Dragon’s Dogma 2: Dark Arisen bakal membawa Arisen ke Norgan, region baru dengan kondisi yang jauh lebih ekstrem, lengkap dengan badai salju, longsoran es, monster baru, sampai sistem Relic yang bakal mengubah cara pemain membangun karakter. Kami sendiri sudah sempat mencoba bagian awal Norgan dan bertarung melawan beberapa monster seperti Norgan Giant serta Fallen Dragon. Tapi ternyata, apa yang diperlihatkan dalam demo tersebut benar-benar baru bagian pembukanya saja.


Dalam kesempatan wawancara bersama Director Kento Kinoshita dan Producer Naoto Oyama, kami ngobrol lebih jauh soal bagaimana Dark Arisen bakal memperluas Dragon’s Dogma 2. Pembahasannya nggak cuma berhenti di Norgan, tapi juga menyentuh perubahan besar untuk base game, sistem Pawn yang semakin pintar, balancing Vocation, Relic Appraisal, dungeon baru, pengelolaan inventory, sampai bagaimana feedback pemain sejak perilisan Dragon’s Dogma 2 ikut membentuk ekspansi ini.
Norgan yang Kami Mainkan Ternyata Baru Bagian Awal

Salah satu pertarungan yang paling mencolok dari sesi hands-on kami adalah Fallen Dragon. Sayangnya, Kento Kinoshita masih belum mau membuka kartu soal boss lain atau gimmick baru yang bakal menunggu pemain setelah bagian demo. Menurutnya, informasi yang bisa mereka bicarakan sekarang memang masih dibatasi pada konten yang sudah dimainkan media. Tapi semakin mendekati perilisan, Capcom berencana membuka lebih banyak informasi mengenai gimmick baru dan boss yang jauh lebih menantang.
Naoto Oyama kemudian menekankan satu hal yang cukup menarik. Area pegunungan dan lembah Norgan yang tersedia dalam demo kemarin benar-benar cuma titik awal dari region tersebut. Misi yang dimainkan juga masih termasuk rangkaian misi awal, jadi perjalanan setelahnya bakal jauh lebih luas. “Itu baru seperti misi-misi awal di Norgan,” jelas sang Producer. Dengan kata lain, Norgan Giant dan Fallen Dragon yang sudah lumayan bikin repot itu belum menjadi gambaran penuh dari tantangan yang disiapkan Dark Arisen.
Ekspansinya bahkan nggak cuma terjadi di Norgan. Base game Dragon’s Dogma 2 juga bakal mendapatkan 12 dungeon tambahan. Naoto memang mengakui informasi ini sebelumnya sudah diumumkan, tapi ia kembali menegaskan bahwa tim nggak cuma ingin membuat sebuah region DLC yang berdiri sendiri. Dunia dari game utamanya juga ikut diperluas sehingga pemain lama punya alasan tambahan untuk kembali menjelajahi area yang sudah pernah mereka datangi.
Kalau bicara soal durasi, kontennya juga cukup besar. Menurut Naoto, cerita utama di Norgan diperkirakan membutuhkan sekitar 15 sampai 20 jam, tergantung bagaimana masing-masing pemain menjalani petualangannya dan seberapa cepat mereka menyelesaikan cerita. Sementara 12 dungeon baru tadi masing-masing diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 30 menit sampai satu jam. Kalau semuanya digabung, Dark Arisen bakal menawarkan lebih dari 25 jam konten.
Vocation Lama Dipertahankan, Tapi Pilihan Build Dibuat Jauh Lebih Luas

Capcom ternyata punya banyak data soal bagaimana pemain memainkan Dragon’s Dogma 2. Dari sana, tim bisa melihat bahwa beberapa Vocation jauh lebih populer dibandingkan lainnya, termasuk skill tertentu yang jauh lebih sering dipasang pemain. Tapi Naoto menjelaskan kalau tim nggak mau sekadar mengikuti statistik tersebut dengan memberikan lebih banyak perhatian kepada Vocation yang sudah populer. Target mereka justru memastikan semua Vocation tetap punya kesempatan berkembang.
Itulah alasan setiap Vocation mendapatkan skill tambahan dan berbagai improvement. Menurut Kento, tim juga melihat ada skill tertentu yang jarang digunakan bukan selalu karena skill tersebut benar-benar buruk, tapi karena pemain cuma punya slot terbatas dan akhirnya harus memprioritaskan skill yang dianggap paling berguna. Developer kemudian menganalisis skill mana saja yang jarang dipasang dibandingkan skill lainnya dan mencoba memperbaikinya melalui tambahan kemampuan serta versi skill yang lebih tinggi.
Perubahan besar lainnya adalah jumlah skill slot yang meningkat dari empat menjadi enam. Menariknya, fitur tersebut bukan eksklusif Dark Arisen. Naoto menjelaskan kalau peningkatan slot ini merupakan bagian dari title update untuk base game, jadi pemain tetap bisa menikmati enam skill slot meskipun nggak membeli ekspansinya. Perubahan tersebut tentu bakal membuat kombinasi skill jauh lebih fleksibel, apalagi ketika nantinya digabungkan dengan berbagai kemampuan baru yang datang lewat Dark Arisen.
Lalu kenapa nggak sekalian membuat Vocation baru? Menurut Naoto, banyak pemain sudah menghabiskan waktu sangat lama dengan Vocation yang mereka gunakan sekarang. Daripada menghadirkan kelas baru dan membuat semuanya mulai lagi dari awal, tim merasa memperdalam Vocation yang sudah ada bakal memberikan pengalaman yang lebih rewarding. Pemain nantinya punya lebih banyak skill untuk dipilih, sementara enam slot tadi memaksa pemain tetap memikirkan mana yang paling cocok dengan gaya bermain mereka. Pendekatan ini juga dianggap lebih pas dengan tantangan baru yang disiapkan di Norgan.
Norgan Nggak Cuma Dingin, Lingkungannya Bisa Dipakai Buat Menghabisi Musuh

Norgan punya banyak jalur yang tertutup es dan objek beku yang sekilas terlihat seperti sesuatu yang harus dihancurkan menggunakan serangan tertentu. Kento memang nggak bisa memastikan bagian persis yang kami maksud ketika menanyakannya, tetapi secara umum desain map Norgan punya dua pendekatan untuk area semacam ini. Beberapa jalur bisa dibuka dengan bantuan aksi tertentu dari Pawn, sementara jalur lainnya baru dapat diakses setelah cerita berkembang dan pemain mendapatkan item tertentu atau membuka akses baru.
Jadi, jangan berharap setiap bongkahan es harus dibakar pakai magic atau dihantam sampai pecah. Menurut Kento, desain Dragon’s Dogma 2 pada dasarnya selalu mencoba memberikan clue yang cukup jelas mengenai apa yang harus dilakukan pemain. Solusinya seharusnya nggak sampai membuat pemain harus memikirkan trik super ribet yang sama sekali nggak masuk akal. Selama memperhatikan lingkungan dan petunjuk yang diberikan, pemain seharusnya bisa memahami bagaimana melanjutkan perjalanan.
Yang jauh lebih menarik, kondisi ekstrem di Norgan bukan cuma dibuat untuk merepotkan pemain. Kento mengonfirmasi secara langsung kalau lingkungan bisa dimanipulasi dan digunakan untuk melawan musuh. Misalnya, kalau menemukan bongkahan es besar yang mencuat dari tanah, pemain bisa mengambilnya lalu melemparkannya ke musuh. Es di lingkungan juga bisa dibuat runtuh sehingga efeknya justru menguntungkan pemain dalam pertarungan.
Hal yang sama berlaku untuk hazard seperti badai salju dan longsoran es. Developer sadar kalau mereka menghadirkan kondisi lingkungan baru yang berbahaya, pemain pasti bakal penasaran apakah hal tersebut bisa dibalik menjadi senjata. Jawabannya memang iya. Bahkan menurut Kento, pemain yang suka mencari cara cepat menghabisi sekelompok monster kecil atau memangkas sebagian besar HP monster besar bakal mendapatkan banyak kesenangan dari sistem ini. Jadi, daripada terus-terusan menebas monster secara langsung, terkadang menghancurkan lingkungan pada waktu yang pas bisa menghasilkan damage yang jauh lebih brutal.
Musuh Semakin Sulit, Tapi Bukan Cuma Karena HP Lebih Tebal

Norgan Giant, monster yang sempat kami sebut Yeti saat interview, serta Fallen Dragon memang sudah terasa cukup menantang di bagian awal. Tapi sekali lagi, Kento mengingatkan kalau keduanya muncul ketika pemain masih berada di bagian pembuka Norgan. Nantinya pemain juga terus mendapatkan Relic dan equipment yang semakin kuat, sehingga developer harus memastikan progression tersebut nggak membuat semua pertarungan berikutnya berubah menjadi terlalu gampang.
Solusinya bukan sekadar menaikkan HP musuh. Tim tetap mempertahankan filosofi pertarungan Dragon’s Dogma 2, di mana masing-masing monster mempunyai karakteristik, kekuatan, dan kelemahan yang harus dipelajari. Kento memberikan contoh Griffon dari base game yang bisa dihadapi dengan memanfaatkan api dan strategi tertentu. Monster baru di Norgan juga dirancang menggunakan pendekatan serupa, tetapi tentunya dengan mekanisme dan kelemahannya masing-masing.
Artinya, meskipun pemain sudah mendapatkan Relic yang sangat kuat dari hasil Appraisal, mereka tetap perlu memahami lawan yang sedang dihadapi. Pemain bakal dituntut mencari strategi, memanfaatkan kelemahan monster, memilih Relic yang cocok, serta melihat kondisi pertarungan sebelum menyerang. Developer ingin progression tetap terasa rewarding tanpa membuat tantangan hilang begitu karakter sudah mendapatkan gear bagus.
Pawn Dibuat Semakin Terasa Seperti Main Bareng Pemain Lain

Interaksi Pawn juga mendapatkan perhatian cukup besar. Salah satu animasi baru yang kami lihat memungkinkan Pawn membantu menarik Arisen ketika sedang memanjat monster besar. Menurut Kento, hubungan antara Pawn dengan Arisen memang menjadi bagian yang sangat penting dari Dragon’s Dogma 2. Tim ingin tindakan mereka terasa natural sampai pemain seolah sedang ditemani pemain lain, bukan AI yang sekadar mengikuti perintah.
Beberapa peningkatan sebenarnya sudah mulai dimasukkan melalui update bulan Juni. Pawn dengan Vocation Archer misalnya, sekarang akan mencoba menyerang monster besar dengan cara yang membantu menjatuhkan mereka agar Arisen lebih mudah melancarkan serangan. Ketika menghadapi monster kecil yang terbang seperti Harpy, Pawn juga bakal mencoba menjatuhkannya dari udara supaya pemain bisa langsung menyerangnya ketika sudah berada di tanah.
Interaksi semacam itu juga berlaku ketika pemain menyerang. Kalau Arisen menggunakan pedang untuk melontarkan Goblin atau monster kecil lainnya ke udara, Pawn bisa membaca situasinya lalu menyambungnya dengan serangan di udara. Menurut Kento, cooperative gameplay semacam inilah yang dianggap sangat penting dalam hubungan antara pemain dan Pawn. Bahkan Pawn yang terkena Dragon’s Plague nantinya bakal mendapatkan perkembangan dan tindakan tertentu yang bisa membantu pemain lebih jauh, meskipun detail lengkapnya masih disimpan untuk nanti.
Menariknya, beberapa interaksi yang terlihat seperti fitur Dark Arisen ternyata bakal datang lebih cepat. Naoto menjelaskan bahwa aksi Pawn yang membantu menarik pemain ketika memanjat monster besar, termasuk adegan Pawn melindungi Arisen dari serangan menggunakan shield yang sempat terlihat di PV, bukan bagian eksklusif ekspansi. Fitur tersebut akan dimasukkan lewat update Agustus, jadi pemain base game bisa merasakannya bahkan sebelum Dark Arisen dirilis.
Relic Dibuat Karena Pemain Masih Ingin Terus Main Dragon’s Dogma 2

