gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

[IGDX 2025] Wawancara Eksklusif Troublemaker dengan Nanda Gamecom – Disebut Yakuza-nya Indonesia Hingga Troublemaker 3 Sudah Dibuat!

Taufik by Taufik
October 10, 2025
in Event, Industri, Konsol, PC, Wawancara
0
Kami mendapatkan kesempatan wawancara dengan Nanda, Game Director, Producer, dan Writer untuk seri Troublemaker sekaligus CEO.

Kami mendapatkan kesempatan wawancara dengan Nanda, Game Director, Producer, dan Writer untuk seri Troublemaker sekaligus CEO.

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Kami mendapatkan kesempatan wawancara dengan Nanda, Game Director, Producer, dan Writer untuk seri Troublemaker sekaligus CEO dari Gamecom Team Studio. Wawancara ini berlangsung di ajang Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2025 yang digelar di Bali, dari tanggal 9 sampai 11 Oktober.

Dari wawancara ini, Nanda cerita banyak tentang gimana Troublemaker berkembang dari proyek kecil jadi seri yang kini dikenal luas, bukan cuma karena gameplay-nya yang seru, tapi juga karena keberaniannya tampil beda dengan gaya humor khas Indonesia. Mulai dari proses pengembangan, respon pemain, sampai rencana besar berikutnya. Seperti apa detailnya? Mari simak artikelnya!

Nanda - Game Director, Producer, dan Writer untuk seri Troublemaker sekaligus CEO dari Gamecom Team Studio
Nanda – Game Director, Producer, dan Writer untuk seri Troublemaker sekaligus CEO dari Gamecom Team Studio

Pengenalan Sinkat Nanda & Troublemaker

Nama Nanda mungkin sudah tak asing bagi para gamer Indonesia yang mengikuti perkembangan game lokal. Sebagai Game Director, Producer, dan Writer dari Troublemaker Series, sekaligus CEO Gamecom Team Studio, Nanda adalah otak di balik salah satu IP game lokal ini. Ia membuka ceritanya dengan nada santai, “Saya Nanda dari Gamecom Team Studio. Kita berbasis di Jakarta, dan sekarang sudah merilis dua game besar, Troublemaker 1 di tahun 2023, dan baru dua minggu lalu Troublemaker 2 di Steam.”

Game-nya tak cuma hadir di Steam, tapi juga sempat meluncur di platform besar lain seperti GOG, Epic Games, bahkan Xbox dan Switch. Nanda bercerita kalau Troublemaker 2 saat ini memang baru rilis di PC, tapi versi konsol sedang digarap. “Sekarang sudah dapat review positif juga di Steam, banyak streamer Indonesia yang main. Jadi bisa dibilang kita berhasil di komunitas lokal. Langkah berikutnya? Bawa IP ini ke luar negeri.”

Reaksi Gamer Terhadap Troublemaker 2

Kalau ada satu hal yang bikin Nanda santai menanggapi kritik, itu karena dia tahu siapa audiensnya. Troublemaker 2 hadir dengan gaya humor khas — sarkastik, kadang nyeleneh, dan itu memang bukan selera semua orang. “Kayak dua sisi koin,” katanya. “Yang suka, suka banget. Kita bahkan punya fanbase aktif di media sosial. Begitu Troublemaker 2 rilis, langsung pada nanya ‘Kapan Troublemaker 3?’”

Namun di sisi lain, ada juga yang nggak nyambung dengan humornya. “Yang nggak suka jenis game kayak gini pasti bakal benci banget,” lanjutnya sambil tertawa kecil. “Tapi ya nggak apa-apa. Kita udah punya fanbase sendiri. Yang suka, cinta banget. Yang nggak suka, ya nggak suka aja. Tapi itu bagus.”

Bagi Nanda, reaksi ekstrem itu justru tanda bahwa Troublemaker sudah punya identitas kuat. Bukan sekadar game, tapi sudah jadi semacam simbol untuk gamer yang kangen dengan game lokal yang berani tampil beda.

Kenapa Selalu Mulai dari PC?

Bagi banyak developer indie di Indonesia, rilis di PC dulu adalah langkah logis, bukan cuma karena pasar, tapi juga teknis. “Soalnya kita nggak punya dev kit, susah banget bawa dev kit ke Indonesia,” jelas Nanda. Ia menambahkan kalau versi Xbox dari Troublemaker 1 bahkan dikerjakan secara remote lewat publisher yang berbasis di Amerika. “Kita porting sendiri, tapi dev kit-nya di US, jadi ya ribet banget. Makanya sekarang fokus ke PC dulu, baru porting nanti.”

