Epic Games sebenarnya lagi berusaha rombak besar-besaran Epic Games Store dan launcher-nya. Rencananya sudah diumumkan sejak Februari, lalu update pada Juni diklaim bikin launcher bisa terbuka rata-rata lima kali lebih cepat. Store-nya juga bakal ditambah rekomendasi game yang lebih personal, kategori yang lebih gampang dicari, sampai patch notes langsung di halaman toko. Masalahnya, menurut analis Newzoo, semua perubahan ini mungkin sudah agak telat.
Emmanuel Rosier, Director of Market Intelligence di Newzoo, bilang dirinya sulit melihat bagaimana Epic Games Store bisa membalikkan keadaan karena Steam sekarang sudah terlalu kuat dan jadi pilihan utama banyak gamer PC. Epic memang punya senjata berupa game gratis, tapi menurut Rosier banyak orang cuma buka Epic, klaim gamenya, lalu pergi lagi. Bahkan gamenya sering nggak pernah dimainkan dan akhirnya cuma jadi koleksi di library.

Bukan berarti program game gratis Epic nggak berguna. Ada juga pemain yang akhirnya mencoba Guardians of the Galaxy, Ghostwire: Tokyo, Vampyr, Control, Assassin’s Creed Syndicate, sampai Kardboard Kings gara-gara dibagikan gratis. Tapi ada kasus menarik dari Blood West, di mana giveaway gratis di Epic malah ikut menaikkan penjualannya di Steam. Alasannya simpel, sebagian gamer ternyata tetap lebih suka semua game mereka terkumpul dalam satu library Steam.
Menurut Rosier, Epic juga punya masalah karena selama beberapa tahun terakhir mereka seperti mau melawan semuanya sekaligus. Mereka mencoba menantang Steam di PC, Apple, sampai Google Play. Pada akhirnya, sulit buat Epic terus menjalankan semua pertarungan tersebut secara bersamaan. Karena itu, menurut Rosier, Epic mungkin lebih baik fokus ke sesuatu yang memang sudah terbukti sangat kuat buat mereka, yaitu Fortnite.

Kalau soal Fortnite, Rosier justru cukup optimis. Epic sekarang semakin sering membawa karakter dari game lain ke dalam Fortnite. Musim terbarunya bahkan punya Sonic, Pac-Man, Crash Bandicoot, Mega Man, Sora dari Kingdom Hearts, sampai Joker dari Persona 5. Menurutnya, Fortnite sekarang sudah sampai di posisi di mana mereka nggak perlu takut mempromosikan game lain. Publisher malah bisa menggunakan Fortnite buat promosi game baru.
Rosier juga suka dengan tambahan seperti sprite yang bisa dikoleksi karena pemain jadi punya kegiatan lain selain sekadar mengejar kemenangan. Tapi kalau balik ngomongin Epic Games Store sebagai saingan Steam, ia tetap nggak terlalu yakin. Fortnite mungkin masih punya masa depan yang sangat kuat, tapi Epic Games Store dianggap sudah terlalu jauh tertinggal dari Steam. Menurut Rosier, “Kalau melihat Epic Games Store sekarang, saya nggak melihat bagaimana mereka bisa bangkit dari posisi ini.”
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post