Saat pertama kali melangkah masuk ke PokéPark KANTO, taman tema Pokémon outdoor pertama di dunia, rasanya langsung kepikiran buat cari tahu lebih dalam soal bagaimana proyek ambisius ini bisa terwujud.
Kami pun duduk bareng dengan Marketing and Public Relations Director dari taman ini untuk wawancara soal segalanya tentang PokéPark KANTO, mulai dari proses pengembangan selama lima tahun sampai berbagai misteri yang tersembunyi di seluruh area taman.

Lima Tahun Proses Pengerjaan
Perjalanan untuk menciptakan PokéPark KANTO dimulai tak lama setelah pandemi COVID-19 di tahun 2019. Dari yang awalnya cuma sebuah visi besar, proyek ini akhirnya butuh waktu sekitar lima tahun sampai benar-benar jadi kenyataan. “Kami mulai proyek ini setelah COVID-19. Jadi sekitar tahun 2019. Dan butuh kira-kira lima tahun untuk menyelesaikan proyek ini,” jelas sang director.
Persiapannya mencakup semua aspek taman, mulai dari parade, pertarungan gym, sampai pertunjukan live. Saat ditanya soal timeline khusus untuk fitur-fitur tersebut, sang director mengakui betapa besarnya skala proyek ini.
“Kami tidak bisa bilang secara pasti berapa lama persiapan untuk masing-masing hal itu, tapi seperti yang tadi saya bilang, kami memulai proyek ini setelah COVID-19.”
Membawa Dunia Game ke PokéPark KANTO
Inti dari desain taman ini sebenarnya sederhana tapi kuat: mengubah dunia virtual Pokémon menjadi ruang fisik yang bisa dirasakan langsung. Sang director menyebut project leader Junichi Masuda sebagai sosok di balik visi ini, terutama untuk salah satu atraksi paling populer di taman. “Ide ini datang dari project leader, Masuda Junichi-san. Dia ingin membuat dunia game menjadi nyata,” ujarnya, sambil merujuk ke pengalaman Pokémon Center di taman ini.

Ia juga menjelaskan kenapa Pokémon Center jadi elemen penting dari identitas taman.
“Pokémon Center itu ada di dunia nyata dalam seri gamenya. Jadi tentu saja dia ingin mewujudkannya secara nyata.”
Atraksi ini menampilkan berbagai Pokémon, termasuk Pikachu, Dragonite, dan Lucario, meskipun proses pemilihannya masih dirahasiakan. Saat ditanya soal seberapa besar keterlibatan Masuda dalam proyek ini, jawabannya tegas: “Saya bisa bilang semuanya. Semuanya. Semua area. Seluruh proyek PokéPark KANTO ini ada di bawah tanggung jawab beliau.”

Mengatur Keramaian Pengunjung
Dengan tiket yang terjual habis sangat cepat, pengelolaan keramaian jadi salah satu hal penting. Taman ini menggunakan sistem pre-booking untuk mengontrol jumlah pengunjung. “Di hari operasional normal, pengunjung akan merasakan Pokémon Center seperti yang kalian rasakan hari ini. Jadi operasinya sama seperti hari ini,” jelas sang director. Konsistensi ini penting untuk menjaga kualitas pengalaman setiap pengunjung.
Strategi tiket punya peran besar dalam mengatur alur pengunjung. “Seperti yang sudah saya sebutkan, tiketnya itu sistem pre-booked. Jadi itulah cara kami mengontrol tingkat keramaian di area ini,” katanya. Ia juga menambahkan dengan meyakinkan, “Semua tiket sudah dipesan sebelumnya. Tidak ada tiket yang dijual langsung di hari H.”

Antusiasme yang luar biasa ini jadi hal yang menyenangkan sekaligus menantang bagi tim. “Kami sangat senang melihat reaksi besar dari para fans. Tapi di sisi lain, kami juga ingin menyambut sebanyak mungkin fans. Jadi sekarang kami harus memikirkan bagaimana caranya bisa menerima lebih banyak pengunjung ke depannya,” ujarnya.
Detail Tersembunyi dan Misteri Berry
Saat berjalan-jalan di taman, pengunjung mungkin sadar kalau banyak Pokémon memegang jenis berry yang sama, yaitu Aspear Berry. Alih-alih menjelaskan langsung alasannya, sang director justru mendorong pengunjung untuk mengeksplorasi sendiri.

“Kalian bisa menemukan beberapa teks di papan informasi di dalam hutan. Di papan itu, dan di bawahnya juga ada beberapa petunjuk dalam bahasa Inggris. Dari situ, kalian bisa menemukan petunjuk kenapa berry yang sama bisa ditemukan di hutan.”
Pendekatan ini juga berlaku untuk aspek lain di taman, mulai dari menu makanan sampai Pokémon yang muncul di berbagai area. Tim dengan sengaja menciptakan misteri yang bisa ditebak-tebak oleh para fans.
“Silakan nikmati proses menebak kenapa Pokémon itu tinggal di sini dan kenapa Pokémon tersebut dipilih sebagai tema makanan dan merchandise,” kata sang director.
Pesannya jelas: eksplorasi dan rasa penasaran adalah bagian dari pengalaman. “Silakan nikmati proses menebak kenapa Pokémon itu tinggal di sini dan kenapa Pokémon tersebut dipilih sebagai tema makanan dan merchandise,” ulangnya.

Melihat Masa Depan PokéPark KANTO
Saat PokéPark KANTO mulai memasuki fase operasional reguler, menjaga standar tinggi yang sesuai dengan nama besar Pokémon jadi prioritas utama. “Kami akan terus berusaha menjaga kualitasnya. Itu mungkin misi terbesar kami setelah grand opening,” ujar sang director.
Taman ini bukan cuma soal wahana dan atraksi. Tempat ini juga dirancang sebagai titik temu para fans Pokémon dari seluruh dunia. “Hal yang paling penting adalah, silakan nikmati interaksi dengan Pokémon dan juga para trainer dari seluruh dunia di area ini,” tekannya.

Meski beberapa detail taman masih dirahasiakan, mulai dari kapasitas pengunjung sampai pilihan desain tertentu, semua itu terasa disengaja. PokéPark KANTO mengajak pengunjung bukan cuma untuk melihat, tapi juga untuk menemukan dan berimajinasi, sama seperti game Pokémon yang jadi inspirasinya.
Buat para fans lama, Pokémon Center punya makna khusus sebagai tempat para trainer menyembuhkan tim mereka di dalam game. Sekarang, para pengunjung akhirnya bisa benar-benar masuk ke dalam Pokémon Center itu sendiri.
Kamu juga bisa kunjungi situs resminya DI SINIuntuk berbagai informasi lebih lanjut.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id

















Discussion about this post