Sudah bukan rahasia kalau kemampuan konsumsi gamer Indonesia di pasar game memang terbilang lebih rendah dibanding kebanyakan negara lain bahkan antar sesama tetangga di Asia Tenggara. Ini tidak hanya merujuk pada microtransaction di game mobile saja, tapi juga untuk penjualan game-game premium berbayar di konsol dan PC. Data resmi dari Steam bahkan mengungkap kalau gamer Indonesia kebanyakan membeli game di kisaran 30% dari harga penuhnya.
Ini berdasarkan dari alat konversi baru yang mereka sediakan, di mana untuk basis harga game AAA standar di USD 59,99 atau IDR 1 jutaan, untuk konversi purchasing power di Indonesia sendiri hanya berkisar IDR 300 ribuan. Tapi jika menggunakan konversi multi-variable yang dibuat berdasarkan beragam pertimbangan khusus antar region, maka harga game di Steam untuk wilayah Indonesia bahkan bisa disesuaikan sampai 50% lebih murah dari harga normalnya.

Data di atas memang tidak mengejutkan, apalagi karena pasti banyak yang sengaja menunggu sampai game-game incaran mereka mendapat diskon besar di tiap musim. Tapi di sisi lain ini memang memberi insight menarik mengenai potensi keuntungan yang bisa didapat dari pasar Indonesia, dan bagaimana mungkin ada sebagian negara termasuk tetangga kita sendiri yang lebih mendapat treatment spesial.
Meski begitu, beberapa tahun terakhir tidak sedikit juga developer besar yang mulai serius memperkuat ekspansi mereka ke pasar Indonesia, contohnya seperti SEGA dan Atlus yang semakin giat mengadakan event di Indonesia, termasuk juga lewat SEGA ATLUS Festival yang sempat kami liput pada Februari lalu dan bagaimana event tersebut diakui sukses besar hingga melebihi ekspektasi mereka.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post