Koei Tecmo dan Gust telah membagikan detail perdana untuk Atelier Karia: The Night Kingdom & the Guide of Memories, termasuk pameran trailer penuh dengan cuplikan gameplay, serta informasi baru mengenai sistem alchemy, eksplorasi, dan pertarungan. Sebagai game mainline terbaru dalam seri Atelier, judul ini akan membawa pemain kembali ke benua Aladiss, latar dunia yang sebelumnya diperkenalkan melalui Atelier Yumia: The Alchemist of Memories & the Envisioned Land. Game ini dijadwalkan rilis pada awal 2027 mendatang untuk PlayStation 5, Xbox Series, Nintendo Switch 2, dan PC melalui Steam.
Cerita kali ini berfokus pada Karia, seorang alkemis yang kehilangan ingatannya dan memulai perjalanan untuk mengungkap masa lalunya. Dalam petualangannya, ia akan ditemani oleh Servio Lektor, seorang ahli biologi yang dianggap sesat dari tim peneliti pertama, serta Fina Rozen, seorang petarung berbakat. Dengan bimbingan dari alkemis ternama Yumia Liessfeldt, Karia akan menjelajahi dunia bawah tanah misterius di Aladiss, mengembangkan kemampuan alchemy miliknya, dan perlahan menemukan kembali kenangan yang telah hilang.
Sistem alchemy tetap menjadi inti utama gameplay, namun Gust memperkenalkan mekanisme synthesis yang lebih dalam dan fleksibel. Pemain akan menggunakan kuali alchemy yang berada di kedalaman dunia bawah Aladiss untuk menciptakan berbagai item unik dengan menghubungkan potongan mana dari bahan-bahan yang dipilih. Kombinasi bahan yang berbeda akan menghasilkan efek berbeda pula, membuka banyak kemungkinan dalam menciptakan item sesuai strategi dan gaya bermain masing-masing.
Salah satu fitur baru yang menjadi ciri khas Karia adalah perpaduan antara alchemy dan eksplorasi kuliner. Saat mengumpulkan bahan di dunia, pemain bisa langsung mengonsumsi beberapa bahan tersebut untuk mendapatkan efek tertentu secara instan. Misalnya, bahan dari hewan bisa memberikan karakteristik khusus seperti kemampuan unik atau bahkan perubahan penampilan seperti munculnya telinga hewan. Selain itu, item hasil synthesis tidak hanya berguna dalam pertarungan, tetapi juga bisa digunakan saat eksplorasi untuk membuka area baru, menemukan harta tersembunyi, mengatasi berbagai rintangan, hingga meningkatkan efisiensi markas yang dibangun pemain.
Dari sisi combat, Atelier Karia juga membawa pengembangan lebih lanjut dari sistem pertarungan yang diperkenalkan dalam Atelier Yumia. Sistem battle kini menggabungkan aksi real-time dengan elemen strategi melalui command menu. Pemain harus mengandalkan refleks untuk melakukan parry terhadap serangan musuh secara langsung, namun tetap bisa menghentikan waktu untuk memilih skill maupun item secara taktis. Dengan kombinasi alchemy yang lebih luas, eksplorasi yang lebih interaktif, dan sistem pertarungan hybrid yang diperbarui, Atelier Karia menawarkan arah baru bagi seri Atelier sekaligus mempertahankan elemen inti yang sudah menjadi cirinya.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id













Discussion about this post