Menariknya, versi Switch Troublemaker justru dikerjakan langsung oleh pihak publisher, sementara tim Gamecom tetap fokus di hal yang mereka kuasai: bikin gamenya. “Intinya, yang bisa kita kontrol sepenuhnya ya versi PC,” ujarnya. “Setelah itu baru deh ke konsol.”

Dari 10 ke 18 Orang, Perjalanan Tim Gamecom

Nanda dengan bangga menyebut bahwa semua yang dikerjakan Gamecom adalah hasil kerja internal. “Sekarang tim total 18 orang, semuanya in-house. Nggak ada outsourcing,” katanya. Tapi jumlah itu bukan datang tiba-tiba.

“Troublemaker pertama itu cuma dibuat sama 10 orang. Troublemaker 2 naik jadi 12 orang. Sekarang buat project baru, totalnya 18.” Ia sempat membuka lowongan baru sekitar Mei lalu yang katanya untuk “proyek selanjutnya”, tanda kalau Gamecom sedang bersiap menuju tahap yang lebih besar.

Buat ukuran studio indie, 18 orang termasuk besar. Tapi dengan tanggung jawab yang makin banyak, Nanda sadar manajemen jadi kunci. “Ya, makin besar tim, makin banyak tanggung jawabnya. Tapi kita tumbuh bareng. Dari nggak bisa, jadi bisa. Dari kecil, pelan-pelan makin matang.”

Troublemaker 3 Sudah Mulai Dikerjakan

Ketika ditanya soal “apakah game ketiganya” sudah dikerjakan, Nanda menjawab “iya” dan langsung tersenyum, “Udah mulai, udah. Akan diumumkan segera. Sekarang kita lagi ngerjain proyek berikutnya.” Dan ya, genre-nya masih sama, open-world action comedy yang udah jadi ciri khas mereka. “Kita mau fokus ke tipe game ini, kayak Yakuza. Kita udah punya fanbase, dan mereka suka gaya kayak gini.”

Inpirasi dari Yakuza

Inspirasi dari seri Yakuza memang nggak disembunyikan. “Saya fans berat Yakuza,” ujarnya. “Kalau kamu lihat, game kayak Battlefield ada Call of Duty, PES ada FIFA, tapi Yakuza? Nggak ada yang lain kayak dia.”

Itulah alasan kenapa Troublemaker lahir: menciptakan “versi Indonesia-nya Yakuza”. Nanda menjelaskan proses evolusi mereka dengan sederhana, “Game pertama fokus di action. Game kedua, kita bikin open world. Game berikutnya, bakal naik lagi levelnya, sampai akhirnya bisa sejajar sama Yakuza.”

Tantangan dan Keyakinan

Bikin game open-world bukan hal kecil, apalagi buat tim kecil di Indonesia. Tapi Nanda justru menganggapnya sebagai tantangan yang seru. “Fun fact,” katanya sambil tertawa, “Troublemaker 1 itu dibuat sama 10 orang, tapi yang udah punya pengalaman bikin game cuma dua, saya dan satu teman 3D. Sisanya, semua ini game pertama mereka.”

Hal yang sama terjadi di Troublemaker 2. Tanpa pengalaman bikin open-world sebelumnya, mereka berhasil menuntaskan game itu dalam dua tahun. “Jadi buat proyek berikutnya, saya yakin banget tim saya bisa. Kita udah buktikan dua kali.”

Lebih dari Sekadar Game

Bagi Nanda, Troublemaker 2 bukan cuma kelanjutan cerita, tapi simbol dari apa yang bisa dicapai developer Indonesia kalau berani melangkah. “Ini game terbesar kita sejauh ini,” ujarnya. “Game open-world action comedy pertama kita, dan ini baru permulaan dari apa yang bakal kita bangun di tahun-tahun ke depan.”

Ia menutup dengan ajakan sederhana tapi percaya diri: “Kalau kamu nyari game open-world dari Asia Tenggara, ya Troublemaker 2 jawabannya. Coba mainin.”

