Sepertinya banyak dari kita bisa setuju kalau 2024 mungkin adalah salah satu periode paling memprihatinkan dalam sejarah Microsoft Gaming / Xbox. Bagaimana tidak? Selain karena penutupan berbagai studio mereka termasuk yang memiliki track record gemilang seperti Tango Gameworks, mereka terus membuat blunder serta keputusan-keputusan lain yang mengundang tanda tanya. Kemarin adalah momen terbarunya, di mana Microsoft telah kembali melakukan PHK massal ke 650 karyawan mereka dari divisi gaming yang tergabung dalam Xbox dan Activision Blizzard.
Jika dihitung dari PHK massal yang sempat mereka lakukan pada Januari lalu, ini artinya Microsoft telah memangkas 2,550 staff dari divisi gamingnya yang membawa efek krusial seperti penutupan studio tadi, apalagi dari yang sudah berhasil mereka dapatkan dari akusisi besar-besaran atas ZeniMax Media hingga Activision Blizzard. Khusus untuk aksi PHK massal terbaru mereka, setidaknya Phil Spencer selaku bos besar Microsoft Gaming telah memastikan kalau ini tidak berdampak pada pembatalan game atau penutupan studio.
Microsoft to cut 650 more gaming jobs – mostly corporate and supporting functions (reportedly at Activision Blizzard)
“No games, devices or experiences are being cancelled and no studios are being closed as part of these adjustments today.”https://t.co/NajrrdwVG5 pic.twitter.com/yAS9kdoW5a
— Wario64 (@Wario64) September 12, 2024
Pemangkasan baru ini lebih berfokus pada staff corporate serta yang memiliki peran di bagian support. Tapi terlepas dari semua itu, tentunya banyak fans Xbox yang semakin khawatir dengan masa depan dari platform kesayangan mereka. Rilis game first-party Xbox pun kini sudah tidak lagi memiliki nilai eksklusivitas lebih seperti dulu, karena mereka sudah memutuskan untuk ikut memasarkannya ke platform kompetitor terbesar yaitu PlayStation, dengan judul paling baru yaitu Indiana Jones and the Great Circle yang akan rilis di PS5 pada musim semi 2025.
Semua perubahan drastis pada divisi Microsoft Gaming sejauh ini seolah menjadi penanda kalau strategi bisnis mereka sudah tidak lagi sama seperti dulu. Daripada berfokus menjadi salah satu penyedia platform konsol yang tidak kunjung bisa menyalip PlayStation maupun Nintendo, apalagi dengan investasi pada Game Pass serta akuisisi besar-besaran, tidak menutup kemungkinan kalau Xbox akan mulai bertransisi sebagai semacam publisher atau penyedia layanan yang dapat menjangkau konsumer dari berbagai platform.
Sumber: The Verge
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id













Discussion about this post