gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Review Coffee Talk Episode 2: Hibiscus & Butterfly – Kembali Tenggelam dalam Kenyamanan!

Fadhil by Fadhil
May 10, 2023
in Konsol, Nintendo Switch, PC, PlayStation 4, PlayStation 5, Review, Xbox One, Xbox Series S, Xbox Series X
0
Review Coffee Talk Episode 2: Hibiscus & Butterfly – Kembali Tenggelam dalam Kenyamanan!

Simak review kami untuk Coffee Talk Episode 2: Hibiscus & Butterfly yang merupakan game baru keluaran Toge Productions

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Berkat kedudukan dari game original Coffee Talk yang berhasil menjadi salah satu game Indonesia tersukses, momentum ini dimanfaatkan Toge Productions untuk mengembangkan sekuelnya yang kebetulan sudah dirilis beberapa waktu lalu. Diberi judul Coffee Talk Episode 2: Hibiscus & Butterfly, game ini akan kembali menempatkanmu sebagai bartender di sebuah dunia modern yang berbaur dengan tema fantasi unik, di mana kamu akan diberi banyak momen untuk menjalin interaksi bermakna dengan para pelanggan memorable.

Lewat pondasi dari game pertamanya yang sudah begitu kuat, pihak developer kali ini jadi bisa menaruh banyak perhatian untuk perombakan baru dan eksekusi ceritanya sendiri yang memang jadi salah satu nilai jual utama. Lalu seberapa berbedanya sekuel baru ini? dan apakah pengalaman bermain yang ditawarkannya terasa lebih mengena? Langsung saja simak rangkuman review kami!

Presentasi Konsisten

Sama seperti game pertamanya, Coffee Talk Episode 2 dikemas dalam grafis dengan style pixel art yang memang sesuai dengan selera pribadi kami. Secara keseluruhan presentasinya terlihat indah dan pixel art untuk karakternya juga lebih halus, tapi di saat bersamaan kamu masih bisa melihat pesona dari style retro yang kentara tersebut. Selain itu kami menyadari bagaimana karakternya kali ini jauh lebih ekspresif dengan perubahan gaya animasi beragam menyesuaikan momen.

Meski sekilas presentasinya terlihat mirip, ada satu perombakan kecil pada bagian tab log pesan yang baru. Tab log pesan memungkinkanmu untuk melihat dialog sebelumnya, di mana pada game pertamanya tab ini terlihat seperti log SMS biasa di ponselmu. Sementara yang baru ini terlihat lebih rapi dan kohesif dengan menambahkan potret karakter yang sedang berbicara.

Style visualnya yang indah ini semakin dilengkapi dengan soundtrack hiphop ala LoFi berkualitas garapan Andrew Jeremy. Dia juga sempat menangani pembuatan musik di game pertamanya, jadi kamu bisa langsung merasakan sensasi familiar dari musiknya. Sisi presentasi yang begitu menenangkan inilah yang menjadi salah satu bagian terfavorit kami di game pertamanya, dan hal yang sama juga berlaku kuat di sekuelnya ini.

Nikmatnya Jadi Bartender

Mekanisme gameplay utama meracik minuman hangat tentunya masih dibawa dan juga hampir sama. Kamu masih bisa mencampur berbagai bahan dan menyajikan minuman sesuai keinginan pelanggan. Bedanya kali ini akan mendapatkan akses ke dua bahan dasar baru (jadinya pembuatan minuman dalam game ini menggabungkan bahan-bahan dari tiga bagian: bahan dasar, primer, dan sekunder) dalam bentuk Butterfly Pea dan Hibiscus; yang juga menambah banyak kombinasi campuran yang terlihat menarik secara visual dan menggugah selera.

Meracik minuman bisa jadi aktivitas yang mudah dan menantang di saat bersamaan, tergantung skenario khusus. Cukup mudah ketika pelanggan benar-benar memberi tahumu semua bahan yang mereka inginkan dalam minuman. Sementara bagian yang sulit saat membuat minuman baru akan terasa ketika pelanggan menjadi sedikit abstrak saat menjelaskan minuman yang mereka inginkan, jadi kamu harus punya pemahaman lebih akan karakteristik bahan atau cara menerka gambaran mereka.

