Dalam acara Pre-TGS yang diundang Bandai Namco, kami mendapat kesempatan buat mencoba Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale di PS5 selama sekitar satu jam. Kami memainkannya mulai dari tutorial awal sampai berhasil menghadapi boss Mother Wolf. Game ini menggabungkan rhythm, puzzle, dan action-adventure dengan mengikuti perjalanan Kaya yang punya impian buat menjadi seorang Worldbuilder.
Sepanjang gameplay, kamu bakal diajak menjelajahi dunia fantasi yang terinspirasi dari beragam budaya Asia Tenggara. Mulai dari desa-desa yang menarik, pemandangan alam yang indah, sampai berbagai lokasi tersembunyi yang menyimpan banyak kejutan. Kaya juga bakal bertemu teman-teman baru dan mengalami berbagai kejadian ajaib, sambil mengikuti cerita hangat yang mengangkat tema keluarga, keberanian, dan perjalanan buat mengenal dirinya sendiri.
Gameplay Rhythm yang Jadi Bagian Penting Petualangan

Musik bisa dibilang menjadi bagian paling penting dalam petualangan Kaya. Hampir semua aktivitas dalam game ini melibatkan rhythm, mulai dari eksplorasi, menyelesaikan puzzle, sampai bertarung melawan musuh. Berbeda dari kebanyakan rhythm game yang biasanya mengandalkan petunjuk visual atau not yang muncul di layar, Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale justru menggabungkan mekanik rhythm langsung ke dalam dunia gamenya. Pemain harus benar-benar mendengarkan musik dan mengikuti beat yang tepat, meskipun tersedia bar di bagian bawah layar yang bisa membantu sebagai panduan visual.
Mekanik ini juga punya peran besar ketika menyelesaikan puzzle. Ada beberapa puzzle yang mengharuskan pemain mencari beat atau angka yang tepat supaya bisa melanjutkan perjalanan. Setiap kali rhythm dimulai, pemain harus memperhatikan bagian puzzle mana yang menyala dan pada beat keberapa petunjuk tersebut muncul. Jadi, bukan cuma soal menekan tombol dengan cepat, tetapi juga harus mendengarkan musik, memperhatikan petunjuk yang tersedia, dan memberikan respons di timing yang tepat.

Secara pribadi, pengalaman memainkan game ini cukup mengingatkan kami dengan Rhythm Heaven, tetapi konsepnya dibuat sedikit berbeda. Kalau biasanya rhythm game hanya meminta pemain mengikuti berbagai tantangan musik secara berurutan, di sini kita benar-benar mengendalikan karakter utama dan berinteraksi langsung dengan dunia game melalui beat yang tepat. Pendekatan seperti ini membuat mekanik rhythm terasa lebih natural sebagai bagian dari petualangan, bukan sekadar mini-game tambahan yang terpisah dari gameplay utamanya.
Combat dan Boss Fight yang Menguji Timing

Setelah menyelesaikan tutorial, Kaya bakal mendapatkan senjata utamanya berupa Spoon atau sendok yang digunakan buat melawan musuh. Karena musik menjadi elemen penting dalam game ini, sistem combat-nya juga sangat bergantung pada rhythm. Pemain nggak bisa asal spam tombol serangan, karena setiap serangan harus mengikuti beat musik yang sedang dimainkan. Jadi, timing menjadi sesuatu yang benar-benar harus diperhatikan selama pertarungan.
Meski kedengarannya cukup menantang, ternyata mekanik combat-nya sendiri sangat gampang dipelajari. Begitu mulai terbiasa mendengarkan rhythm dan mengikuti beat yang tepat, menyerang musuh perlahan terasa semakin natural. Kami sendiri nggak membutuhkan waktu terlalu lama buat memahami cara kerja sistem pertarungannya, sehingga pengalaman bermain tetap terasa menyenangkan meskipun rhythm menjadi bagian penting dari setiap serangan.
Selama sesi hands-on, kami juga sempat menghadapi Mother Wolf yang menjadi boss besar pertama dalam permainan. Pertarungan ini menggunakan sistem rhythm dengan empat tombol, di mana pemain harus menyerang sekaligus menghindari serangan musuh sambil terus mengikuti musik. Namun, Mother Wolf bukan tipe boss yang bisa dikalahkan hanya dengan menghafalkan satu urutan rhythm dari awal sampai akhir pertarungan.

