Valve akhirnya memastikan bahwa Steam Controller terbaru mereka akan rilis pada 4 Mei, dengan harga sekitar 99 USD atau 1.7 Jutaan Rupiah. Perangkat ini akan tersedia di berbagai region seperti Amerika Serikat, Eropa, Jepang, hingga Korea Selatan, setelah sempat mengalami penundaan cukup lama. Sayangnya seperti biasa, perangkat dari Valve ini gak tersedia resmi di Indonesia.
Menariknya, Steam Controller ini justru dirilis lebih dulu dibanding perangkat lain seperti Steam Machine. Hal ini sempat bikin banyak orang bertanya-tanya, kenapa periferal justru didahulukan dibanding perangkat utama yang jadi bagian dari ekosistemnya. Namun, sepertinya alasan dari Valve benar-benar masuk akal.

Menurut engineer Valve, Steve Cardinali, alasannya cukup sederhana. Steam Controller tidak menggunakan komponen kompleks seperti RAM, jadi proses produksinya jauh lebih mudah dan tidak terlalu terdampak oleh krisis komponen yang sedang terjadi saat ini.
Seperti yang diketahui, harga komponen PC, terutama memori, memang sedang melonjak tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, harga DRAM dilaporkan naik sangat drastis secara global. Kondisi ini membuat banyak perusahaan, termasuk Valve, harus menyesuaikan rencana rilis hardware mereka.

Meski begitu, Valve menegaskan bahwa rilis terpisah ini sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya di luar rencana. Sejak awal, mereka memang melihat Steam Controller dan Steam Machine sebagai dua produk berbeda, meskipun tetap dirancang untuk saling melengkapi.
Dengan kondisi pasar yang belum stabil, Valve memilih untuk tidak menahan produk yang sudah siap. Daripada menunggu semua perangkat selesai bersamaan, mereka lebih memilih merilis Steam Controller lebih dulu agar pemain bisa langsung mencobanya, sambil menunggu perangkat lain seperti Steam Machine menyusul nanti.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post