gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Wawancara Persona 4 Revival dengan Kazuhisa Wada – Membangun Ulang Inaba, Merombak Combat, dan Menjaga Identitas Game Originalnya

Fadhil by Fadhil
August 10, 2026
in Konsol, PC, PlayStation 5, Wawancara, Xbox Series S, Xbox Series X
0
Rangkuman wawancara kami dengan Kazuhisa Wada dari P-STUDIO (Atlus) yang membahas lebih dalam tentang Persona 4 Revival

Rangkuman wawancara kami dengan Kazuhisa Wada dari P-STUDIO (Atlus) yang membahas lebih dalam tentang Persona 4 Revival

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Persona 4 selalu memiliki tempat khusus di hati para fans seri ini, dan dengan hadirnya Persona 4 Revival yang akan datang, ekspektasi terhadapnya pun semakin tinggi. Kami baru-baru ini berkesempatan mewawancarai Producer Wada Kazuhisa dan mendengar langsung mengenai bagaimana tim menangani remake ini, mulai dari tantangan teknis dalam membangun kembali Inaba dalam 3D hingga berbagai keputusan terkait pertarungan, penyajian cerita, dan judul baru game ini.

Membangun Kembali Inaba

Salah satu perubahan terbesar dalam Persona 4 Revival adalah peralihannya menuju lingkungan 3D yang sepenuhnya diwujudkan dan bisa dijelajahi dengan kamera yang bisa diputar, sesuatu yang tidak dimungkinkan oleh latar belakang 2D dengan kamera tetap pada game original. Wada menjelaskan kalau timnya menggunakan visual dari game original sebagai titik awal. “Berdasarkan gambaran layar game pada saat itu, kami memperluas gambaran mengenai lokasi nyata yang awalnya kami bayangkan. Kami menggantikan bagian-bagian gambar yang tidak terlihat dan membuatnya terasa lebih realistis,” ujarnya.

Dia menambahkan kalau mengisi area-area yang sebelumnya tidak terlihat berarti harus kembali melihat materi sumbernya. “Kami benar-benar melihat kembali gambar original yang ada di dalam game. Kami juga memikirkan lokasi nyata yang menjadi dasar game tersebut, lalu menambahkan elemen berdasarkan hal itu agar keseluruhan pengalaman terasa sedikit lebih imersif bagi para pemain.”

Dari Cutscene 2D Menjadi Sinematik 3D

Persona 4 Revival juga mengubah cara beberapa adegan disajikan, dengan sejumlah cutscene bergaya anime 2D dari game original yang kini dirender sepenuhnya di dalam game, sementara beberapa adegan percakapan yang sebelumnya berlangsung dalam gaya visual novel kini diubah menjadi cutscene. Wada menyebut pengalaman studio dalam mengembangkan Persona 3 Reload sebagai salah satu hal yang memungkinkan perubahan ini.

“Setelah mengembangkan Persona 3 Reload, kami bisa meningkatkan cara kami membuat cutscene 3D, sehingga sekarang kami bisa membuat cutscene baru yang lebih imersif dan realistis dibandingkan sebelumnya, dengan berbagai tool yang kami miliki,” ujarnya.

Pada saat yang sama, dia menekankan kalau perubahan pada adegan animasi 2D original dilakukan dengan mempertimbangkan para fans yang kembali memainkan game ini. “Dengan mempertimbangkan para fans game originalnya, kami terutama berfokus pada peningkatan imersi; pada dasarnya tidak ada perubahan atau modifikasi yang dilakukan terhadap adegan-adegan tersebut.”

Hal tersebut juga berlaku pada rangkaian animasi yang dibuat melalui kerja sama dengan MAPPA. “Awalnya kami meminta MAPPA untuk membuat opening Persona 5R, dan dari sana kami juga meminta mereka untuk membuat P4R,” jelas Wada. Dia memberikan tanggapan positif mengenai kolaborasi tersebut. “MAPPA sangat menyenangkan untuk diajak bekerja sama, mereka dengan baik menerima permintaan-permintaan kami, dan ini menjadi pengalaman yang menyenangkan. Animasi mereka sangat bagus, terutama adegan kebangkitan sang protagonis.”

“Masih ada animasi lain dari mereka yang belum bisa kami tunjukkan, jadi silakan nantikan animasi-animasi tersebut,” ujarnya, mengisyaratkan kalau masih ada lebih banyak hal yang akan diperlihatkan. Para fans juga menyadari kalau adegan-adegan cerita kini memiliki nuansa yang lebih sinematik, dengan sudut kamera yang lebih dekat dan komposisi pengambilan gambar yang lebih dinamis. Menurut Wada, adegan event berskala besar selalu sulit untuk ditingkatkan secara menyeluruh.