Ketika HP Mother Wolf sudah berkurang sampai sekitar setengah, dia mulai menggunakan rhythm palsu dan mengubah beat musik secara tiba-tiba. Hal ini membuat serangannya semakin susah diprediksi, terutama kalau pemain sudah terlalu terbiasa mengikuti pola sebelumnya. Kita harus terus waspada, benar-benar mendengarkan musik, dan bereaksi sesuai perubahan beat yang muncul. Jadi, pemain nggak bisa terus mengandalkan pola rhythm yang sama sepanjang pertarungan.
Hal yang membuat boss fight ini terasa seru adalah bagaimana beberapa mekanik gameplay digabungkan dalam satu pertarungan. Pemain harus memberikan damage, menghindari serangan, sekaligus menyelesaikan tantangan rhythm yang muncul selama pertarungan berlangsung. Perubahan beat secara mendadak memang terkadang bisa membuat kami terkecoh, tetapi justru di situlah letak tantangannya. Secara keseluruhan, pertarungan melawan Mother Wolf terasa seru dan memuaskan, terutama karena benar-benar menguji kemampuan pemain dalam mendengarkan musik sekaligus menjaga timing serangan.
Budaya Asia Tenggara yang Terasa Dekat

Selain gameplay, salah satu daya tarik terbesar Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale tentu saja datang dari penggunaan budaya Asia Tenggara sebagai inspirasi dunianya. Hal ini bisa terlihat dari desain lingkungan, arsitektur bangunan, tradisi, makanan lokal, sampai musik yang digunakan sepanjang permainan. Menariknya, budaya Asia Tenggara di sini bukan cuma dijadikan latar visual, tetapi juga dimasukkan ke berbagai detail dunia game sehingga terasa cukup familier, terutama buat pemain yang memang tumbuh besar di kawasan Asia Tenggara.
Salah satu hal yang cukup menarik perhatian kami selama sesi hands-on adalah beberapa dialog dan ekspresi yang terdengar sangat familier. Meskipun belum menggunakan voice acting bahasa Melayu, ada beberapa kata dan referensi yang mengingatkan pada budaya lokal Malaysia. Contohnya seperti penyebutan UPSR dan penggunaan kata “tikus” yang terasa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Detail kecil seperti ini mungkin terdengar sederhana, tetapi cukup berhasil membuat dunia gamenya terasa lebih akrab dan mudah dipahami.

Game ini juga sudah menyediakan subtitle bahasa Melayu yang membuat pengalaman bermain terasa semakin familier, khususnya dari sudut pandang pemain Malaysia. Sayangnya, saat kami mencobanya, voice acting bahasa Melayu masih dalam tahap pengembangan. Karena itu, kami cukup penasaran bagaimana nantinya developer bakal mengimplementasikan bahasa tersebut dalam versi final, sekaligus melihat sejauh mana penggunaan bahasa lokal bisa membuat pengalaman bermain terasa semakin menarik.
Dari sudut pandang pemain Malaysia, berbagai sentuhan budaya ini terasa cukup menarik karena berhasil memberikan identitas tersendiri buat Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale. Apalagi kalau dibandingkan dengan kebanyakan game fantasi yang biasanya lebih sering mengambil inspirasi dari budaya Barat atau Jepang. Kehadiran berbagai referensi lokal membuat petualangan Kaya terasa lebih personal dan memberikan sesuatu yang berbeda, khususnya buat pemain yang berasal dari kawasan Asia Tenggara.
Kesimpulan

Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale bagus sih, perpaduan menarik antara rhythm, puzzle, dan action-adventure dalam dunia fantasi yang terinspirasi dari budaya Asia Tenggara. Dari pengalaman bermain kami selama sekitar satu jam, hal yang paling berkesan adalah bagaimana developer berhasil menggabungkan mekanik rhythm dengan aktivitas eksplorasi dan combat secara natural. Terutama ketika melawan Mother Wolf, di mana kemampuan mendengarkan musik ternyata sama pentingnya dengan kecepatan bereaksi terhadap serangan musuh.
Memang, mekanik rhythm yang digunakan mungkin membutuhkan sedikit waktu buat dibiasakan, terutama buat pemain yang jarang memainkan game dengan konsep seperti ini. Namun, sistemnya sendiri cukup gampang dipelajari dan memberikan pengalaman yang berbeda dari rhythm game pada umumnya. Ditambah lagi dengan berbagai referensi budaya lokal yang terasa familier, game ini punya identitas yang cukup menyegarkan, khususnya buat para gamer dari kawasan Asia Tenggara.
Berdasarkan pengalaman hands-on kami sejauh ini, Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale terlihat sebagai game petualangan yang cukup menjanjikan dan layak buat dinantikan. Kami sendiri penasaran melihat bagaimana perjalanan Kaya bakal berkembang nantinya, sekaligus bagaimana developer terus menggabungkan mekanik rhythm, puzzle, dan berbagai elemen budaya Asia Tenggara menjadi satu pengalaman bermain yang unik.
Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale akan dirilis pada tahun 2027 untuk PlayStation 5, Xbox Series, Switch 2, dan PC. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post