Salah satu daya tarik terbesar dari Two Point Museum adalah kebebasan buat membangun museum dari nol, mengoleksi berbagai pameran, mendesain ruang eksibisi, sampai memastikan semua pengunjung puas sambil tetap menghasilkan keuntungan. Tapi lewat DLC Rides & Relics, fokus gamenya sekarang mulai bergeser ke area outdoor dengan menghadirkan berbagai wahana permainan, termasuk sistem pembangunan roller coaster yang memungkinkan pemain mendesain sendiri jalur lintasannya.
Sekilas, ekspansi ini memang terdengar menarik karena sekarang pemain bisa membangun taman hiburan sendiri sebagai bagian dari museum. Jadi, pengunjung nggak cuma datang buat melihat koleksi pameran, tapi juga bisa menikmati berbagai wahana seru. Setelah menghabiskan sekitar 15 sampai 16 jam memainkan DLC ini, kami merasa kalau Rides & Relics memang berhasil memberikan pengalaman yang cukup fresh. Seperti apa detailnya? Mari simak!
Dari Museum Indoor Jadi Taman Hiburan Outdoor

Rides & Relics memperkenalkan map baru bernama Riquetti Gardens. Berbeda dari game utamanya yang lebih berfokus pada pembangunan ruang pameran indoor, kali ini pemain ditantang buat membangun taman hiburan outdoor dengan berbagai atraksi seperti komidi putar, wahana cangkir berputar, pendulum, bianglala, sampai ayunan berputar.
Map barunya sendiri terbilang cukup luas. Selain area awal, pemain nantinya bisa membuka sekitar empat sampai lima lahan tambahan di sekitarnya seiring perkembangan taman hiburan. Tapi jangan salah, map yang luas bukan berarti kita punya banyak ruang kosong buat membangun semuanya. Kebanyakan wahana punya ukuran cukup besar, sehingga memasukkan semua atraksi yang tersedia, bahkan cuma satu unit untuk setiap jenisnya, tetap membutuhkan perencanaan yang matang. Buat pemain yang suka dekorasi dan mengatur tata letak jalan maupun wahana secara detail, keterbatasan ruang ini mungkin bakal cukup terasa.

Dari sisi manajemen, sebagian besar mekaniknya masih mengikuti formula yang sama seperti game utama. Pemain tetap harus memperhatikan kebutuhan pengunjung, mulai dari rasa lapar, energi, sampai kebersihan, sambil mencari pemasukan lewat tiket masuk, penjualan suvenir, dan berbagai stan makanan. Setiap wahana juga punya harga tiket masing-masing yang bisa kita atur sendiri sesuai strategi bisnis.
Menariknya, wahana permainan sekarang juga punya sistem Knowledge tersendiri. Berbeda dari koleksi museum yang Knowledge-nya bisa ditingkatkan dengan memasang papan informasi di sekitarnya, wahana justru mengharuskan pemain memenangkan penghargaan tahunan buat mendapatkan medali. Setiap wahana punya tiga medali yang bisa dikumpulkan. Selain itu, untuk melakukan upgrade wahana, pemain juga membutuhkan blueprint yang didapatkan lewat ekspedisi. Jadi, sistem pengelolaan taman hiburan dan eksplorasi masih punya hubungan satu sama lain.
Secara keseluruhan, gameplay manajemennya sebenarnya masih sangat familier, hanya saja sekarang diterapkan ke taman hiburan. Buat pemain yang sebelumnya sudah menghabiskan banyak waktu di Two Point Museum, harusnya nggak bakal kesulitan buat beradaptasi. Tapi di sisi lain, ini juga berarti DLC tersebut nggak membawa terlalu banyak perubahan besar pada mekanik manajemen utamanya.
Bebas Mendesain Roller Coaster Jadi Daya Tarik Terbesar

