Melalui sesi panel khusus di ajang PokémonXP 2026 yang berlangsung tadi pagi, tim kreatif utama di balik Pokémon Pokopia membagikan cerita mengenai proses pengembangan game sandbox bertema slow-life tersebut untuk Nintendo Switch 2. Panel ini menghadirkan Shigeru Ohmori, Concept/Senior Director dari Game Freak; Takuto Edagawa, Chief Director dari Koei Tecmo Games; serta Kanako Murata, produser dari The Pokémon Company.

Pokémon Pokopia mengajak pemain menjelajahi dunia sandbox yang mengutamakan kerja sama daripada persaingan. Berlatar di sebuah wilayah tandus yang sudah lama ditinggalkan manusia, pemain berperan sebagai Ditto yang menyamar dalam wujud manusia dan bertemu dengan Professor Tangrowth. Bersama-sama, mereka berusaha mengembalikan kehidupan ke wilayah tersebut. Pemain dapat membuat berbagai barang, menebang pohon, menyiram tanah kering, serta mempelajari kemampuan dari Pokémon lain untuk membangun habitat yang dapat dihuni bersama.
Inspirasi awal Pokémon Pokopia berasal dari pengalaman Shigeru Ohmori ketika mengerjakan Pokémon Ruby dan Sapphire. Saat membuat peta Hoenn, ia merasa sangat senang ketika melihat Pokémon liar bermunculan dari rerumputan yang ditempatkannya. Pengalaman tersebut membuat Ohmori membayangkan sebuah game yang memungkinkan pemain menemukan Pokémon melalui proses menciptakan berbagai peta. Dia juga merasa kalau kepribadian Pokémon tidak harus selalu ditampilkan melalui sistem pertarungan RPG tradisional.

Pengembangan game ini kemudian melibatkan kolaborasi antara Game Freak, Koei Tecmo Games, dan The Pokémon Company. Game Freak sebelumnya membuat prototype yang menampilkan Ditto, konsep pembangunan dunia, dan desain awal sebelum proyek tersebut diperkenalkan kepada The Pokémon Company. Koei Tecmo kemudian ikut bergabung untuk membantu pengembangan. Edagawa menegaskan kalau ketiga perusahaan tidak sekadar membagi tugas, karena fitur gameplay, konsep, desain, aset CG, hingga teks dikerjakan melalui kerja sama yang erat.
Salah satu tantangan terbesar datang dari jumlah dialog yang sangat banyak. Karena setiap Pokémon dapat berbicara dengan pemain dan memiliki kepribadiannya sendiri, tim harus menulis, menyeimbangkan, melakukan debug, serta menerjemahkan berbagai dialog unik. Murata juga menjelaskan kalau proses lokalisasi menjadi tantangan tersendiri karena kepribadian setiap spesies harus tetap terasa dalam berbagai bahasa.

Pemilihan Ditto sebagai karakter utama sudah ditentukan sejak tahap awal pengembangan. Kemampuan Transform miliknya memungkinkan Ditto berbicara dengan Pokémon lain sekaligus menggunakan berbagai peralatan manusia. Dengan meniru Pokémon lain, Ditto dapat mempelajari kemampuan seperti menyiram tanaman, menghancurkan rintangan dengan Leafage, meluncur di atas air, hingga terbang dan menjelajahi area baru. Konsep ini juga memberi tim penulis kesempatan untuk menggali sisi emosional Pokémon dengan lebih mendalam.
Ketiga panelis kemudian membagikan move favorit mereka. Ohmori memilih Leafage, Edagawa memilih Rollout yang sering digunakannya saat playtesting, sementara Murata memilih Splash yang memungkinkan Ditto melompati berbagai rintangan. Mereka juga membahas Expansion Pass Part 1, Bubbly Basin, yang memperkenalkan kemampuan Dive dan area bawah laut untuk dijelajahi. Edagawa mengatakan kalau menghadirkan habitat bawah air sudah menjadi salah satu keinginan tim sejak awal agar Pokémon akuatik dapat hidup di lingkungan yang sesuai.
Pada akhir panel, para developer mengungkapkan kekaguman mereka terhadap kreativitas komunitas Pokémon Pokopia. Mereka senang melihat pemain membangun kembali kota dan rute dari game Pokémon klasik hingga menciptakan berbagai bangunan unik mereka sendiri.

Untuk ke depannya, Expansion Pass Part 2 dan Part 3 masih dalam pengembangan, sementara update gratis juga akan menghadirkan berbagai peningkatan quality-of-life untuk game utama. Selain itu, PokémonXP & Worlds Cloud Island kini tersedia di Pokémon Pokopia dan dapat dikunjungi dengan memasukkan password JW7MXKP2.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post