gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Review MARVEL Tōkon: Fighting Souls – Tag Fighter Stylish dengan Rasa Anime!

Fadhil by Fadhil
August 12, 2026
in Konsol, PC, PlayStation 5, Review
0
Simak review lengkap kami untuk MARVEL Tōkon: Fighting Souls yang tampil begitu stylish sebagai game tag fighter terbaru

Simak review lengkap kami untuk MARVEL Tōkon: Fighting Souls yang tampil begitu stylish sebagai game tag fighter terbaru

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Kolaborasi tidak terduga antara Sony dengan Arc System Works lewat MARVEL Tōkon: Fighting Souls membawa sebuah premis yang sangat menarik bahkan sejak awal pengumumannya. Selain dari konsep tag fighter 4v4 yang relatif baru di genrenya, pihak developer juga diberi kebebasan dalam mengkreasikan semesta Marvel sesuai imajinasi mereka. Ini berujung pada sebuah game fighting Marvel dengan nuansa berbeda, dan karena kali ini mereka melibatkan developer Jepang, pendekatan yang diambil tentu saja adalah menjadikannya seperti sebuah anime.

Ini bisa dilihat dari banyak aspek mulai dari desain karakter hingga ke pembawaan serta ekspresinya, cerita yang ditawarkan, hingga ke sisi gameplay juga dengan kecenderungan karakter dalam menyebut skill atau teknik yang mereka eksekusi. Jika nilai jual dari permukaannya saja sudah bisa menarik perhatianmu, maka apa yang ditawarkan gamenya secara keseluruhan apalagi bisa lebih memuaskan, dan lewat review inilah kami akan membahas gamenya secara lebih mendalam.

Seleksi Konten yang Ditawarkan

Untuk standar rilis awal gamenya yang masih belum mendapat update post-launch besar selain dari patch perbaikan, konten yang ditawarkan sudah lumayan lengkap. Kebanyakan pemain game fighting memang lebih cenderung berfokus ke sesi gameplay online, tapi bagi mereka yang ingin menikmati konten secara solo bisa mengakses beberapa mode khusus terutama untuk campaign single player lewat Episode. Kamu akan diberi pilihan untuk mengikuti cerita dari sudut pandang lima grup berbeda mulai dari Fighting Avengers, Unbreakable X-Men, The Amazing Guardians, Samurai Outriders, dan Knights of Doom.

Setiap porsi cerita dikemas dalam format unik yang memadukan komik serta cutscene anime, dengan tambahan skenario gameplay di sela-selanya. Durasinya tidak terlalu panjang, tapi kombinasi antara kelima cerita ini jadinya memberi durasi bermain yang lumayan memuaskan. Penyampaian cerita dengan kombinasi style ala barat dan Jepang berujung lumayan serasa, yang mana di saat bersamaan kami juga diingatkan dengan arc Tournament of Power di Dragon Ball yang memang sangat cocok untuk menonjolkan kesan anime di game ini.

Dengan menyelesaikan salah satu dari kelima episode utamanya, kamu juga bisa mendapat akses ke karakter playable rahasia yaitu Champion yang harus dikalahkan terlebih dulu pada bagian akhir cerita. Ini membuat total roster awal gamenya berada di 21 karakter, sebuah angka yang relatif solid, apalagi untuk game tag fighter berbasis 4v4 yang membutuhkan ruang eksperimen lebih luas. Berbicara soal eksperimen, kamu bisa mempelajari sistem gamenya secara lebih mendalam lewat mode Training, tapi ada juga Arcade & Tutorial yang lebih kami rekomendasikan karena gamenya ikut memberi tutorial spesifik untuk mempelajari masing-masing karakter termasuk rute combonya.

Dan bagi kalian yang sudah terbiasa dengan genre fighting dan ingin langsung merasakan keseruan kompetitif, gamenya sudah menyediakan Ranked, Casual, dan Room Match. Tidak ketinggalan ada Open Lobby untuk berinteraksi serta bermain bersama pemain di berbagai server. Intinya semua fitur dan konten esensial yang kamu cari sudah ada di sini, hanya saja navigasinya terkadang memang bisa membingungkan. Seperti bagaimana akses Open Lobby dibuat terpisah dengan mode gameplay online, dan bagaimana combo challenge dipisahkan untuk Character Lesson daripada terintegrasi langsung di mode Training biasa.

Combat yang Penuh Opsi Defensif dan Dukungan Auto-Combo

Arc System Works mendesain game ini dengan pendekatan yang jauh lebih ramah untuk pendatang baru ke genrenya, yaitu dengan bagaimana pemain bisa mengeksekusi beragam combo sederhana hanya dengan satu tombol, sehingga mereka bisa lebih berfokus pada sisi fundamental dan cara memenangkan interaksi dari apa yang sudah diajarkan pada sesi tutorial. Fundamental yang solid saja terkadang tidak cukup untuk membuatmu jadi pemain yang tangguh, apalagi pada genre tag fighter yang memberi pemain banyak opsi untuk menciptakan rute combo sekompleks mungkin selama tidak menembus indikator combo limit dengan memanfaatkan sistem assitnya.

Implementasi auto-combo di versi finalnya ini menurut kami masih terasa dominan dan bisa berdampak kuat pada style bermain. Dalam gamenya kamu bisa melancarkan serangan Light, Medium, Heavy dengan active frame serta damage yang sudah disesuaikan, tapi selama serangan bisa mengenai musuh, maka kamu bisa mengonversinya menjadi combo secara otomatis dengan finisher yang juga dikaitkan dalam auto-combo.

Sebagai contoh, melancarkan serangan Light secara beruntun memungkinkanmu untuk mengakhirinya dengan Link Attack. Sementara untuk Medium akan diakhiri dengan Super Skill yang memakan resource 50 poin dari Skill Gauge, dan serangan Heavy akan diakhiri dengan Ultimate Skill yang memakan 100 poin. Jika berhasil mengisi bar hingga 150 poin termasuk bar penuh untuk Assemble Gauge, kamu bisa mengeksekusi Tōkon Assemble yang merupakan skill Ultimate terkuat di gamenya. Karena damage yang bisa dihasilkan sangat tinggi, skill Ultimate ini hanya bisa dieksekusi saat berada di ronde terakhir semisal musuh hampir mengalahkanmu, jadi ini lebih berguna sebagai senjata comeback. 

Jadinya kamu bisa melancarkan combo yang terlihat seperti pemain jago, tapi sejatinya kamu hanya menekan tombol kotak, setiga, atau bundar di kontroler untuk melancarkannya. Penerapan auto-combo bahkan mencakup serangan aerial atau saat berhasil meluncurkan musuh sampai jauh ke udara dengan Slam Launcher.

Meski berujung pada pengalaman bermain yang sangat ramah untuk pemain kasual, di saat bersamaan ada kesan restriktif karena kamu seolah dipaksa bermain sesuai aturan gamenya jika tidak sengaja menekan terlalu banyak tombol yang mengarah ke eksekusi auto-combo tadi. Karena hit confirm selalu berujung pada eksekusi combo yang sudah ditentukan, jadinya tidak ada banyak strategi yang perlu dipikirkan selain spam serangan Light untuk mengamankan hit confirm tersebut.

Skenario yang terutama paling menjengkelkan adalah saat kami berusaha mencuri giliran, contohnya saat terjebak di pojok arena, biasanya musuh masih bisa mengamankan giliran mereka meski kami sendiri sudah berusaha melancarkan serangan dengan eksekusi frame paling cepat. Untungnya opsi defensif yang diberikan gamenya sudah sangat memadai untuk mencegah skenario yang bisa lumayan menjengkelkan tersebut, contohnya seperti Assemble Counter yang bahkan bisa mengantisipasi Throw (Grab) dan bagaimana pemain yang jago bisa melakukan spam gerakan ini bahkan tanpa adanya resource Assemble Gauge (bar tiga kotak hijau yang ada di bawah HP).

Selain itu gamenya memiliki opsi defensif dengan cara kerja hampir serupa yaitu Crossover, tapi kamu bisa mengeksekusinya dengan lebih mudah saat berhasil menahan serangan musuh. Cara kerjanya bisa dibilang sama persis dengan Brave Counter di Granblue Fantasy Versus: Rising, kecuali bedanya di game ini resourcenya masih mengandalkan Assemble Gauge. Karena cooldown yang sangat cepat, pemain yang sudah lebih jago di gamenya seolah tidak bisa tersentuh berkat dua opsi defensif tersebut.

Khusus untuk Assemble Counter menurut kami sebenarnya masih perlu ada penyesuaian, terutama bagaimana kemampuan ini seharusnya tidak kebal pada eksekusi Throw, serta seharusnya tidak bisa terus dieksekusi meski sudah kehabisan Assemble Gauge. Lain halnya dengan Crossover di mana kami tidak punya banyak komplain, karena damagenya tidak terasa dan bagaimana kamu punya opsi untuk ikut melancarkan Crossover Reflect sebagai counter.

Jika kamu termasuk pemain yang sudah lumayan jago dan punya pengalaman di game fighting lain, maka tidak ada salahnya untuk melepas skema kontrol sederhana dan beralih ke motion input, apalagi karena ada damage scaling yang ikut diterapkan sebagai rewardnya. Tapi perlu diketahui juga kalau motion control di sisi lain bisa terasa lebih lambat, sehingga pemain yang ingin memenangkan interaksi secepat mungkin punya peluang menang yang tinggi, karena fokus mereka tentunya adalah mendapat hit confirm yang bisa dikonversi menjadi combo penuh.

Sistem Tag 4v4 yang Relatif Solid

Salah satu nilai jual utama MARVEL Tōkon: Fighting Souls sudah pasti ada di sistem tag team dengan formasi 4v4. Lalu apakah mereka berhasil mengeksekusinya dengan baik? Secara keseluruhan menurut kami sudah relatif solid dibanding saat sesi Closed Beta awal. Gamenya sendiri sudah disesuaikan agar cocok dengan dua tipe pemain di bagian ini, yaitu mereka yang lebih suka menguasai satu karakter saja dan memanfaatkan tiga karakter lain sebagai assist, atau mereka yang suka berganti ke karakter lain secara fleksibel demi beradaptasi dengan kondisi di sepanjang match, sekaligus memaksa musuh untuk mengganti strateginya, karena setiap karakter memiliki playstyle berbeda.

Kami sendiri termasuk tipe pemain yang lebih suka berfokus ke satu karakter, tapi kali ini opsi untuk melakukan switch ke karakter sudah terasa jauh lebih responsif, sehingga tidak ada lagi skenario di mana kamu mungkin tidak sengaja switch karakter atau kehilangan momentum karena transisinya yang terlalu lama. Meski kurang begitu familiar dengan genre tag fighter, kami rasa apa yang ditawarkan MARVEL Tōkon: Fighting Souls sudah lumayan memadai.

Ini apalagi karena setiap slot karakter memiliki tipe serangan berbeda baik saat melancarkan lariat dari jarak dekat atau zoning dari jarak jauh, sehingga satu karakter bisa memiliki tiga jenis assist. Kamu bisa memanfaatkan assist untuk memperpanjang combo, opsi zoning, atau mengunci pergerakan musuh terutama saat berada di pojok arena. Selebihnya ada juga aksi manuver yang menempatkan beberapa karakter dalam satu irama serangan seperti Assemble Smash, atau Super Assemble di mana kamu bisa mengaitkan sampai tiga skill Super sekaligus.

Aspek tag fighting yang dibawa gamenya cukup kami sukai, meski keseruan bermain baru benar-benar terasa setelah mendapat akses ke semua karakter, karena di awal setiap match kamu memang hanya ditemani dengan satu karakter saja, sehingga untuk menambah dua karakter lain kamu perlu memenuhi kondisi spesifik atau setelah bertransisi ke ronde baru.

Assist bisa dibilang adalah alat terbaik untuk melakukan ekstensi combo di dalam gamenya, karena satu karakter saja tidak selalu punya moveset yang cukup untuk mencapai potensi damage tertinggi. Daripada langsung mempelajari cara mengendalikan satu tim secara utuh yang bisa membuat pusing, kamu harus perlahan-lahan mempelajari karakter utama terlebih dulu sebelum kemudian bertansisi ke cara memanfaatkan satu, dua, hingga kemudian tiga assist.

Pengalaman Bermain dengan Versi PlayStation 5

Sejak rilisnya MARVEL Tōkon: Fighting Souls telah dirundung beragam masalah teknis terutama pada versi PC. Kami sendiri memainkan gamenya di PlayStation 5, dan harus diakui kalau pengalaman yang ditawarkannya relatif normal. Kami bilang “relatif” karena masih ada beberapa skenario yang cukup menjengkelkan saat bermain secara online. Pertama adalah matchmaking yang begitu lambat, dan bagaimana kami terkadang selalu dihadapkan pada pemain yang sama berulang-ulang.

Koneksi servernya juga seringkali tersendat atau putus. Ini tentunya tidak termasuk skenario saat musuh melakukan rage quit, tapi bagaimana saat match masih tengah berjalan gamenya tiba-tiba terkena error bahkan hingga crash. Ini tidak bisa dibilang langka terjadi, karena itu kami rasa perlu ada perombakan lebih juga pada sisi kualitas servernya di versi PlayStation 5.

Meski tidak ada hubungannya dengan permasalahan teknis, kami juga mendapati adanya skill gap yang terlalu drastis saat menjalani Ranked Match bahkan di rank Bronze dan Silver. Ini lebih ke bagaimana kami seringkali bertemu dengan pemain yang masih berusaha mempelajari gamenya dan punya skill yang masih standar, tapi di sisi lain kami sering berpapasan dengan pemain yang luar biasa jago di mana mereka mampu melancarkan combo paling optimal dengan assist penuh, belum lagi pergerakan dan pertahanan yang tidak kalah solidnya.

Karena itu mereka yang ingin menikmati mode ranked mungkin akan dihadapkan pada progression yang tidak natural bahkan meski dari rank paling bawah di sekalipun, karena mereka seolah dipaksa berhadapan dengan pemain yang seharusnya berada di rank yang jauh lebih tinggi. Pengalaman seperti ini tentunya akan berbeda antar pemain, tapi setidaknya ini memang sering kami rasakan.

Kesimpulan

Kehadiran MARVEL Tōkon: Fighting Souls ke genre tag fighter seketika langsung jadi angin segar berkat pendekatan unik yang dibawanya. Meski didukung dengan IP yang sudah sangat populer seperti MARVEL, game ini membawa desain yang justru dibuat lebih mendekati anime daripada sebuah franchise superhero besar dari barat, belum lagi lewat eksperimen gameplay dengan format 4v4 yang berhasil diimplementasikan dengan baik, dan di saat bersamaan juga sangat raham dengan pendatang baru. Belum lagi roster serta skala konten secara keseluruhan pun sudah cukup memadai untuk rilis awalnya.

Ini tidak semata membuat gamenya absen dari kekurangan, karena menurut kami dari sisi gameplay sendiri seharusnya masih perlu ada penyesuaian pada opsi defensif yang bisa terlalu mudah diabuse seperti Assemble Counter. Selain itu meski kami memainkan versi PlayStation 5 yang sementara ini seharusnya lebih mulus dibandingkan PC, kami masih mendapati permasalahan teknis seperti koneksi yang mudah terputus di tengah sesi match, matchmaking yang terlalu lamban, hingga crashing. Dan seperti yang sempat kami bahas tadi, ada perbedaan skill gap drastis di mode ranked bahkan di rank paling bawah, sehingga progressionnya bisa terasa tidak natural dan malah berujung membuat frustasi.

Jika tertarik memainkan gamenya, MARVEL Tōkon: Fighting Souls kini sudah tersedia di PlayStation 5 dan PC dengan dukungan cross-play.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id

The Review

MARVEL Tōkon: Fighting Souls

9 Score

PROS

  • Kaya dengan style yang sangat menonjol dibanding kebanyakan game Marvel lainnya
  • Perpaduan yang serasi antara style barat dan Jepang, terutama pada penyampaian cerita hingga ke karakternya
  • Gameplay fighting berbasis 4v4 yang serba mulus, intens, punya tempo cepat, tapi cocok untuk dimainkan semua kalangan pemain
  • Keseluruhan konten bawaan mulai dari single player, multiplayer, dan mode tambahan yang sudah lumayan berisi
  • Roster solid dengan lebih dari 20 karakter dengan style gameplay yang sangat berbeda

CONS

  • Versi PlayStation 5 masih dirundung beragam masalah teknis terutama saat memainkan mode online
  • Sementara ini ada skill gap yang tidak seimbang saat memainkan mode Ranked bahkan di rank paling rendah
  • Opsi defensif Assemble Counter yang seharusnya masih butuh balancing lebih

Review Breakdown

  • 9.0 0
Tags: Arc System WorksMARVEL Tokon: Fighting SoulsPCPlaystationPS5ReviewSony
ShareTweetShare
Previous Post

Tur Konser Terbesar YOASOBI Akan Ikut Diadakan di Asia Tenggara

Related Posts

Zelnick secara tidak langsung mengakui kalau GTA 6 sebenarnya bisa saja dijual lebih mahal dari $80. Bahkan bisa sentuh $100.
Berita

Bos Take-Two Sebut GTA 6 Sebenarnya Bisa Saja Dijual Lebih dari $80

August 12, 2026
Berita

Game Marvel’s Spider-Man 3 Bocor di Situs IMDb?

August 12, 2026
Seorang pemain Battlefield 6 mengaku berhasil mendapatkan refund penuh dari Steam meski sudah memainkan gamenya selama 470 jam.
Berita

Main Battlefield 6 Sampai 470 Jam, Gamer Klaim Dapat Refund dari Steam

August 12, 2026
Sony telah mengumumkan seleksi produk PlayStation 5 baru mulai dari konsol serta aksesoris bertemakan Marvel's Wolverine yang badass
Berita

Marvel’s Wolverine Dapatkan Bundle PlayStation 5 dan Aksesoris Edisi Terbatas

August 12, 2026
Phantom Blade Zero berbagi banyak detail baru lewat trailer gameplay berdurasi 11 menit dan juga dibukanya akses pre-order
Berita

Phantom Blade Zero Pamer Trailer 11 Menit Sekaligus Buka Akses Pre-Order

August 12, 2026
Game AI companion buatan HoYoverse, BSide: Olivia Lin, ternyata tidak berumur panjang. Hanya bertahan 28 hari.
Berita

Game AI Companion HoYoverse – BSide: Olivia Lin Tutup Setelah 28 Hari

August 12, 2026

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Granblue Fantasy rencananya akan membawa rerun kolaborasi Gintama dan My Hero Academia pada bulan Oktober mendatang

Granblue Fantasy Akan Hadirkan Rerun Event Kolaborasi Gintama dan My Hero Academia

by Fadhil
August 11, 2026
0

Granblue Fantasy rencananya akan membawa rerun kolaborasi Gintama dan My Hero Academia pada bulan Oktober mendatang.

Industri game mobile Jepang lagi masuk periode yang cukup berat. Data terbaru dari Teikoku Databank, sebut banyak yang bangkrut.

Banyak Developer Game Mobile Jepang Bangkrut, 2026 Bisa Yang Terparah

by Taufik
August 11, 2026
0

Industri game mobile Jepang lagi masuk periode yang cukup berat. Data terbaru dari Teikoku Databank menunjukkan sudah ada 10 perusahaan...

Artikel ini akan memberikan panduan yang sangat lengkap dan mudah dipahami tentang cara redeem code Dungeon Odyssey.

Dungeon Odyssey Redeem Code – Banyak Reward Menarik

by Taufik
August 10, 2026
0

Dungeon Odyssey adalah game idle RPG yang diadaptasi dari webcomic populer yang menuntut kamu untuk memperkuat karakter dan kamu membutuhkan...

YHKT Entertainment kembali memamerkan BRINGER yang dikemas sebagai game gacha open-world RPG terbaru dengan production value yang sangat memukau

BRINGER Kembali Dipamerkan, Gacha RPG Terbaru dari China dengan Production Value Mengesankan!

by Fadhil
August 10, 2026
0

YHKT Entertainment kembali memamerkan BRINGER yang dikemas sebagai game gacha open-world RPG terbaru dengan production value memukau.

SHIFT UP dan Level Infinite telah berbagi detail lengkap event kolaborasi terbaru Goddess of Victory: NIKKE dengan Persona

Goddess of Victory: NIKKE Bagi Detail Lengkap Event Kolaborasi Besar dengan Persona!

by Fadhil
August 10, 2026
0

SHIFT UP dan Level Infinite telah berbagi detail lengkap event kolaborasi terbaru Goddess of Victory: NIKKE dengan Persona.

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd