Busan Indie Connect Festival (BIC Fest) 2025 resmi sudah rampung dengan berbagai lineup game yang ambisius. Ajang ini menampilkan 283 game indie dari 32 negara, menjadikannya wadah para developer indie untuk unjuk gigi. Festival berlangsung pada 15–17 Agustus di BEXCO, Busan. Ada beberapa game yang kami lihat berpotensi tinggi, yuk intip apa saja gamenya!
GuGu Pizza : Delivering Pizza to the Space Station? Boss, this is just not right!

GuGu Pizza adalah game platformer 2.5D unik yang rilis di Steam Januari lalu, menampilkan dunia 3D dengan karakter 2D. Tugas pemain simpel, membawa dan menjaga lima kotak pizza agar tidak terjatuh tapi tanpa checkpoint, sekali jatuh harus mengulang dari awal. Meski tampilannya lucu, gameplaynya justru sulit dan mengundang emosi layaknya Only Up atau Getting Over It, namun tetap memuaskan saat berhasil ditamatkan. Menariknya, developer sengaja memberi judul super panjang hanya untuk menarik perhatian pemain.
Jelly Troops

Jelly Troops siap hadir September ini di Steam dan Nintendo Switch. Menghadirkan aksi PvP strategi cepat dengan desain yang lucu. Pemain berperan sebagai penyihir yang memimpin pasukan jelly untuk merebut bendera, sambil mengatur sumber daya Magic Fruits agar pasukan makin banyak. Tantangannya makin seru dengan kehadiran Golem yang bisa menghancurkan kedua kubu sekaligus, serta power-up seperti petir, bom, guardian, hingga invisibility yang menambah tantangan gamenya. Game ini mendukung mode split-screen maupun online, menyajikan visual lucu yang dibalut dengan strategi mendalam dan penuh tantangan.
Chord: The Loudest Hero

Sebuah game puzzle-adventure unik hadir dengan kontrol suara, pemain harus bernyanyi, berteriak, atau berbisik untuk memecahkan teka-teki dan melawan monster. Suara pemain mulai dari pitch, volume, hingga intonasi akan menentukan aksi dalam game, bahkan pertarungan boss dirancang dengan tema musik yang memaksa pemain memainkan suaranya vokalnya. Meski saat ini hanya tersedia dalam bahasa Korea, demo sudah bisa dicoba di Steam, dan versi bahasa Inggris kabarnya akan rilis tahun depan.
Cohen 1939

Sebuah game shooter top-down berlatar Birmingham tahun 1939 ini menghadirkan nuansa gangland Inggris dengan grafik dan visual yang cukup detail, mulai dari kostum karakter hingga properti latar. Pertarungan terasa cepat dan brutal dengan berbagai pilihan senjata seperti melee maupun ranged yang punya efek berbeda, sementara variasi level dan perilaku musuh memberi ruang strategi dalam setiap pertempuran. Visual in-game terlihat solid meski cutscene masih butuh polesan lebih. Akan dijadwalkan rilis tahun depan.
Only I Can See the Dungeon’s Secrets

Game platformer ini mengajak pemain menjelajahi dungeon untuk menyelidiki jebakan dan mekanisme sesuai dengan peta, sambil menghadapi monster yang terus mengejar atau hitungan mundur meteor yang memaksa menyelesaikan level dengan cepat. Tugas utama pemain adalah menandai jebakan yang berfungsi atau rusak lalu melaporkannya ke guild. Saat ini game hanya tersedia dalam bahasa Korea di Onstove, namun developer berencana merilis versi Steam dengan dukungan bahasa lain di masa depan.
Hellheart Breaker