Salah satu perubahan terbesar di Dark Arisen jelas datang dari Relic Appraisal System. Dragon’s Dogma 2 sebelumnya punya progression RPG yang cukup tradisional. Arisen dan Pawn naik level, mendapatkan skill baru, dan statistik dasarnya terus berkembang. Masalahnya, menurut Kento, progression tersebut pada akhirnya mencapai semacam batas keras. Setelah berada di level tertentu, peningkatan level nggak lagi menghasilkan lonjakan kekuatan yang terlalu terasa.
Relic dibuat untuk membuka lapisan progression baru setelah titik tersebut. Pemain bisa mendapatkan equipment dan item dengan atribut random, lalu menggabungkannya dengan build yang sudah dimiliki. Hasilnya adalah kemungkinan build yang jauh lebih unik karena gear yang didapat satu pemain belum tentu sama dengan pemain lainnya. Relic tertentu juga bisa mendorong pemain mencoba gaya bertarung yang sebelumnya mungkin nggak pernah terpikirkan.
Menariknya, ide Relic ternyata lahir langsung dari feedback pemain. Kento mengatakan bahwa dari berbagai feedback positif maupun negatif terhadap base game, ada satu keinginan yang terus muncul, yaitu pemain ingin punya alasan untuk terus memainkan Dragon’s Dogma 2. Banyak yang merasa action system-nya sangat menyenangkan dan pada dasarnya cuma ingin lebih banyak konten untuk terus menikmatinya. “Saya masih ingin memainkan game ini lebih banyak,” menjadi salah satu sentimen yang menurut sang Director sering mereka temukan.
Setelah melakukan banyak brainstorming mengenai bagaimana action system yang sudah ada bisa diperluas, tim akhirnya sampai pada konsep Relic Appraisal sebagai sistem yang lebih dekat dengan gaya hack-and-slash. Kalau base game Dragon’s Dogma 2 lebih berfokus pada perjalanan, eksplorasi, cerita, serta petualangan bersama Pawn, Dark Arisen sengaja digeser menjadi pengalaman yang lebih action-packed. Randomized equipment dari Relic kemudian menjadi salah satu fondasi untuk membuat pemain terus berburu gear, mencoba build baru, dan menghadapi tantangan yang semakin berat.
Namun developer juga nggak melupakan masalah reward eksplorasi di base game. Naoto menjelaskan beberapa perbaikan sebenarnya sudah dimasukkan melalui title update bulan Juni, terutama untuk menanggapi feedback bahwa reward dari chest maupun quest terkadang terasa kurang menarik. Setelah update tersebut, pemain seharusnya punya alasan lebih besar untuk menjelajahi dunia dan mencoba berbagai aktivitas. Jadi, Capcom nggak cuma mengembangkan ekspansi berbayar, tetapi juga terus memperbaiki pengalaman base game untuk semua pemain.
Relic Bakal Banyak, Inventory Juga Ikut Dibenerin

