Kontroversi soal teknologi terbaru NVIDIA kembali memanas setelah pengumuman DLSS 5 di event GTC 2026. Teknologi ini dijanjikan membawa peningkatan visual besar lewat kombinasi rendering tradisional dan AI generatif, tapi ternyata tidak semua developer menyambutnya dengan positif.
Salah satu kritik paling keras datang dari CEO New Blood Interactive, David Oshry. Dalam wawancara, ia secara terang-terangan mempertanyakan arah teknologi ini dengan komentar cukup tajam, mempertanyakan kenapa DLSS sekarang melibatkan AI generatif yang menurutnya sudah keluar dari konsep awal DLSS itu sendiri.
Menurut Oshry, DLSS 5 terasa seperti sesuatu yang berbeda tapi tetap memakai nama lama. Ia bahkan menyindir bahwa kalau teknologi ini diberi nama lain seperti “generative upscaling”, kemungkinan reaksi negatif bakal lebih besar lagi. Kritik ini juga menyentil soal kekhawatiran bahwa AI mulai terlalu jauh masuk ke proses visual dalam game.
Tidak berhenti di situ, Oshry juga mengajak developer dan pemain untuk “vote with their wallets” atau menunjukkan sikap lewat pilihan mereka. Ia berharap komunitas bisa mendorong NVIDIA kembali fokus ke peningkatan performa hardware secara langsung, bukan terlalu bergantung pada solusi berbasis AI.
Kritik serupa juga datang dari David Szymanski, kreator Dusk. Ia mengaku sudah lelah dengan argumen bahwa fitur seperti DLSS itu “opsional”. Menurutnya, dalam praktiknya banyak game modern justru dibangun dengan asumsi teknologi seperti ini akan digunakan, sehingga pada akhirnya terasa wajib.
Meski begitu, tidak semua developer punya pandangan yang sama. Ada juga yang percaya teknologi seperti DLSS 5 tetap akan berkembang dan tidak bisa dihentikan. Perdebatan ini menunjukkan satu hal yang jelas: penggunaan AI di industri game masih jadi topik panas, terutama ketika mulai menyentuh aspek kreatif yang selama ini jadi ciri khas karya developer.
Sumber: PC Gamer
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post