“Dalam seri Persona, terdapat banyak skenario dan adegan event berskala besar, dan cukup sulit untuk meningkatkan semuanya secara keseluruhan. Dalam Persona 4 Revival, kami mencoba membuatnya serealistis mungkin, meskipun biaya untuk melakukan hal tersebut sangat tinggi,” ujarnya, sembari menambahkan kalau keputusan awal mengenai arahan harus dibuat dan dilaksanakan dalam jangka waktu yang telah diberikan kepada mereka.

Apa yang Berubah, dan Apa yang Tidak

Ketika ditanya secara umum mengenai apa saja yang berbeda dari versi original, Wada menunjuk pada peningkatan dalam aspek grafis, animasi, dan kemudahan bermain secara keseluruhan. Dia juga secara langsung menanggapi kekhawatiran yang umum di kalangan fans. “Kepribadian para karakter yang dikhawatirkan semua orang tidak dihapus ataupun dilemahkan.”

Dia mengonfirmasi satu perubahan yang jelas dengan mengatakan, “Penghapusan yang jelas adalah mekanik motor/moped dalam pertarungan. Sebagai gantinya, kami telah menambahkan sistem yang lebih interaktif yang bisa digunakan pemain secara aktif.”

Mengenai dialog, dia menambahkan, “Kami tidak mengubah cerita original maupun para karakternya, tetapi kami menyesuaikan beberapa dialog yang pada saat itu terasa agak kasar atau terlalu rumit, agar lebih relevan dengan era saat ini.” Pendekatan yang sama juga diterapkan pada cara tim menangani alur cerita Kanji dan Naoto, yang membahas identitas dan bagaimana kedua karakter tersebut berhubungan dengan orang-orang di sekitar mereka.

“Kanji dan Naoto adalah karakter yang bisa menimbulkan kesalahpahaman, tapi di saat bersamaan juga bisa dipahami jika pemain melihat lebih dalam ke dalam narasi mereka. Karakterisasi mereka sebenarnya sudah sangat mendetail, jadi kami berusaha untuk tidak terlalu menyimpang dari karakter original dan hal-hal yang membuat mereka menjadi diri mereka sendiri,” ujar Wada.

Dia menyebutkan kalau beberapa dialog juga ditinjau kembali, dengan menjelaskan, “Ada beberapa voice line yang mungkin saat itu masih sedikit kurang dipikirkan atau ditulis secara terburu-buru, dan kami melakukan beberapa perubahan serta penyesuaian terhadapnya agar lebih sesuai dengan era saat ini.”

UI Persona 4 original dikenal dengan tampilan pop art yang berani serta nuansa retro yang terinspirasi dari televisi, dan Wada memastikan kalau Revival tetap mempertahankan identitas tersebut. “Untuk UI installment ini, kami benar-benar mempertahankan elemen retro dari Persona 4, desain yang nostalgik dan hangat, lalu meningkatkannya, sekaligus memperbaiki usability agar jauh lebih mudah digunakan oleh para pemain.”

Mengenai Midnight Channel dan kemiripannya dengan echo chamber online modern, Wada mengatakan kalau timnya tidak merasa perlu untuk mengubah tema inti Persona 4. “Hal yang hebat dari Persona 4 adalah tema-tema yang digunakan pada saat itu masih relevan hingga sekarang, jadi kami tidak merekonstruksi tema intinya,” ujarnya. Dia kemudian menjelaskan mengapa tema tersebut masih terasa relevan bagi para pemain saat ini.

“Sekarang ada begitu banyak informasi yang beredar, dengan algoritma yang menyarankan kebenaran yang ingin kita lihat, jadi saya benar-benar setuju kalau echo chamber telah menjadi sesuatu yang sangat umum belakangan ini.”

Dari Mana Nama Revival Berasal?

Wada juga berbicara mengenai keputusan untuk memberi remake ini judul Persona 4 Revival. “Sama seperti P5R dan P3R, saya ingin menunjukkan kalau ini adalah versi definitif, dan secara pribadi saya menginginkan sebuah kata yang dimulai dengan huruf ‘R’,” ujarnya. Dia juga menjelaskan prosesnya dalam menentukan nama final tersebut.

“Saya mencari sebuah kata yang memenuhi dua kondisi: mudah dipahami dan memiliki resonansi nostalgik dengan atmosfer game, dan akhirnya saya memilih Revival.” Dia juga menyebutkan ambisi di balik pilihan tersebut, dengan mengatakan kalau timnya ingin bergerak melampaui nuansa sebuah siaran televisi menuju skala sebuah film layar lebar.

