gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Review NBA 2K27 – Kelihatan Mirip, Tapi Gameplay-nya Jauh Lebih Enak

Taufik by Taufik
September 9, 2026
in Konsol, PC, PlayStation 5, Review, Xbox Series S, Xbox Series X
0
Kalau cuma dilihat sekilas, NBA 2K27 memang gampang banget bikin kesan kalau game ini nggak jauh beda dari seri sebelumnya.

Kalau cuma dilihat sekilas, NBA 2K27 memang gampang banget bikin kesan kalau game ini nggak jauh beda dari seri sebelumnya.

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Kalau cuma dilihat sekilas, NBA 2K27 memang gampang banget bikin kesan kalau game ini nggak jauh beda dari seri sebelumnya. Tampilan masih familiar, The City masih terasa mirip, dan secara visual juga nggak ada lompatan besar yang langsung bikin kaget. Tapi begitu mulai benar-benar main, terutama beberapa pertandingan pertama, perbedaannya mulai terasa cukup jelas.

Perubahan paling besar justru datang dari gameplay basketnya sendiri. Defense sekarang jauh lebih mampu melawan offense, shooting terasa lebih menantang, stamina makin penting, sampai AI yang lebih pintar dalam membaca situasi. Di luar lapangan, 2K juga membawa beberapa tambahan baru seperti MyCAREER Eras, MyCAREER Co-Op, sampai MyNBA Legacy yang punya konsep cukup ambisius.

Defense Akhirnya Bisa Melawan Offense

Kalau merasa NBA 2K27 kelihatannya hampir sama seperti game sebelumnya, impresi itu bakal cepat berubah begitu mulai bermain. Salah satu perbedaan terbesar ada di sisi defense, yang sekarang terasa jauh lebih mampu mengimbangi serangan lawan. Contoh paling gampang adalah shot blocking. Selama kami bermain, melihat sekitar dua sampai tiga block hanya dalam satu quarter bukan sesuatu yang aneh. Dibanding tahun lalu, ketika melakukan block terkadang terasa lebih susah dari seharusnya, menjaga area paint di NBA 2K27 terasa jauh lebih satisfying dan memberikan reward yang lebih terasa.

Shot contest juga sekarang jauh lebih efektif. Pemain bertahan nggak harus selalu berdiri tepat di depan shooter untuk memberikan tekanan. Bahkan ketika posisi defender sedikit berada di samping pemain yang menyerang, selama jaraknya cukup dekat dan tekanannya cukup bagus, peluang tembakan lawan tetap bisa terganggu.

Artinya, positioning sekarang terasa semakin penting. Pemain yang memang punya kemampuan defense tinggi juga jadi benar-benar terasa berguna, bukan sekadar punya angka atribut bagus di atas kertas.

Meski begitu, ada satu hal yang cukup mengganggu, yaitu betapa gampangnya beberapa situasi di area paint menghasilkan foul. Kami beberapa kali sengaja memaksakan layup jelek menggunakan pemain biasa dengan ekspektasi tembakan tersebut bakal gagal, tetapi ternyata justru mendapat kontak dan dua free throw.

Dalam beberapa situasi, rasanya game malah memberikan reward untuk keputusan offense yang sebenarnya kurang bagus. Collision yang agak aneh juga masih sesekali muncul, tetapi secara keseluruhan, menurut kami defense jelas menjadi salah satu peningkatan terbesar di NBA 2K27.

Offense Sekarang Nggak Bisa Asal Gas

Karena defense semakin kuat, offense otomatis ikut terasa lebih menantang. Sekarang nggak semudah sebelumnya untuk terus spam three-pointer atau memaksakan dunk, bahkan ketika sedang menggunakan pemain yang cukup kuat.

Three-point shooting menjadi contoh paling gampang. Pada awal pertandingan, mendapatkan Perfect release masih terasa cukup mudah, terutama ketika shooter berada dalam posisi terbuka dan stamina masih penuh. Tetapi begitu masuk quarter ketiga dan keempat, fatigue mulai membuat timing tembakan jauh lebih susah.