Game roguelite dungeon-crawling ini punya twist unik dengan dating sistem, yang mana monster girl yang kamu kencani akan memberi kekuatan, sementara yang tidak justru berubah jadi boss yang harus kamu lawan.
Berlatar di kota bawah tanah Aashraya bernuansa Asia, kamu berperan sebagai karakter yang menderita amnesia yang terikat ramalan misterius dan bertemu berbagai tokoh seperti putri Naga, pandai besi Oni, atau Kitsune. Gameplaynnya menghadirkan dungeon run diisi dengan senjata, skill elemen, dan mekanisme acak, sementara di luar pertempuran kamu bisa memancing, belanja di pasar Kappa, dekorasi rumah, hingga ganti kostum. Perpaduan aksi cepat dengan dating sistem ini membuat setiap pilihan hubungan terasa penting antara cinta atau berkelana.
The Player Who Cannot Level Up

Game action-roguelite ini diadaptasi dari web novel dan webtoon populer Korea, dengan twist unik, sang protagonis Kim Kigyu terjebak di level 1, sehingga semua kekuatan bergantung pada penguasaan dua pedang Ego.
Kontrol game ini terasa mulus dengan kamera yang bebas dimainkan, double jump, dash, hingga combo flashy, ditambah skill spesial seperti Awakening dan Berserk yang bikin pertarungan makin intens. Setiap run dimulai di Ego Island, tempat kamu upgrade pedang karaktermu, lalu pilih skill acak yang terinspirasi dari karakter seperti Lu dan El untuk variasi gaya bertarung. Dengan blessing dan ability yang selalu berubah menjadikan tiap permainan terasa segar.
Monsterest

Game manajemen cozy ini mengajak pemain mengelola penginapan monster, yang di mana setiap hari tamu baru datang dan kamu harus menebang kayu untuk membuat perabotan penginapan, menghias kamar, serta memasak agar mereka betah dan mau kembali lagi.
Penginapan ini bisa diatur sesuka pemain mulai dari dinding, wallpaper, perabotan hingga hiasan. Sementara itu tiap tamu juga punya selera berbeda sehingga perlu ditempatkan di kamar yang sesuai. Sesekali, kamu juga harus keluar dan melawan monster, atau meluangkan waktu bersama tamu lewat aktivitas santai seperti memancing, berburu, jalan di hutan, hingga mengadakan pesta.
Demonya sudah tersedia di Steam dengan dukungan bahasa Inggris, menawarkan nuansa mirip Stardew Valley yang hangat dan bikin waktu terasa cepat berlalu.
Halchemist

Game ini menghadirkan dua karakter yang bisa kamu kendalikan untuk menjelajahi sebuah kerajaan runtuh. 2 karakter ini bernama Mercouri, alkemis muda dengan buku berjiwa yang berjalan di daratan, dan Hando, golem tangan raksasa yang mampu melayang di udara. Keduanya punya peran yang saling melengkapi, Mercouri andal dalam pertarungan jarak dekat serta interaksi dengan objek di darat, sedangkan Hando mampu menghadapi musuh di udara dan mencapai tempat-tempat yang lebih tinggi.
Untuk melewati jebakan, menyelesaikan teka-teki, dan menjelajahi dungeon, pemain perlu berganti kendali antara kedua karakter dengan strategi yang tepat. Bahkan ada twist menarik karena saat mengendalikan Hando, Mercouri menjadi tak terlihat. Kombinasi aksi cepat dengan mekanik pergantian karakter membuat eksplorasi terasa segar sekaligus memuaskan saat berhasil menguasainya.
Penutup
BIC 2025 berhasil menunjukkan betapa beragam dan kreatifnya dunia game indie. Dari petualangan yang dikendalikan suara hingga mengelola penginapan monster. Setiap game menghadirkan sentuhan unik mulai dari mekanik gameplay yang menantang, genre klasik dengan pendekatan yang segar, hingga cara baru berinteraksi dengan game. Seiring menuju jadwal rilis masing-masing, deretan judul ini menjanjikan pengalaman yang fresh bagi pemain yang mencari sesuatu di luar genre game mainstream.
Ini baru sedikit dari yang ada, masih banyak game indie lain di BIC yang layak dicoba, masing-masing dengan pesonanya sendiri.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post