Mengenai konten dari Persona 4 Golden, Wada mengonfirmasi kalau Revival mencakup hampir semuanya, termasuk cerita tambahan, konten sampingan, dan true ending dari versi tersebut, kecuali fitur Program Ticket. “Konten TV listings dalam Persona 4 Golden, kami memasukkan hampir semuanya dari Golden selain itu, ditambah dengan konten-konten baru,” ujarnya. Dia juga memberikan sedikit bocoran mengenai tambahan baru. “Akan ada berbagai jenis interaksi sosial baru dalam game baru ini.”

Dungeon yang Dirombak dan Pacing Combat Baru

Desain dungeon juga mengalami perombakan besar. “Mengenai dungeon, kami terutama memutuskan untuk membuat keseluruhan pengalaman bermain dungeon jauh lebih tidak membuat stres, itu adalah salah satu bagian yang kami putuskan untuk lakukan. Kami juga ingin memperbarui grafisnya agar terasa jauh lebih imersif,” ujar Wada.

Dia menjelaskan bagaimana nuansanya berubah seiring pemain melangkah lebih jauh, dengan visual yang akan menjadi sedikit lebih aneh dan mengganggu semakin dalam pemain memasuki dungeon. Wada menunjuk pada satu momen tertentu sebagai contoh dari upaya tersebut.

“Cutscene ketika para karakter pertama kali berhadapan dengan Shadows telah banyak diperbaiki, sekarang menjadi sangat bagus dan sangat sinematik, dan saya pikir adegan tersebut akan lebih beresonansi dengan banyak pemain dibandingkan dalam Persona 4 original.”

Dari sisi pertarungan, Revival memperkenalkan mekanik baru seperti Send Flying dan Prime Time, bersamaan dengan sistem yang kembali hadir seperti Baton Pass.  “Kami terutama ingin membuatnya menyenangkan dan seru untuk dimainkan, itulah hal utama yang kami fokuskan,” ujar Wada.

“Prime Time dan Send Flying tidak menggunakan SP, jadi pemain bisa menggunakannya dengan bebas sesuka mereka selama syaratnya terpenuhi, keduanya mudah digunakan, dan keduanya juga menggabungkan aksi-aksi yang belum terlalu sering kami gunakan dalam installment sebelumnya.” Tapi beberapa fitur Persona 4 Golden tidak akan kembali.

“Saya sudah membicarakan soal cerita sepeda, kami tidak memasukkan mekanik sepeda ke dalam game ini, dan kami juga memutuskan untuk tidak memasukkan tag-team combo, demi mengimplementasikan sistem lainnya,” konfirmasi Wada. Meski demikian, serangan lanjutan standar tetap dipertahankan. “Mengenai follow-up attack, fitur tersebut masih akan ada dalam game ini, masing-masing karakter masih bisa melakukan follow-up attack.”

Mengenai perbandingan antara Prime Time dan sistem Theurgy dari Persona 3 Reload, yang menurut sebagian pemain membuat game tersebut terlalu mudah bahkan pada tingkat kesulitan yang lebih tinggi, Wada mengatakan kalau kedua mekanik tersebut tidak dibuat dengan mempertimbangkan satu sama lain.

“Saya pikir keduanya adalah mekanik yang sangat berbeda, jadi kami tidak secara langsung merujuk pada Theurgy ketika merancang ini,” ujarnya, sebelum menambahkan kalau feedback pemain tetap memengaruhi proses tersebut. “Kami memang mendengarkan feedback tersebut. Kami menghabiskan banyak waktu untuk menyeimbangkan game, melakukan banyak playtest, melibatkan banyak staf yang berbeda, meninjau berbagai log dan feedback, lalu menyeimbangkan game berdasarkan feedback yang kami terima.”

Proyek yang Sangat Personal bagi Wada

Merefleksikan sejarah panjangnya bersama seri ini, mulai dari designer hingga director dan kemudian head producer, Wada menggambarkan Persona 4 sebagai sebuah judul yang sangat penting secara pribadi baginya. “Persona 4 adalah, secara pribadi, sebuah karya yang sangat penting bagi saya, sebuah judul yang sangat penting, dan saya pikir ini juga merupakan judul yang sangat berarti bagi banyak orang di dalam seri ini,” ujarnya.

Mengenai apa yang dia harapkan bisa dirasakan pemain setelah memainkan pengalaman tersebut, dia mengatakan: “Saya ingin mereka merasa ingin kembali lagi, atau ingin tinggal di sana untuk waktu yang sangat lama.”

Dia juga memberikan penghargaan kepada Persona 3 Reload karena telah menjadi fondasi penting bagi Revival. “Saya percaya kalau bisa mengembangkan game ini dari kondisi di mana kami sudah memiliki bagian dasar dari game tersebut merupakan hal yang sangat besar bagi kami,” ujarnya, sembari menunjuk pada berbagai pelajaran yang mereka peroleh dalam hal lokalisasi dan pengembangan untuk berbagai perangkat keras.

