Bandai Namco beberapa saat lalu mengumumkan kalau perusahaannya akan melakukan restrukturisasi besar serta perubahan personel di tingkat eksekutif dan kepala divisi. Langkah ini mencakup sejumlah unit utama seperti Bandai Namco Holdings, Bandai, Bandai Namco Entertainment (BNE), Bandai Namco Filmworks (BNFW), dan Bandai Namco Experience (BNEX), dengan implementasi efektif yang akan diterapkan mulai 1 April.
Perubahan penting meliputi ditunjuknya Osamu Sarudate sebagai eksekutif baru divisi bisnis kartu di Bandai. Koji Tezuka akan menjabat sebagai eksekutif sekaligus kepala divisi Gundam di Bandai Namco Filmworks, sementara Yuzuke Minagawa menjadi eksekutif divisi bisnis taman CX di Bandai Namco Experience. Selain itu, sejumlah divisi internal juga ikut ditata ulang, termasuk penggantian nama unit “765 Production” milik BNE menjadi “IP & Contents Production” guna mendorong upaya mereka dalam ekspansi global.

Restrukturisasi ini terjadi di tengah penguatan bisnis strategis Bandai Namco dengan Sony Group Corporation. Pada Juli tahun lalu, kedua perusahaan menandatangani perjanjian bisnis yang diikuti rencana Sony membeli 16 juta saham Bandai Namco senilai sekitar 68 miliar yen, di mana ini memberinya kepemilikan sekitar 2,5% dari total saham. Keduanya juga sempat berinvestasi bersama sebesar 10 miliar yen pada perusahaan Web3 dan AI Gaudiy yang berbasis di Tokyo.
Sementara itu, Nintendo juga memperluas langkah strategisnya yang melibatkan perusahaan mereka. Tepatnya pada November tahun lalu, Nintendo mengumumkan perjanjian transfer saham dengan Bandai Namco Studios untuk mengakuisisi studio supportnya di Singapura. Nintendo akan mengambil alih 80% saham pada 1 April 2026 dan sisanya setelah operasi stabil, dengan rencana mengganti nama studio tersebut menjadi Nintendo Studios.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post