Sebuah survei baru di Jepang mengungkap fakta menarik sekaligus agak mengkhawatirkan. Sepanjang 2025, sekitar 10,5% orang Jepang usia 20-an mengaku sempat kesulitan finansial karena terlalu banyak menghabiskan uang untuk item in-game dan gacha. Angka ini memang terdengar tinggi, tapi sebenarnya sudah jauh menurun dibanding tahun sebelumnya yang masih berada di 18,8%.
Data ini berasal dari survei tahunan yang dilakukan oleh raksasa keuangan Jepang, SMBC. Survei tersebut melibatkan 1.000 responden pria dan wanita berusia 20 hingga 29 tahun, dengan fokus pada kesadaran finansial dan kebiasaan belanja anak muda, termasuk soal game dan transaksi mikro.
Sepanjang 2025, sekitar 19,2% responden mengaku melakukan pembelian di dalam game, mulai dari gacha sampai item digital. Rata-rata pengeluarannya mencapai 5.080 Yen per bulan, atau sekitar 541 Ribu Rupiah. Menariknya, meski jumlah pemain yang belanja menurun sekitar 2,4% dibanding 2024, rata-rata uang yang dikeluarkan justru naik 80 Ribu Rupiah.

Namun sisi gelapnya tetap terasa. Sekitar 18,8% responden mengaku menyesal pernah menghabiskan uang untuk pembelian in-game. Sementara itu, 10,5% benar-benar merasakan dampaknya secara langsung, sampai ke titik kondisi keuangan jadi terganggu. Hal ini cukup masuk akal, mengingat pasar game mobile Jepang terkenal punya ARPU atau pendapatan per pengguna yang sangat tinggi.
Analisis dari Sensor Tower di tahun 2025 juga memperkuat gambaran ini. Meski pasar game mobile Jepang mulai menyusut dari sisi pemain baru, rata-rata belanja per pengguna tetap tinggi dan mampu menutup penurunan tersebut. Sekitar 80% unduhan game mobile Jepang memang datang dari luar negeri, tapi hampir 70% pendapatannya masih berasal dari pemain lokal Jepang.
Bahkan game gacha buatan luar Jepang pun sering kali justru paling laku di sana. Salah satu contohnya adalah The Goddess of Victory: NIKKE, yang hingga Maret 2025 tercatat memperoleh sekitar 58% total pendapatan globalnya dari Jepang. Angka ini menunjukkan betapa kuatnya budaya belanja gacha di kalangan pemain Jepang, khususnya generasi muda.
Sumber: SMBC
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post