Apa yang Menanti Setelah Persona 4 Revival

Ketika ditanya apakah para fans mungkin nantinya akan melihat remake untuk dua game Persona pertama mengingat tren yang dilakukan studio belakangan ini, atau apakah fokus mulai beralih menuju Persona 6, Wada tidak memberikan jawaban yang pasti. “Pada titik ini, saya tidak bisa mengatakannya dengan pasti, tetapi secara pribadi, saya pikir ini adalah sesuatu yang pasti harus kami lakukan. Saya pikir kami harus melakukannya.”

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: AtlusInterviewPCPersona 4 RevivalPS5SEGAWawancaraXbox Series
ShareTweetShare
Previous Post

Dungeon Odyssey Redeem Code – Banyak Reward Menarik

Related Posts

YHKT Entertainment kembali memamerkan BRINGER yang dikemas sebagai game gacha open-world RPG terbaru dengan production value yang sangat memukau
Android

BRINGER Kembali Dipamerkan, Gacha RPG Terbaru dari China dengan Production Value Mengesankan!

August 10, 2026
CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick, ternyata tidak terlalu khawatir dengan keputusan merilis GTA 6 tanpa disc fisik.
Berita

GTA 6 Tanpa Disc, Bos Take-Two Sebut Disc Sudah Kurang Masuk Akal untuk Konsumen

August 10, 2026
SHIFT UP dan Level Infinite telah berbagi detail lengkap event kolaborasi terbaru Goddess of Victory: NIKKE dengan Persona
Android

Goddess of Victory: NIKKE Bagi Detail Lengkap Event Kolaborasi Besar dengan Persona!

August 10, 2026
Kabar cukup menarik buat pemain yang nunggu update Wuthering Waves yang selama ini masih sering ketemu masalah performa.
Android

Wuthering Waves Janjikan Performa Naik 10 FPS di Update Terbaru

August 10, 2026
Menurut Presiden Bandai Namco Entertainment, Nao Udagawa, Digimon kini mencapai tingkat keuntungan tertinggi sepanjang masa.
Anime

Digimon Cetak Keuntungan Tertinggi Sepanjang Sejarah, Lampaui Era Keemasan

August 7, 2026
Capcom mengatakan ingin meningkatkan penjualan Wilds hingga akhirnya nanti bisa melampaui Monster Hunter: World.
Berita

Masih Beda 19 Juta Copy, Capcom Ingin Penjualan Monster Hunter Wilds Lampaui World

August 7, 2026

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Artikel ini akan memberikan panduan yang sangat lengkap dan mudah dipahami tentang cara redeem code RF Online Next.

RF Online Next Redeem Code – Banyak Reward Gratis

by Taufik
August 7, 2026
0

RF Online Next adalah MMORPG sci fi yang menjadi penerus resmi RF Online dengan kuaitas grafis yang lebih fantastis dan...

Kolaborasi terbaru Goddess of Victory; NIKKE dengan Persona mengundang banyak kritikan beberapa keputusan yang mengecewakan

Event Kolab NIKKE x Persona Dikritik Banyak Fans, Terutama Karena Jadikan Aigis Karakter SR

by Fadhil
August 7, 2026
0

Kolaborasi terbaru Goddess of Victory; NIKKE dengan Persona mengundang banyak kritikan beberapa keputusan yang mengecewakan.

Di tengah ramainya pasar game gacha RPG saat ini, Silver Palace baru saja menggelar tahap 2nd Beta-nya. Simak preview kami!

Nyobain Silver Palace – Cerita Kuat, Combat Berbobot, Visual Fantastis

by Taufik
August 6, 2026
0

Di tengah ramainya pasar game gacha RPG saat ini, Silver Palace baru saja menggelar tahap 2nd Beta-nya. Jujur saja, game...

Nexon Games kembali membagikan informasi terbaru soal Project RX, game 3D bertema bishojo isekai, katanya akan berbeda dari Blue Archive.

Nexon Sebut Project RX Akan Sangat Berbeda dengan Blue Archive

by Taufik
August 6, 2026
0

Nexon Games kembali membagikan informasi terbaru soal Project RX, game 3D bertema bishojo isekai yang sedang dikembangkan oleh tim di...

Artikel ini akan memberikan panduan yang sangat lengkap dan mudah dipahami tentang cara redeem code Oopsie Croco.

Oopsie Croco Redeem Code – Banyak Reward Gratis

by Taufik
August 5, 2026
0

Oopsie Croco adalah game petualangan yang menggabungkan berbagai elemen menarik, mulai dari roguelike, auto battler, hingga pertarungan PvP dan kamu...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd