The Witcher 3: Wild Hunt Remastered adalah versi upgrade dari RPG open-world garapan CD Projekt Red yang pertama kali rilis pada 2015. Remaster ini mencakup base game beserta kedua ekspansinya, Hearts of Stone dan Blood and Wine, sekaligus tersedia sebagai update gratis buat siapa pun yang sudah punya versi originalnya.
Sebelum versi ini hadir, gamenya sendiri sudah sempat mendapatkan update next-gen, jadi remaster ini menjadi pembaruan terbaru dari serangkaian upgrade yang sudah diberikan selama ini. Kami cukup apresiasi bagaimana update masih ini dikasih gratis untuk gamer yang udah punya base game-nya. Mari simak review kami!
Petualangan Geralt yang Masih Sama Berkesannya

Remaster ini nggak mengubah The Witcher 3 menjadi game baru. Pengalaman yang ditawarkan masih sama, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya. Berbagai sisi yang kurang rapi dari versi original justru menjadi bagian dari daya tariknya, dan sekarang banyak kekurangan tersebut sudah nggak terlalu terasa. Kualitas penulisan, pilihan moral, sampai bagaimana side quest terhubung dengan cerita utama tetap dipertahankan. Perkembangan Geralt sebagai sosok ayah juga masih punya bobot emosional yang kuat.
Kedua ekspansinya pun tetap luar biasa. Hearts of Stone mengangkat soal penyesalan dan penebusan, sementara Blood and Wine membahas keinginan untuk menjalani hidup yang damai. Buat kami, remaster ini juga terasa seperti perjalanan terakhir bersama Geralt sebelum Ciri mengambil peran utama di The Witcher 4.
Upgrade Visual yang Langsung Terasa

Perubahan paling kelihatan tentu ada pada perombakan grafis secara menyeluruh, dengan pencahayaan mendapat perhatian paling besar. Lingkungannya terlihat lebih kaya dan detail, mulai dari padang Toussaint yang terinspirasi Italian Riviera dan berkilau saat terkena sinar matahari, sampai rawa Velen yang suasananya terasa lembap dan pekat. White Orchard maupun Toussaint juga sama-sama terlihat hijau dan rimbun.
Remaster ini menambahkan sistem global illumination baru yang bekerja bersama ray tracing dan path tracing, sekaligus mendukung Ray Reconstruction yang efeknya sudah kelihatan jelas sejak adegan awal. Sinar matahari terlihat memantul pada armor di percakapan pertama Geralt dengan Vesemir, begitu juga saat bertemu kapten Nilfgaard di menara yang sudah rusak. Istana Emhyr juga cukup mencuri perhatian berkat lantainya yang mengilap dengan pantulan yang terlihat jelas.

Upgrade visual lainnya mencakup tekstur yang lebih bagus, detail vegetasi yang ditingkatkan, serta bayangan dan refleksi yang lebih konsisten, terutama di PC. Detail karakter ikut terlihat lebih tajam. Mata lelah dan kondisi kulit Bloody Baron memperlihatkan dampak kebiasaan hidupnya yang berlebihan selama bertahun-tahun, mata Geralt punya kilau baru, sementara rambut dan janggutnya ikut mendapat peningkatan berkat path tracing. Physics rambut dan animasi karakter juga lebih mulus, ditambah Photo Mode baru untuk mengambil screenshot dunia yang sekarang tampil lebih bagus.
Meski begitu, masih ada sedikit masalah visual. Beberapa karakter terlihat agak aneh dengan tampilan barunya, sementara rambut Geralt malah berubah menjadi hitam saat berada di area yang dipenuhi bayangan.
Combat Lebih Cepat dan Musuh Lebih Aktif

Combat menjadi salah satu bagian yang paling banyak berubah. Di versi original, pertarungannya terasa kurang berbobot dan kurang rapi, sementara musuh sering cuma berdiri menunggu giliran untuk dipukul. Dalam remaster ini, Geralt menyerang lebih cepat dan musuh juga bisa mengikuti temponya. Langkahnya lebih cepat dengan animasi yang lebih mulus, jadi mendekati musuh terasa lebih enak. Tebasan dan tusukannya juga lebih cepat, membuat perpindahan antara menyerang, parry, dan dodge terasa lebih nyaman.
Kamera dan sistem lock-on ikut dibenahi, dimulai dari kamera baru yang posisinya lebih dekat ke Geralt dan bisa menyesuaikan diri berdasarkan jumlah musuh di sekitar. Kamera akan melakukan zoom ke musuh terakhir dalam pertarungan, sehingga bagian penutupnya terlihat lebih sinematik. Saat melawan banyak musuh, pemain juga bisa berpindah target dengan lebih mudah tanpa membuat kamera jadi susah dikendalikan.
Kami dulu nggak memakai sistem lock-on di versi original karena kurang bisa diandalkan, jadi menggunakannya sekarang memang butuh sedikit pembiasaan. Kamera ini juga membuat pertarungan terasa lebih seperti perkelahian kasar daripada pertarungan RPG taktis, dan pendekatan tersebut cocok dengan nuansa gamenya.

Perilaku musuh juga sudah disesuaikan. Mereka sekarang bisa mundur daripada cuma menunggu dihantam, melancarkan counterattack yang lebih sulit ditebak, dan bekerja sama dalam kelompok, sehingga menghabisi satu target secara terpisah jadi lebih susah. Monster hantu bisa menghilang lalu muncul kembali di belakang pemain. Selain itu, ada efek Sign, finishing move, dan animasi idle baru.
Semua perubahan ini memang belum membuat The Witcher 3 menjadi game action kelas atas. Perilaku musuhnya juga masih terasa ketinggalan kalau dibandingkan dengan game action modern. Meski begitu, combat sekarang lebih seru dan menantang daripada sebelumnya. Peningkatannya memang butuh waktu untuk benar-benar terasa, karena perubahan tersebut makin kelihatan seiring progres pemain.
Geralt Lebih Lincah, Roach Lebih Nyaman Dikendalikan

Movement menjadi salah satu hal yang sering dikeluhkan di versi original, dan remaster ini mencoba membenahinya. Geralt sekarang bergerak lebih cepat serta bisa melewati pagar dan berbagai rintangan lain dengan mudah. Awalnya malah terasa agak aneh karena gerakannya jadi begitu lincah, sementara memanjat juga sudah nggak sekaku dulu. Meski begitu, Geralt tetap bukan karakter paling gesit untuk urusan eksplorasi, dan beberapa gerakan kaku dari versi original masih sesekali terasa.
Roach, kuda andalan Geralt, juga mendapat sejumlah perbaikan. Kontrolnya sekarang lebih intuitif dan dia lebih jarang tersangkut di pohon. Kalau menyerempet pohon saat berlari kencang, Roach sekarang bisa tetap lewat. Kemungkinan dia tiba-tiba berada di atas lumbung juga lebih kecil, dan pemain kini bisa mengambil tanaman herbal maupun item lain tanpa perlu turun dari kuda. Bisa mengambil item sambil tetap menunggangi Roach menjadi salah satu peningkatan terbaik di remaster ini, begitu juga dengan perbaikan masalah pohon yang dulu sering membuatnya tersangkut.
Skill Tree Lebih Enak buat Meracik Build