Shot contest juga memberikan efek yang jauh lebih besar. Ketika defender memberikan tekanan serius terhadap layup atau three-pointer, area hijau pada Shot Meter bisa menjadi sangat kecil, bahkan benar-benar menghilang. Hal ini membuat pemilihan tembakan jauh lebih penting. Sekarang pemain benar-benar didorong untuk menciptakan ruang terlebih dahulu daripada sekadar melempar bola dan berharap masuk.

Dunk juga membutuhkan sedikit adaptasi. Pemain nggak bisa selalu berharap tinggal menyerang ring lalu otomatis berhasil menyelesaikannya dengan dunk. Kehadiran Dunk Meter memberikan tambahan soal timing dan risiko, terutama ketika sudah ada defender yang menunggu di area paint.

Di awal kami cukup sering gagal melakukan dunk, tetapi setelah mulai terbiasa dengan sistemnya, mekanik ini justru terasa lebih realistis sekaligus lebih rewarding.

Secara keseluruhan, NBA 2K27 memang mungkin nggak terlihat jauh berbeda dari luar, tetapi keseimbangan antara offense dan defense terasa jauh lebih bagus. Defense akhirnya punya cukup banyak senjata untuk melawan serangan, sementara offense membutuhkan timing, positioning, serta pengelolaan stamina yang lebih baik. Hasilnya, setiap possession terasa lebih kompetitif dibanding sebelumnya.

Dribbling, Movement, dan AI Ikut Lebih Enak

Dribbling di NBA 2K27 juga terasa lebih mulus dan responsif, terutama ketika menggabungkan beberapa gerakan atau mencoba menciptakan ruang dari defender. Pergerakan pemain secara keseluruhan juga terasa sedikit lebih natural dibanding sebelumnya, walaupun masih ada beberapa momen ketika perubahan arah yang mendadak terasa sedikit berat atau canggung.

AI juga mendapatkan peningkatan, terutama dalam urusan defensive rotation dan help defense. Rekan satu tim sekarang secara umum lebih pintar menutup ruang kosong atau melakukan switch terhadap pemain lawan. Perubahan ini membuat offense maupun defense terasa lebih dinamis karena pertandingan nggak lagi terlalu bergantung pada situasi satu lawan satu.

MyCAREER Punya Banyak Tambahan Baru

MyCAREER di NBA 2K27 ternyata mendapatkan perubahan yang cukup signifikan tahun ini, terutama dari sisi cerita dan fitur baru. Campaign utamanya kali ini bernama Fire & Concrete, di mana pemain sekali lagi berperan sebagai MP dan mengikuti perjalanan kariernya mulai dari basket tingkat high school, menghadapi sebuah masalah besar, bermain streetball, masuk G League, sampai akhirnya berhasil mencapai NBA.

Masalah utama kami justru ada pada pacing. Fire & Concrete terasa terlalu panjang sebelum akhirnya benar-benar memberikan sensasi perkembangan karier yang sebenarnya. Sebelum menetap di NBA, pemain harus melewati pertandingan street basketball 3v3, sesi latihan, G League, sampai berbagai objective cerita. Beberapa objective juga memaksa pemain untuk bermain dengan gaya tertentu, sehingga perjalanan kariernya terkadang terasa lebih membatasi daripada yang seharusnya.

Untungnya, 2K sadar kalau nggak semua orang memainkan MyCAREER demi ceritanya. Pemain bisa melewati seluruh perjalanan tersebut dan langsung masuk NBA bersama tim pilihan masing-masing. Kami cukup suka dengan opsi ini karena memang ada banyak pemain yang cuma ingin mengembangkan MyPLAYER, memainkan pertandingan NBA, lalu langsung masuk The City tanpa harus menghabiskan berjam-jam menyelesaikan campaign sinematik terlebih dahulu.

