrolan, kami juga menanyakan apakah ada pesan yang ingin dia sampaikan kepada para sim racer yang punya mimpi untuk suatu hari bisa tampil di World Series. Pesannya cukup sederhana.
“Terus lakukan yang terbaik, dan suatu hari kalian juga akan berada di World Series.”
Dengan membawa nama negaranya sekaligus menjadi salah satu perwakilan Asia Tenggara di panggung global, menjalankan studio sendiri, membina generasi baru, dan tetap mengejar hasil bersama Volkswagen, Dhanesh Wigneswaran datang ke Singapura dengan tujuan yang cukup besar. Bukan cuma mengejar hasil untuk dirinya sendiri, tapi juga membantu membuka jalan agar semakin banyak talenta sim racing dari Asia Tenggara bisa menyusul ke level dunia.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post