Layaknya mimpi buruk yang tidak kunjung padam, krisis kenaikan harga RAM ternyata bisa membawa dampak lebih luas dari prediks. Salah satunya adalah penundaan rilis konsol generasi selanjutnya seperti PlayStation 6, yang mana kemungkinan tersebut sudah jadi bahasan para petinggi perusahaan dan berhasil terendus oleh insider ternama Tom Henderson. Lewat laporan terbarunya di media Insider Gaming, dia menjelaskan kalau seluruh industri saat ini memang tengah dikhawatirkan dengan ketersediaan stok RAM, apalagi dalam mengantisipasi produksi konsol skala besar di harga kompetitif.
Ini tidak hanya berdampak pada konsol generasi selanjutnya, tapi konsol modern sekarang seperti PlayStation 5 dan Xbox Series bisa saja akan mengalami kenaikan harga lagi di masa mendatang. Membludaknya harga RAM juga tidak bisa dipandang sebelah mata, karena kita berbicara soal peningkatan sampai beberapa kali lipat yang dampaknya semakin terasa setiap hari dan sudah pasti akan lebih kuat di 2026 nanti. Alasannya tentu saja juga dipengaruhi dengan mundurnya Micron dari bisnis produk konsumer demi mendorong prioritas ke para client besar dari AI data center.

Kedudukan Micron memang terbukti sangat penting, karena mereka termasuk satu dari tiga perushaan pembuat RAM di seluruh dunia selain Samsung dan Sk Hynix. Rumor terbaru kalau Asus juga akan memasuki bisnis RAM sudah terbantah, sehingga di masa depan kita akan semakin dihadapkan pada krisis yang lebih dominan selama tren AI masih terus berkembang. Jadi lebih dari sekedar teknologi yang bisa lumayan membantu banyak industri, AI sejauh ini memang terbukti semakin membawa lebih banyak dampak negatif dari yang bisa diantisipasi banyak orang.
Selain mereka yang bekerja di industri kreatif dan beberapa tempat lain yang mungkin posisinya sudah bisa digantikan dengan AI, siapa sangka konsumer biasa yang ingin bisa merakit PC atau menanti konsol generasi baru bisa merasakan dampaknya juga. Dan karena RAM termasuk komponen yang tersedia di begitu banyak perangkat bahkan termasuk smartphone, kita juga bisa mengantisipasi peningkatan harga di berbagai produk lain juga. Sementara menyangkut industri game sendiri, dampak negatif lain dari AI tentu saja ada di proses pengembangan yang sudah pasti akan lebih banyak melibatkan AI baik dari pembuatan konsep hingga asset.
Pada akhirnya kita saat ini berada di masa yang memang sangat mengkhawatirkan terlepas dari adanya dobrakan teknologi besar, tapi semoga saja badai ini bisa berlalu dengan konklusi memuaskan terlepas dari memungkinkan atau tidaknya peluang yang ada.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post