Developer Blue Protocol: Star Resonance, yaitu Shanghai Bokura Network Technology, akhirnya buka suara setelah muncul kontroversi soal penggunaan musik dalam game mereka. Lewat pernyataan resmi pada 2 April, mereka mengakui adanya kesalahan serius terkait penggunaan BGM yang ternyata bukan milik mereka.
Masalah ini mulai ramai setelah pemain menemukan kemiripan antara salah satu musik di dalam game Blue Protocol: Star Resonance dengan lagu dari Granblue Fantasy. Setelah ditelusuri, ternyata memang ada track yang digunakan tanpa izin, yaitu lagu “Dahli Island” yang cukup dikenal di kalangan pemain Granblue.
【BGM誤使用に関するお詫びと対応について】
いつも本作をご利用いただき誠にありがとうございます。…— ブループロトコル:スターレゾナンス (@BPSR_JP) April 2, 2026
Pihak developer menjelaskan bahwa ini terjadi karena kelalaian saat proses development. Musik tersebut seharusnya hanya digunakan sebagai placeholder dan sudah harus diganti sebelum rilis, tapi justru terlewat dan masuk ke versi final game. Mereka mengakui ini sebagai kegagalan dalam manajemen dan proses pengecekan internal.
Sebagai langkah cepat, developer langsung memprioritaskan penghapusan dan penggantian musik tersebut lewat update berikutnya. Sambil menunggu perbaikan, beberapa dungeon seperti Goblin Lair dan Dark Mist Fortress bahkan sempat ditutup sementara untuk mencegah pemain terus mendengar track yang bermasalah.
Meski begitu, reaksi dari komunitas cukup beragam. Ada yang mempertanyakan kenapa kesalahan seperti ini bisa terjadi, apalagi mengingat lagu tersebut cukup ikonik. Beberapa pemain juga melaporkan bahwa musik tersebut masih terdengar di area tertentu meski dungeon sudah dibatasi aksesnya.
Developer juga memastikan bahwa setelah dilakukan pengecekan menyeluruh, hanya satu track ini saja yang bermasalah dan tidak ada pelanggaran lain di dalam game. Mereka berjanji akan memperbaiki sistem internal agar kejadian serupa tidak terulang, sekaligus meminta maaf kepada pemain dan pihak terkait atas kesalahan ini.
Sumber: Automaton
@gamerwk_id












Discussion about this post