Kalau harus memilih satu fitur yang paling bikin Rides & Relics menarik buat dicoba, jawabannya jelas sistem pembangunan roller coaster.
Berbeda dari wahana biasa yang umumnya tinggal dipasang lewat blueprint dan dibuatkan antrean, roller coaster mengharuskan pemain mendesain sendiri jalur lintasannya setelah mendapatkan blueprint yang dibutuhkan. Kita bisa mengatur panjang lintasan, ketinggian, tingkat kemiringan, sampai menggunakan berbagai jenis trek seperti jalur standar, booster untuk menambah kecepatan, dan rem buat memperlambat laju kereta.
Sistem ini bikin pemain nggak cuma sekadar menaruh wahana di area kosong, tapi juga bisa benar-benar bereksperimen dengan desain sendiri. Mau bikin roller coaster yang relatif santai atau justru lintasan ekstrem dengan turunan curam dan perubahan ketinggian yang drastis, semuanya bisa disesuaikan dengan kreativitas masing-masing.
Memang, proses pembangunannya agak membingungkan saat pertama kali dicoba. Ada beberapa batasan dalam pemasangan trek, terutama kalau lintasannya terlalu dekat dengan jalur lain atau posisinya dianggap nggak valid oleh game. Biasanya, bagian yang bermasalah bakal muncul sebagai bayangan trek atau garis putus-putus, sehingga kita harus mengatur ulang desainnya sampai bisa dipasang dengan benar. Tapi setelah mulai memahami mekaniknya, proses membangun roller coaster terasa jauh lebih gampang dan intuitif.

Secara pribadi, salah satu desain yang paling memuaskan buat kami adalah membangun trek setinggi mungkin, kemudian memasang beberapa bagian booster supaya roller coaster bisa melaju kencang sebelum akhirnya menukik tajam ke bawah. Desain seperti ini bisa meningkatkan nilai Thrill dan Buzz secara signifikan, yang nantinya ikut membantu meningkatkan kepuasan pengunjung.
Tapi tentu saja, wahana yang semakin ekstrem bukan berarti bakal cocok buat semua orang. Roller coaster dengan intensitas terlalu tinggi juga meningkatkan kemungkinan pengunjung muntah setelah menaikinya. Memang ada Janitor yang bisa membersihkan kekacauan tersebut, tapi mereka tetap nggak bisa sepenuhnya mencegah masalahnya. Jadi, pemain harus pintar menyeimbangkan antara membuat wahana yang seru dan menjaga kenyamanan pengunjung.

Melihat beberapa roller coaster hasil desain sendiri beroperasi di berbagai sudut taman hiburan memang memberikan kepuasan tersendiri. Dibanding cuma memasang wahana yang desainnya sudah tersedia, kebebasan membangun lintasan seperti ini memberikan ruang kreativitas yang jauh lebih besar dan menurut kami menjadi fitur paling menyegarkan dari DLC ini.
Sayangnya, ada satu keterbatasan yang cukup mengganggu, yaitu memindahkan roller coaster yang sudah dibangun bisa membuat desain lintasan custom-nya ter-reset atau bahkan hilang. Buat pemain yang suka mengatur ulang posisi wahana atau bereksperimen dengan layout taman hiburan, masalah ini jelas cukup merepotkan. Apalagi membangun satu lintasan roller coaster terkadang membutuhkan waktu lumayan lama dan beberapa kali penyesuaian supaya hasilnya sesuai keinginan. Jadi, kalau harus membangun ulang seluruh trek cuma gara-gara ingin memindahkan posisi wahana, rasanya malah bikin malas buat bereksperimen lagi.
Ekspedisi dan Unlock Wahana Awalnya Seru, Tapi Lama-Lama Repetitif

Ekspedisi masih menjadi salah satu bagian penting dalam Rides & Relics. Pemain bisa mengirim staf ke lokasi baru bernama Gearbox Fairground buat melakukan investigasi, mendapatkan blueprint wahana, dan secara bertahap membuka berbagai atraksi yang lebih canggih.
DLC ini juga memperkenalkan Funfair Experts, yaitu staf spesialis yang bisa direkrut buat membantu merawat, melakukan upgrade, sekaligus memberikan penjelasan mengenai wahana permainan. Kehadiran mereka tentu menjadi tambahan penting buat mendukung operasional taman hiburan.
Pada awal permainan, sistem ekspedisinya masih terasa cukup menarik. Uang yang kita miliki belum terlalu banyak, sementara staf yang dikirim juga punya risiko mengalami cedera atau bahkan hilang selama menjalankan tugas. Karena itu, pemain harus benar-benar memperhatikan persyaratan dan risiko dari setiap ekspedisi sebelum memutuskan buat mengirim seseorang. Blueprint yang didapatkan juga sangat penting buat membangun dan meningkatkan level wahana, sehingga aktivitas eksplorasi tetap terasa punya hubungan yang jelas dengan perkembangan taman hiburan.

Masalahnya mulai terasa ketika progres permainan sudah semakin jauh. Buat mendapatkan blueprint level lebih tinggi, pemain harus kembali mengunjungi lokasi investigasi yang sama dan mengulang berbagai tugas serupa berkali-kali. Belum lagi ada kemungkinan ekspedisi menghasilkan traits duplikat, sehingga nggak semua perjalanan benar-benar memberikan progres yang berarti.
Beberapa objective juga mengharuskan pemain memenuhi kondisi tertentu sebelum bisa melanjutkan progres. Bahkan setelah semua pembangunan yang dibutuhkan selesai, terkadang kita masih harus menunggu objective lain terpenuhi lebih dulu. Hal seperti ini bikin pacing permainan terasa cukup lambat, sampai ada momen ketika pilihan paling masuk akal justru membiarkan game berjalan sendiri sambil menunggu objective selesai.
Buat pemain completionist yang memang suka mengoleksi semuanya, membuka seluruh wahana, dan mendapatkan setiap medali yang tersedia, sistem ini masih bisa memberikan alasan buat terus bermain. Tapi buat mereka yang lebih fokus menyelesaikan objective utama, pengulangan ekspedisi seperti ini berpotensi terasa melelahkan menjelang akhir permainan.
Konsep Museum dan Taman Hiburan Memang Ada di Dunia Nyata, Tapi Wahananya Terlalu Dominan

Menggabungkan museum dengan berbagai wahana taman hiburan mungkin terdengar seperti konsep yang agak aneh. Tapi sebenarnya, ide seperti ini bukan sesuatu yang sepenuhnya jauh dari kenyataan.
Menurut FAQ resmi dari developer, mereka mengambil inspirasi dari berbagai museum bertema fairground di Inggris dan Eropa yang memamerkan wahana permainan tradisional maupun klasik. Tujuannya adalah membawa berbagai atraksi yang punya nilai sejarah tersebut ke dalam dunia Two Point Museum.
Di dunia nyata, National Fairground Museum di Inggris menyimpan berbagai wahana fairground bersejarah beserta artefak terkait yang mendokumentasikan perkembangan budaya taman hiburan. Sementara itu, New York State Museum di Amerika Serikat juga memamerkan sebuah komidi putar yang berasal dari sekitar tahun 1914. Ini menunjukkan kalau wahana permainan sebenarnya juga bisa menjadi bagian dari koleksi museum yang punya nilai sejarah dan budaya.
Contoh tersebut membuktikan kalau wahana taman hiburan memang punya nilai historis dan budaya yang menarik buat diangkat, sehingga konsep seperti ini sebenarnya cukup masuk akal buat sebuah game bertema museum.

Sayangnya, berdasarkan pengalaman kami memainkan Rides & Relics, penggabungan kedua konsep tersebut masih terasa cukup dangkal. Walaupun DLC ini tetap mempertahankan beberapa mekanik manajemen museum, sebagian besar waktu bermain justru dihabiskan buat membangun roller coaster, mengelola wahana, mengatur layout outdoor, dan mencari blueprint melalui ekspedisi.
Dengan kata lain, hal baru yang paling terasa dari DLC ini lebih banyak datang dari gameplay manajemen taman hiburannya, bukan dari perkembangan pengalaman mengelola museum itu sendiri.
Pemain yang berharap mendapatkan lebih banyak koleksi pameran tentang sejarah wahana permainan, konten eksibisi indoor yang lebih kaya, atau interaksi lebih mendalam antara museum dan taman hiburan mungkin bakal sedikit kecewa. Sebaliknya, kalau memang suka game manajemen taman hiburan atau sejak lama ingin melihat wahana berskala besar hadir di seri Two Point, arah yang diambil DLC ini justru bisa terasa cukup menarik.
Kontennya Lumayan, Tapi Nggak Banyak Alasan Buat Main Lebih Lama

Dari segi jumlah konten, Rides & Relics sebenarnya menawarkan durasi permainan yang cukup masuk akal. Kami membutuhkan sekitar 12 jam buat membuka seluruh area map, kemudian menghabiskan beberapa jam tambahan untuk terus melakukan upgrade wahana sampai total playtime mencapai kurang lebih 16 jam. Buat pemain yang nggak terlalu mementingkan dekorasi, layout detail, atau menyelesaikan semua objective completionist, sebagian besar kontennya kemungkinan sudah bisa dinikmati dalam waktu sekitar 10 sampai 12 jam.
Membuka semua konten juga sebenarnya nggak terlalu sulit selama pemain bisa mengatur keuangan dengan baik. Menghindari pembangunan wahana duplikat yang nggak diperlukan dan nggak menghabiskan terlalu banyak uang buat merekrut staf sudah cukup membantu menjaga perkembangan taman hiburan tetap stabil.
Meski begitu, masalah pacing yang lambat masih cukup terasa. Beberapa ekspedisi membutuhkan persyaratan tertentu, hasil investigasi terkadang memberikan traits duplikat, dan ada objective yang mengharuskan pemain menunggu museum beroperasi selama beberapa waktu sebelum bisa diselesaikan. Memang, mekanik seperti ini secara nggak langsung memperpanjang durasi permainan, tapi bukan berarti selalu ada aktivitas menarik yang bisa dilakukan selama menunggu.

Setelah semua lokasi investigasi, wahana utama, dan upgrade berhasil dibuka, sebenarnya nggak terlalu banyak lagi hal yang bisa dikerjakan. Pemain yang suka dekorasi dan bereksperimen dengan layout mungkin masih bakal betah mengutak-atik taman hiburannya, termasuk menyempurnakan desain roller coaster supaya semakin optimal. Tapi buat pemain yang motivasi utamanya adalah menyelesaikan objective dan membuka konten baru, keinginan buat terus bermain kemungkinan bakal mulai berkurang menjelang akhir.
Dari sisi teknis, kami sendiri nggak menemukan masalah berarti atau bug besar selama memainkan DLC ini, jadi pengalaman bermain secara keseluruhan terasa cukup mulus. Kekurangan utamanya justru lebih banyak datang dari konten yang repetitif dan beberapa batasan gameplay, bukan masalah teknis.
Kesimpulan

Secara keseluruhan, Two Point Museum: Rides & Relics berhasil menawarkan suasana baru yang cukup menyegarkan, walaupun nggak benar-benar mengubah formula manajemen yang sudah ada di game utamanya.
Kelebihan terbesarnya jelas ada pada sistem pembangunan roller coaster. Kebebasan mendesain lintasan sendiri, mengatur intensitas wahana, sampai melihat hasil kreasi kita beroperasi di seluruh taman hiburan memberikan pengalaman yang jauh lebih menarik dibanding cuma memasang atraksi dengan desain yang sudah ditentukan. Ditambah map outdoor baru dan berbagai jenis wahana yang tersedia, DLC ini berhasil membawa Two Point Museum ke arah yang sedikit berbeda.
Sayangnya, aktivitas ekspedisi mulai terasa repetitif menjelang akhir permainan, sebagian besar mekanik manajemennya masih mengambil langsung dari base game, dan konten tambahan yang benar-benar berhubungan dengan museum juga relatif sedikit. Jadi, pemain yang berharap mendapatkan koleksi pameran lebih banyak dan pengalaman mengelola eksibisi yang semakin mendalam mungkin bakal merasa ekspansi ini belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi.
Kami tetap merekomendasikan Rides & Relics buat fans seri Two Point, penggemar game simulasi manajemen, dan siapa saja yang tertarik mendesain roller coaster sendiri. Kalau sudah punya Two Point Museum dan memang suka konsep mengelola taman hiburan, DLC ini cukup layak dipertimbangkan. Tapi kalau mencari simulasi roller coaster yang benar-benar mendalam atau perkembangan besar pada sistem manajemen museum, mungkin lebih baik menunggu diskon terlebih dahulu.
Sementara buat pemain yang belum pernah mencoba Two Point Museum, kami lebih menyarankan buat memainkan base game-nya dulu sebelum memutuskan membeli DLC ini. Pada akhirnya, Rides & Relics lebih terasa seperti ekspansi yang membawa pengalaman manajemen museum ke area outdoor, bukan sebuah perubahan besar terhadap mekanik utama gamenya.
DLC Two Point Museum: Rides & Relics sudah resmi dirilis. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id











Discussion about this post