Love and Deepspace saat ini tengah dihadapkan pada kontroversi besar yang mendorong Papergames untuk membatalkan karakter love interest keenam mereka yaitu Valko. Keputusan ini menjadi salah satu pembatalan konten terbesar dalam sejarah game tersebut, mengingat Valko baru saja diperkenalkan melalui teaser sekitar satu minggu sebelumnya. Dalam tiga hari terakhir, tim developer merilis beberapa pernyataan panjang, dengan pernyataan kedua yang hanya tersedia dalam bahasa Mandarin dan memberikan penjelasan lebih detail mengenai alasan di balik keputusan tersebut.
Menurut rangkuman dari komunitas, kontroversi ini bermula dari dua isu utama yang berkembang di China, yaitu sensitivitas sejarah terkait Jepang serta perdebatan mengenai representasi keamanan perempuan dalam materi promosi. Isu tersebut kemudian menarik perhatian media besar China dan menjadi pembahasan di platform seperti Weibo. Sejak teaser Valko dirilis, laporan dari komunitas menyebutkan adanya puluhan ribu keluhan resmi, jutaan komentar di satu unggahan, serta penurunan jumlah pengikut di berbagai platform China. Sebagian pemain juga menyerukan aksi berhenti mengeluarkan uang untuk game tersebut.
A Letter to All Players
Dear Miss Hunters,
We sincerely apologize for reaching out once again. Over the past several days, our team has been closely following your conversations and feedback across all platforms. For the issues that have surfaced since the announcement of… pic.twitter.com/PsjNbKyTsB
— Love and Deepspace (@Love_Deepspace) June 30, 2026
Salah satu masalah terbesar berkaitan dengan update cerita “World Underneath” yang dirilis pada 21 April. Dalam cerita tersebut, pemain menemukan dokumen eksperimen manusia dengan kode “A-0731”, yang dianggap sebagian pemain mengingatkan pada Unit 731 milik Kekaisaran Jepang, sebuah unit yang melakukan eksperimen biologis dan kimia terhadap manusia selama Perang Dunia II. Selain itu, nama karakter bernama Yan Song juga dianggap memiliki kemiripan bunyi dengan Iwane Matsui, seorang jenderal Jepang yang dihukum sebagai penjahat perang setelah perang. Papergames menyatakan kalau angka tersebut hanyalah kode sementara tanpa maksud tersembunyi dan berjanji memperbaiki proses pengecekan konten agar kejadian serupa tidak terulang.
Kontroversi lainnya muncul dari materi promosi karakter Ao Yin, yang merupakan karakter werewolf sebelum Valko. Dalam trailernya dia digambarkan masuk ke rumah karakter utama dengan kalimat yang dianggap sebagian pemain menormalisasi tindakan berbahaya. Beberapa media mengkritik kalau adegan tersebut berpotensi menggambarkan pelanggaran batas sebagai sesuatu yang romantis. Selain itu, kalimat promosi “mandi di panci” dari livestream 25 Juni juga menuai kritik karena sebagian pemain mengaitkannya dengan kasus kriminal nyata di China. Papergames kemudian menjelaskan kalau kalimat tersebut hanya berkaitan dengan fitur Home 2.0 Kitchen dan menghapus materi promosi yang dianggap menimbulkan salah tafsir.
Selain isu tersebut, muncul pula berbagai rumor mengenai Valko, termasuk anggapan kalau karakter ini dibuat khusus untuk pasar luar negeri, perubahan direksi game menjadi lebih inklusif untuk semua gender, serta klaim bkalau nama Valko memiliki makna tersembunyi yang berkaitan dengan sejarah Jepang. Papergames membantah seluruh rumor tersebut dan menjelaskan kalau nama Valko berasal dari kata Slavia yang berarti serigala, melambangkan keberanian, kekuatan, dan kemandirian. Pada akhirnya, faktor utama yang disebut paling berpengaruh terhadap pembatalan karakter ini adalah tekanan akibat isu sejarah tersebut. Meski banyak perdebatan lain muncul, kasus ini juga menunjukkan bagaimana sebuah komunitas mainstream bisa mengorganisasi kampanye dukungan maupun penolakan dalam skala yang sangat besar.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id











Discussion about this post