Sistem skill sudah dirombak, dan tampilannya sekarang benar-benar menyerupai skill tree, bukan sekadar kumpulan pilihan dalam susunan kotak. Perubahannya mulai kelihatan saat pemain memakai ability point, karena nilai bonus sudah disesuaikan dan sinergi antarskill ikut ditambahkan.
Perubahan lainnya adalah skill yang berguna sekarang bisa didapat lebih awal. Di versi original, banyak ability kuat terkunci di balik persyaratan yang baru bisa dipenuhi saat sudah jauh bermain. Remaster ini mengambil pendekatan seperti yang digunakan di Cyberpunk 2077. Pemain nggak lagi harus memasukkan 12 poin ke satu cabang sebelum bisa membuka skill bagus, melainkan cukup mengambil skill di sepanjang jalur yang sedang diikuti.
Susunan baru ini juga membantu pemain memasukkan poin ke ability yang saling mendukung sejak awal, lalu mengganti skill tersebut nantinya. Hasilnya, meracik build karakter terasa lebih gampang, baik untuk pemain yang ingin menjadikan Geralt ahli pedang maupun jagoan yang mengandalkan bom dan potion.
Menu Lebih Simpel, Banyak Hal Kecil Ikut Dibantu

Di luar perubahan besar tadi, remaster ini membawa banyak perbaikan kecil. Menunya lebih simpel dan lebih gampang dinavigasi, sementara codex sudah nggak terlalu merepotkan, jadi membaca profil karakter maupun buku terasa lebih nyaman. Melacak quest juga lebih mudah, Witcher senses terasa lebih jelas saat digunakan, kabur dari combat lebih gampang, dan waktu loading sangat singkat.
Sayangnya, nggak semua fitur praktis ini langsung tersedia sejak awal. Kami sempat antusias ingin mencoba fitur transmogrification baru yang memungkinkan pemain memadukan tampilan armor, tetapi ternyata fitur tersebut terkunci di balik master armorer yang aksesnya bisa memakan waktu cukup lama untuk dibuka. Satu ganjalan kecil lainnya, masih belum ada cara untuk menyamakan kecepatan langkah dengan karakter yang harus diikuti dalam misi.
Performa Masih Punya Sedikit Ganjalan

Performa selama kami bermain cukup bervariasi. Penurunan performa lumayan sering ditemui saat adegan sedang ramai maupun ketika bertarung, dengan sesekali satu atau dua frame drop di konsol maupun PC. Versi originalnya sendiri memang sudah punya masalah framerate, jadi setidaknya kondisinya nggak menjadi lebih buruk.
Kesimpulan
Ini adalah versi terbaik The Witcher 3 sejauh ini, dan pengalaman bermainnya belum pernah terasa sebagus sekarang. Kekuatan terbesarnya ada pada bagaimana remaster ini menyingkirkan berbagai hal yang dulu menghambat kenyamanan bermain, alih-alih sekadar menambahkan sesuatu yang baru. Versi ini menjadi pilihan paling lengkap untuk menikmati The Witcher 3 dan gampang kami rekomendasikan, apalagi karena update-nya gratis serta mencakup kedua ekspansi. Masalah teknis memang masih ada, tetapi peningkatan visual, combat, movement, dan progresi berhasil menutupi kekurangan tersebut.
Buat kamu yang belum pernah nyentuh The Witcher 3, mungkin ini adalah saat yang tepat. Dan untuk kamu yang udah pernah tamat seperti saya, ini bisa menjadi ajang untuk revisit dan namatin ulang sebelum nanti DLC terbarunya rilis.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
The Review
The Witcher 3: Wild Hunt Remastered
PROS
- Visual makin cakep, lengkap dengan ray tracing, path tracing, dan Ray Reconstruction.
- Photo Mode baru buat berburu screenshot.
- Combat lebih mulus, kamera lebih nyaman, dan musuh lebih pintar.
- Geralt lebih lincah, Roach nggak nyangkut di pohon, dan bisa ambil herbal sambil berkuda.
- Skill tree lebih fleksibel dan meracik build lebih gampang.
- Menu lebih praktis, loading cepat, dan banyak perbaikan kenyamanan bermain.
- Termasuk dua ekspansi dan gratis buat pemilik versi original.
CONS
- Performa masih turun saat adegan ramai.
- Beberapa karakter terlihat aneh dengan visual baru.












Discussion about this post