Nanda – Game Director, Producer, dan Writer untuk seri Troublemaker sekaligus CEO dari Gamecom Team Studio

Nah, itulah wawancara kami dengan Nanda mengenai game Troublemaker. Jika tertarik untuk memainkan game besutan Gamescom tersebut, Troublemaker pertama dan kedua sudah bisa dimainkan di PC melalui Steam.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: Gamecom TeamIGDX 2025InterviewNandaWawancara
ShareTweetShare
Previous Post

Romancing SaGa – Minstrel Song Remastered International Hadir Desember ini, Kini Dukung 4 Bahasa Baru

Next Post

Game Simulasi Baru di PlayStation Store Disebut Jiplak Animal Crossing

Related Posts

Salah satu yang paling sering dirumorkan adalah remake dari Resident Evil 0 yang hingga sekarang masih belum diumumkan.
Berita

Rumor: Resident Evil 0 Remake Dikerjakan Ulang dari Awal, Kini Ditangani Tim Utama Capcom

June 12, 2026
Menyambut rilisnya Digimon Story Time Stranger di Nintendo Switch, kini para pemain sudah bisa menjajalnya lebih dulu lewat versi demo
Berita

Digimon Story Time Stranger Rilis Versi Demo untuk Nintendo Switch dan Nintendo Switch 2

June 12, 2026
Trails from Zero dan Trails to Azure tidak lama lagi akhirnya juga akan kebagian rilis di PlayStation 5 dan Nintendo Switch 2
Berita

Trails from Zero dan Trails to Azure Tetapkan Jadwal Rilis untuk Versi PS5 dan Nintendo Switch 2

June 12, 2026
Square Enix berbagi banyak detail baru mengenai premis cerita dan gameplay yang ditawarkan Dragon Quest Monsters: The Withered World
Berita

Dragon Quest Monsters: The Withered World Bagi Banyak Detail Baru, Rilis Akhir 2026!

June 12, 2026
Sudah hampir delapan tahun sejak The Elder Scrolls 6 pertama kali diumumkan lewat teaser singkat di E3 2018.
Berita

8 Tahun Tanpa Kabar, The Elder Scrolls 6 Disebut Udah Terlihat Sangat Mengagumkan

June 12, 2026
Game Terlalu Bermasalah, Kini Snowbreak Ikut Tunda Rilis Update Barunya
Android

Game Terlalu Bermasalah, Kini Snowbreak Ikut Tunda Rilis Update Barunya

June 12, 2026
Next Post
Game Simulasi Baru di PlayStation Store Disebut Jiplak Animal Crossing

Game Simulasi Baru di PlayStation Store Disebut Jiplak Animal Crossing

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Game Terlalu Bermasalah, Kini Snowbreak Ikut Tunda Rilis Update Barunya

Game Terlalu Bermasalah, Kini Snowbreak Ikut Tunda Rilis Update Barunya

by Fadhil
June 12, 2026
0

Pihak Amazing Seasun Games belum lama ini mengonfirmasi penundaan rilis update terbaru untuk Snowbreak: Containment Zone.

Artikel ini akan memberikan panduan lengkap dan mudah dipahami tentang cara redeem code Ever Night Reawakening.

Ever Night Reawakening Redeem Code – Banyak Reward Gratis

by Taufik
June 10, 2026
0

Ever Night Reawakening adalah RPG idle bertema dark fantasy yang mengajak pemain menjelajahi dunia yang terjebak dalam malam abadi dan...

Girls' Frontline: Fire Control dipastikan akan tutup server pada Agustus 2026 setelah hanya bertahan kurang dari satu tahun sejak rilisnya

Belum Lama Rilis, Girls’ Frontline: Fire Control Sudah Direncanakan Tutup Server

by Fadhil
June 10, 2026
0

Girls' Frontline: Fire Control dipastikan akan tutup server pada Agustus 2026 setelah hanya bertahan kurang dari satu tahun sejak rilisnya.

Game berjudul FIFA World Cup 2026 akan meluncur secara eksklusif di Netflix mulai 11 Juni dan menjadi langkah pertama FIFA untuk membangun.

Game FIFA World Cup 2026 Resmi Hadir 11 Juni dan Bisa Dimainkan di Netflix Lewat HP atau TV

by Taufik
June 5, 2026
0

FIFA akhirnya siap merilis game sepak bola besar pertamanya sejak berpisah dengan Electronic Arts. Game berjudul FIFA World Cup 2026...

Manjuu kembali mengadakan sesi Closed Beta Azur Promilia yang kali ini dikhususkan untuk para pemain di wilayah Jepang

Azur Promilia Kembali Buka Pendaftaran Closed Beta Baru

by Fadhil
June 5, 2026
0

Manjuu kembali mengadakan sesi Closed Beta Azur Promilia yang kali ini dikhususkan untuk para pemain di wilayah Jepang.

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd