Nvidia kembali cetak rekor pendapatan berkat meledaknya permintaan AI. Mereka kini bukan lagi produsen GPU gaming semata, melainkan raksasa infrastruktur data center. Pada kuartal III 2026, Nvidia membukukan pendapatan mencapai $57 miliar—melonjak 62% dibanding tahun lalu.
NVIDIA CEO Jensen Huang on record Q3 FY26 results. pic.twitter.com/aq5ACwLTXQ
— NVIDIA Newsroom (@nvidianewsroom) November 19, 2025
Dalam laporan pendapatannya, Nvidia menjelaskan bahwa bisnis mereka telah berubah total dalam 25 tahun terakhir. Dari yang dulu dikenal lewat GPU gaming seperti GTX dan RTX, kini sebagian besar pendapatannya datang dari sektor data center. Pada kuartal ini saja, pendapatan data center mencapai rekor baru sebesar $51 miliar, didorong permintaan besar dari penyedia cloud, perusahaan, hingga pengembang model AI. Nvidia mengaku terus mengirimkan platform Blackwell dan Rubin dalam jumlah tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Meski fokus bisnis bergeser, divisi gaming Nvidia tetap menunjukkan pertumbuhan positif. Pendapatan gaming perusahaan menyentuh angka $4,3 miliar, naik 30% year-over-year. Nvidia menyebut peningkatan ini dipengaruhi oleh naiknya minat gamer terhadap GPU generasi terbaru serta pertumbuhan berkelanjutan di pasar PC gaming. Namun secara keseluruhan, divisi gaming kini hanya menyumbang porsi kecil dari pendapatan Nvidia.

Kemudian, Nvidia juga menyoroti prospek jangka panjang platform AI. Mereka menyatakan sudah memiliki visibilitas pendapatan sekitar $500 miliar dari platform Blackwell dan Rubin hingga akhir 2026. Tingginya permintaan global untuk infrastruktur AI diperkirakan terus berlanjut beberapa tahun ke depan, mencakup sektor cloud, enterprise, hingga proyek AI berskala nasional.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post