Jumlah Relic yang bisa ditemukan selama eksplorasi memang cukup banyak. Saat hands-on, kami sendiri sempat merasa sistem tersebut berpotensi membuat urusan inventory semakin ribet. Ternyata jumlah drop tersebut memang disengaja. Kento menjelaskan bahwa volume item yang ditemukan pemain di lapangan sudah dirancang seperti itu sejak awal, sehingga developer juga sadar sistem inventory harus ikut beradaptasi.
Update Agustus bakal membawa dua perubahan penting. Pertama, pemain bisa menandai equipment dan item tertentu sebagai favorite menggunakan ikon bintang. Jadi, barang penting yang sering digunakan nggak gampang tenggelam di antara tumpukan loot. Kedua, storage bakal mendapatkan sistem filter yang jauh lebih berguna. Pemain bisa menyaring item berdasarkan Vocation dan kebutuhan tertentu, termasuk memprioritaskan item yang sebelumnya sudah ditandai sebagai favorite.
Contohnya cukup sederhana. Kalau sedang memainkan Fighter, pemain nggak perlu lagi terus menggulir storage melewati tumpukan bow dan equipment dari Vocation lain yang nggak relevan. Tinggal aktifkan filter Fighter dan item yang sesuai kebutuhan bakal lebih gampang ditemukan. Menurut Kento, peningkatan ini seharusnya membuat pengelolaan equipment jauh lebih nyaman ketika Dark Arisen akhirnya dimainkan dan jumlah loot mulai semakin menggila.
Ada satu sistem tambahan khusus Relic yang juga cukup berguna. Naoto menjelaskan kalau pemain mendapatkan terlalu banyak Relic level rendah, semuanya nggak harus di-Appraise terlebih dahulu. Relic tersebut bisa langsung dijual dalam kondisi belum dibuka dan pemain akan mendapatkan kembali Link Crystals, currency yang digunakan untuk melakukan Appraisal. Jadi, daripada membuang currency untuk membuka Relic yang kelihatannya sudah nggak relevan, pemain bisa mendaur ulang loot tersebut menjadi resource untuk membuka Relic lainnya.
Quest Baru Bakal Punya Kejutan Selevel Sphinx

Selain pertarungan dan loot, Dark Arisen tetap mempertahankan salah satu bagian paling menarik dari Dragon’s Dogma 2, yaitu quest yang terkadang punya desain aneh, kreatif, dan nggak mudah ditebak. Ketika ditanya apakah ekspansi ini bakal punya quest unik seperti rangkaian quest Sphinx, Kento memastikan tim memang sengaja membuat beberapa questline menggunakan pendekatan yang belum pernah dilakukan di base game.
Ia bahkan memberikan sedikit teaser yang cukup menarik. Menurut pendapat pribadinya, ada satu questline di Dark Arisen yang skalanya bisa dibandingkan dengan quest Sphinx. Tentunya bukan berarti Capcom sekadar menyalin konsep yang sama lalu mengganti karakter dan lokasinya. Kento secara spesifik mengatakan bahwa quest tersebut bukan copy-paste dan bakal membawa kejutan yang berbeda.
Detail mengenai quest tersebut masih dirahasiakan, sama seperti sebagian besar boss dan gimmick yang menunggu lebih jauh di Norgan. Tapi dari semua yang dijelaskan Kento Kinoshita dan Naoto Oyama, semakin jelas kalau Dark Arisen bukan sekadar menambahkan map bersalju dan monster yang HP-nya lebih tebal. Capcom mencoba memperdalam hampir semua fondasi Dragon’s Dogma 2, mulai dari Vocation, Pawn, exploration reward, inventory, progression, lingkungan interaktif, sampai endgame melalui Relic.
Dan mungkin bagian paling menariknya adalah banyak improvement tersebut ternyata nggak dikunci sepenuhnya di balik ekspansi. Enam skill slot, peningkatan perilaku Pawn, interaksi baru, filter inventory, favorite item, sampai berbagai adjustment base game bakal diberikan melalui title update. Sementara Dark Arisen sendiri lebih fokus membawa semua fondasi tersebut ke Norgan, tempat pemain bakal mendapatkan lebih banyak alasan untuk bereksperimen dengan build, memanfaatkan lingkungan, berburu Relic, dan menghadapi monster yang tetap bisa memberikan perlawanan meskipun Arisen sudah semakin kuat.
Dragon’s Dogma 2: Dark Arisen akan dirilis pada 9 Oktober mendatang.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post