Mengingat bagaimana kamu tidak akan memulai gamenya dengan Brewpad lengkap (ini seperti glosarium semua minuman dalam gamenya) yang tidak terkunci, kamu harus mencoba dan menguraikan apa yang mereka cari. Karena urutan kombinasi antara bahan utama dan bahan sekunder sangat penting, kamu mungkin harus meluangkan waktu untuk mencoba berbagai kombinasi untuk membuat minuman yang tepat. Sebagai contoh minuman yang terdiri dari Butterfly Pea sebagai bahan dasar, susu sebagai bahan primer dan madu sebagai bahan sekunder akan menghasilkan Dreamin’ Blue. Sementara menukar susu dengan madu akan menghasilkan Blue Marshmallow.

Ini mungkin bisa terasa sedikit menjengkelkan, tapi untungnya tidak ada konsekuensi serius pada progress gamenya ketika kamu menyajikan minuman yang salah kepada pelanggan. Tentu saja ini hanya berlaku jika kamu tidak keberatan menerima reaksi kecewa pelanggan atau komentar negatif mereka. Meskipun sebagian besar gameplay masih sama dengan game pertama, kali ini ada fitur baru di mana pelanggan bisa meninggalkan atau memberimu beberapa barang. Ini terutama bisa mendorong narasi gamenya dan mungkin memberikan lebih banyak latar belakang karakter yang ingin kamu kenali.

Selain itu ada beberapa momen di mana game ini tidak secara langsung memberi petunjuk kepada siapa kamu harus memberikan item tertentu, dan kadang ada beberapa yang sudah jelas petunjuknya. Mungkin agak sulit untuk mencari tahu kepada siapa kamu harus memberikan item karena deskripsinya bisa sangat kasar, dan satu-satunya konteks yang bisa kamu dapat hanya dengan mengikuti cerita, jadi kamu memang harus menaruh perhatian serius pada dialog antar karakter yang bisa menjadi petunjuk utamanya.

Pelanggan Adalah Segalanya

Hadir sebagai sekuel, tentunya kamu akan disuguhkan dengan beberapa wajah baru yang memperkaya suasana Coffee Shop. Ada karakter seperti Lucas, satyr yang merupakan seorang influencer karismatik dan trendi yang terkadang bisa menjadi sedikit terlalu jujur. Ada juga Riona si banshee yang pekerjaan utamanya adalah kurir dan bercita-cita menjadi penyanyi sopran, hanya saja saat pertama kali bertemu dengannya, dia belum beruntung saat mengikuti audisinya.

Beberapa pelanggan ikonik dari game sebelumnya juga akan kembali muncul di Episode 2, dan kali ini mereka hadir dengan style baru. Tentunya tiga tahun sudah berlalu sejak game pertama, jadi beberapa di antaranya ikut mengalami perubahan di hidupnya, seperti Lua dan Baileys yang berawal sebagai pasangan dan kini sudah berencana untuk menikah. Selain dari sisi presentasi dan gameplay yang menenangkan hati, para karakter memorable dengan latar belakang berbeda inilah yang menjadi inti utama dari seri Coffee Talk, di mana kamu bisa menjalin kedekatan yang begitu kuat berkat pembawaan yang begitu manusiawi. Mereka digambarkan sebagai orang-orang biasa yang memiliki impian dan aspirasi kuatnya sendiri dalam menjalani hidup.

Dengan banyaknya game di era sekarang yang menampilkan alur cerita dan karakter rumit, rasanya memang menyegarkan bisa melihat karakter yang harus dipusingkan dengan masalah umum seperti di dunia nyata, baik itu yang berhubungan soal pekerjaan, keluarga, maupun kehidupan asmara. Pada akhirnya ini membuat karakter-karakternya terasa seperti seseorang yang mungkin sudah kamu kenal di kehidupan nyata, yang tentu berkontribusi pada seberapa mudahnya kamu untuk mendapat impresi yang lebih kuat.

Berbicara soal pelanggan, ada fitur baru yang bisa kamu akses di aplikasi Tomodachill (Aplikasi Media Sosial). Kamu bisa melihat kehidupan sehari-hari karakter yang akan muncul di feed dan akan hilang setelah satu hari berlalu. Distraksi yang cukup menarik memang, seperti bagaimana kamu bisa melihat Lucas dan Rachel yang cerdas dalam media sosial memperbarui status mereka seperti influencer yang bisa kamu lihat di Twitter atau Instagram. Kamu bahkan juga bisa memberikan “like” pada story unggahan mereka yang dirasa lucu, meski ini memang lebih seperti gimmick tanpa adanya pengaruh.

Selain itu cukup menyenangkan bisa melihat bagaimana beberapa pelanggan berbicara tentang hal-hal yang sempat terjadi di dunia Coffee Talk dan perkembangannya. Ini berhasil membuat percakapan antar karakter terasa sangat realistis dan pada saat yang sama memperluas aspek world building terlepas dari lingkup gameplay yang terbatas di toko kopimu.

Kesimpulan

Bisa kembali menikmati peran sebagai bartender di semesta Coffee Talk adalah momen pelepas stress yang begitu efektif. Meski tidak membawa evolusi yang begitu drastis, sekuelnya ini tetap menyuguhkan pengalaman bermain santai yang dipadu interaksi menggugah dengan karakter memorable, soundtrack LoFi menenangkan, serta gameplay simulasi adiktif layaknya sedang menikmati campuran aromatik favorit.

Jika kamu termasuk fans dari seri pertamanya, maka Coffee Talk Episode 2: Hibiscus & Butterfly pastinya adalah rekomendasi yang wajib untuk langsung dicoba. Tentu saja perlu diingatkan kembali kalau ini adalah game yang disuguhkan dalam format visual novel, jadi harus ada eksepktasi yang dijaga, apalagi bagi kalangan pemain yang sampai mengharapkan gameplay dengan elemen aksi. Ini adalah game simulasi yang menaruh fokus pada interaksi karakter, cerita menarik, dan gameplay santai untuk mengisi waktu luangmu dengan sesuatu yang lebih menenangkan hati.

Coffee Talk Episode 2: Hibiscus & Butterfly sudah tersedia di PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, Xbox Series, Nintendo Switch, dan PC. Sebagai informasi tambahan, gamenya nanti juga akan dipasarkan dalam versi fisik standar dan Collector’s Edition oleh publisher Serenity Forge.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id

The Review

Coffee Talk Episode 2: Hibiscus & Butterfly

8 Score

PROS

  • Hadirnya karakter baru dan lama yang semakin memperkuat interaksi cerita
  • Ragam bahan minuman baru yang ikut menambah opsi eksperimen
  • Pengalaman simulasi bartender yang masih begitu nyaman untuk dimainkan

CONS

  • Mekanisme pemberian item yang terkadang tidak memberi petunjuk jelas
  • Perombakan baru yang terasa masih nanggung, terutama dalam mengekspansi wajah semestanya

Review Breakdown

  • 8.0 0
Tags: Coffee Talk Episode 2: Hibiscus & ButterflyNintendo SwitchPCPS4PS5ReviewToge ProductionsXbox OneXbox Series
ShareTweetShare
Previous Post

Assassin’s Creed Mirage Ditunda, Rumornya Baru Akan Rilis Oktober 2023

Next Post

Wawancara dengan Pemeran Utama dan Sutradara Black Knight – Seri Drakor Survival Terbaru di Netflix!

Related Posts

FINAL FANTASY RESONANCE pada dasarnya adalah JRPG klasik yang terasa seperti surat cinta buat para penggemar Final Fantasy.
Konsol

Review FINAL FANTASY RESONANCE – Surat Cinta untuk Fans Final Fantasy Klasik

Sekarang Outlast sudah jadi salah satu nama besar di genre horror, lengkap dengan dua game utama, DLC, sampai game multiplayer.
Berita

Outlast Dulu Sempat Ditolak Publisher, Mereka Lebih Pilih Tanam Modal ke 10 Game Mobile

October 20, 2026
Saros telah merilis update "Zenith" yang menambah beragam konten dengan fokus tantangan ekstra serta aksesibilitas untuk pendatang baru
Berita

Saros Rilis Update Besar yang Tambah New Game+ Hingga Mode Boss Rush

October 20, 2026
Tim Sweeney kembali menegaskan kalau dia benar-benar percaya generative AI bakal punya peran besar di masa depan industri game.
Berita

Tim Sweeney Yakin AI Bakal Bawa Industri Game Masuk “Era Keemasan” Baru

October 20, 2026
Simak review kami untuk Stupid Never Dies yang hadir sebagai game perdana solid dan penuh daya tarik dari GPTRACK50
Konsol

Review Stupid Never Dies – Roguelite Penuh Daya Tarik dengan Gameplay yang Tersandung!

Game gacha RPG Stella Sora besutan Yostar akhirnya mendapat rilis versi Steam bersamaan dengan anniversary pertamanya
Berita

Stella Sora Akhirnya Kebagian Rilis di Steam Minggu Ini!

October 19, 2026
Next Post
Pada interview terbaru ini kami sudah merangkum percakapan eksklusif dengan pemeran utama serta sutradara Black Knight

Wawancara dengan Pemeran Utama dan Sutradara Black Knight - Seri Drakor Survival Terbaru di Netflix!

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Digimon Alysion rencananya akan membuka akses pra-registrasi untuk menyambut persiapan rilisnya di platform mobile dalam waktu dekat ini

Game Kartu ‘Digimon Alysion’ Akan Segera Buka Akses Pra-Registrasi Dalam Waktu Dekat!

by Fadhil
October 16, 2026
0

Digimon Alysion rencananya akan membuka akses pra-registrasi untuk menyambut persiapan rilisnya di platform mobile dalam waktu dekat ini.

Gundam Blitz Order baru saja diumumkan oleh Bandai Namco sebagai game simulasi idle terbaru franchisenya untuk platform mobile

Game Simulasi Idle ‘Gundam Blitz Order’ Resmi Diumumkan Untuk Android dan iOS

by Fadhil
October 15, 2026
0

Gundam Blitz Order baru saja diumumkan oleh Bandai Namco sebagai game simulasi idle terbaru franchisenya untuk platform mobile.

Sad Cat Studios lewat kerjasamanya dengan Atari dan The Knights of U akan merilisa REPLACED di platform Android pada 8 Desember mendatang

Game Petualangan Cyberpunk REPLACED Akan Rilis di Android Akhir Tahun Ini!

by Fadhil
October 14, 2026
0

Sad Cat Studios lewat kerjasamanya dengan Atari dan The Knights of U akan merilisa REPLACED di platform Android pada 8...

Perilisan Azur Promilia di wilayah global dalam versi bahasa Inggris terpaksa harus ditunda ke musim panas 2027

Azur Promilia Umumkan Open Beta Untuk Versi Inggris di Musim Panas 2027

by Fadhil
October 14, 2026
0

Perilisan Azur Promilia di wilayah global dalam versi bahasa Inggris terpaksa harus ditunda ke musim panas 2027.

BLEACH Mirrors High kini telah mencapai milestone 700 ribu pemain untuk akses pra-registrasi yang menjanjikan beragam reward menarik

Pra-Registrasi BLEACH Mirrors High Tembus 700 Ribu Pemain yang Ikut Unlock Beragam Reward Menarik

by Fadhil
October 13, 2026
0

BLEACH Mirrors High kini telah mencapai milestone 700 ribu pemain untuk akses pra-registrasi yang menjanjikan beragam reward menarik.

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd