Capcom ngumumin kalau terjadi kebocoran data yang berdampak ke 11.774.247 akun Capcom ID. Capcom ID sendiri merupakan akun gratis yang dibutuhkan buat mengakses fitur online di beberapa game mereka, termasuk Street Fighter 6. Insiden ini terdeteksi minggu ini setelah pihak ketiga yang nggak berwenang berhasil mengakses data pengguna.
Data yang sempat diakses mencakup alamat email, informasi identifier tertentu, tanggal dan waktu akun dibuat, waktu login terakhir, jumlah total login, sampai alamat IP yang dipakai saat login terakhir. Jadi meskipun bukan data pembayaran, jumlah informasi yang ikut terekspos tetap cukup banyak.

Dalam kasus 43 akun, attacker juga berhasil melihat data tambahan seperti tanggal lahir, gender, negara atau region, serta nickname. Untungnya, password yang dibuat langsung oleh pengguna disebut nggak berhasil diakses dalam insiden ini.
Meski begitu, attacker sempat berhasil mengubah password 196 akun tanpa izin. Capcom bilang password akun-akun tersebut sudah langsung di-reset supaya nggak bisa dipakai buat mengambil alih akun. Selain 196 akun tadi, pengguna lain seharusnya masih bisa memakai Capcom ID seperti biasa.

Capcom juga memastikan informasi kartu kredit nggak terdampak oleh kebocoran ini. Perusahaan bakal menghubungi pengguna yang akunnya diketahui sempat diakses. Tapi karena alamat email ikut terekspos, Capcom mengingatkan pemain buat ekstra hati-hati terhadap email palsu yang pura-pura berasal dari Capcom, terutama kalau isinya minta klik link atau buka file attachment.
Capcom bilang mereka menganggap masalah ini sangat serius dan investigasinya masih terus berjalan. Hasil investigasi nantinya bakal dipakai buat memperkuat sistem keamanan dan mencegah kejadian serupa terulang. Kalau ada fakta baru yang perlu diumumin, Capcom juga janji bakal ngasih update lewat website resmi dan kanal lainnya, sekaligus kembali meminta maaf ke pemain dan pihak lain yang terdampak.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post