Perusahaan induk Take-Two Interactive dikabarkan melakukan PHK terhadap tim AI mereka, termasuk posisi kepala AI. Langkah ini cukup mengejutkan, apalagi di saat banyak perusahaan game justru lagi gencar-gencarnya investasi ke teknologi kecerdasan buatan, tapi mereka keliatan berbeda.
Keputusan ini makin menarik karena CEO Take-Two, Strauss Zelnick, sebelumnya memang sudah cukup vokal soal pandangannya terhadap AI. Ia pernah menyebut bahwa AI tidak benar-benar bisa menciptakan kreativitas sendiri, dan tetap bergantung pada manusia sebagai sumber ide utama dalam industri hiburan.
Kabar PHK ini juga diperkuat dari pernyataan mantan kepala tim AI mereka, yang mengungkapkan bahwa seluruh timnya kini sudah tidak lagi bekerja di perusahaan. Ia menyebut tim tersebut sudah mengembangkan teknologi selama sekitar tujuh tahun, fokus pada solusi AI yang bisa membantu workflow pengembangan game secara lebih efisien.

Menariknya, setelah keluar dari Take-Two, sosok tersebut langsung membangun perusahaan baru bernama LuDic AI, yang fokus pada konsultasi penggunaan AI di industri game dan sektor terkait. Ini menunjukkan bahwa meskipun Take-Two mundur dari pendekatan ini, minat terhadap AI di industri secara keseluruhan masih sangat tinggi.
Di sisi lain, pandangan Take-Two ini bisa dibilang cukup berbeda dibandingkan banyak publisher besar lain. Perusahaan seperti Krafton, Square Enix, hingga Electronic Arts justru semakin agresif memanfaatkan AI, mulai dari efisiensi produksi sampai eksperimen konten dalam game.
Zelnick sendiri menilai kekhawatiran soal AI ini mirip seperti ketakutan lama terhadap teknologi baru. Ia mencontohkan bagaimana kalkulator dulu dianggap bisa merusak cara belajar, tapi nyatanya tidak terjadi. Meski begitu, keputusan Take-Two ini tetap jadi sinyal bahwa tidak semua perusahaan akan mengikuti tren AI secara penuh, dan perdebatan soal peran AI di industri game masih jauh dari kata selesai.
Sumber: Eurogamer
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post