Tambahan baru lainnya adalah MyCAREER Co-Op. Teman bisa ikut masuk dan mengendalikan Trace Miller selama pertandingan karier. Fitur ini sebenarnya simpel, tetapi cukup seru kalau lebih suka bermain bersama seseorang dibanding menjalani seluruh perjalanan sendirian. Yang menarik, kedua pemain juga tetap bisa mendapatkan reward progression masing-masing.

MyCAREER Eras Punya Ide Keren, Tapi Kurang Dalam

Tambahan terbesar dalam MyCAREER jelas adalah MyCAREER Eras. Kalau cuma melihat konsepnya di atas kertas, mode ini terdengar keren banget. Pemain bisa membuat karakter sendiri lalu memasukkannya ke berbagai periode penting dalam sejarah NBA, mulai dari era Magic Johnson melawan Larry Bird, era Michael Jordan, Kobe Bryant, dan berbagai periode lainnya.

Ada sesuatu yang memang cukup lucu sekaligus menarik ketika membawa seorang spesialis three-pointer modern ke era ketika gaya permainan basket masih sangat berbeda. Sayangnya, menurut kami eksekusinya belum benar-benar berhasil memaksimalkan ide tersebut.

Alih-alih memberikan cerita, karakter, atau narrative khusus untuk setiap era, sebagian besar pengalaman justru hanya berputar di pertandingan dan menyelesaikan Era Moments untuk membuktikan bahwa karakter buatan pemain sudah mengubah sejarah basket. Presentasi, roster, dan atmosfer dari masing-masing era memang menarik, tetapi kalau dilihat dari struktur permainannya, mode ini masih terasa cukup sederhana.

Hal tersebut menjadi semakin kurang menarik ketika mengetahui bahwa progression Eras terpisah dari karakter utama Fire & Concrete. Setiap karier historis membutuhkan build sendiri. Artinya, kalau ingin bereksperimen di banyak era berbeda, pemain bisa kembali masuk ke proses grinding panjang daripada bebas berpindah dari satu era ke era lainnya menggunakan karakter yang sama.

Inilah kenapa menurut kami MyCAREER Eras menjadi salah satu kesempatan terbesar yang belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh NBA 2K27. Konsep dasarnya keren banget. Bayangkan kalau masuk ke Jordan Era benar-benar memiliki storyline sendiri, rivalitas khusus, sampai cutscene yang memperlihatkan bagaimana liga bereaksi terhadap pemain baru dengan gaya basket modern yang tiba-tiba muncul di zaman tersebut.

Dalam kondisi sekarang, MyCAREER Eras lebih terasa seperti MyCAREER yang ditempelkan ke framework Eras yang sudah ada, bukan pengalaman career mode baru yang benar-benar berbeda.

MyPLAYER Builder Jadi Lebih Fleksibel

MyPLAYER Builder juga mendapatkan beberapa perubahan tahun ini. Kehadiran Badge Tokens dan sistem baru bernama Synergy membuat pemain punya fleksibilitas lebih besar ketika membuat build. Pemain sekarang bisa melakukan penyesuaian dan eksperimen dengan setup secara lebih bebas. Jadi kalau belakangan baru sadar ada beberapa badge yang ternyata nggak cocok dengan playstyle, kesalahannya nggak terlalu menghukum seperti sebelumnya.

Ada juga Signature Blueprints, yang memberikan referensi build siap pakai berdasarkan pemain NBA dan gaya permainan tertentu. Fitur ini membantu banget untuk memahami jenis karakter seperti apa yang ingin dibuat sebelum menghabiskan terlalu banyak waktu mengatur setiap atribut secara manual.

Meski begitu, Builder masih terasa cukup overwhelming, terutama buat pemain baru. Ada banyak atribut, badge, dan sistem yang harus dipahami bahkan sebelum mulai benar-benar bermain. Untungnya, fitur seperti Signature Blueprints setidaknya membuat proses tersebut sedikit lebih gampang didekati.

The City Masih Sangat Familiar dan VC Tetap Jadi Masalah

The City sendiri masih terasa sangat familiar kalau sebelumnya sudah menghabiskan banyak waktu di NBA 2K26. Memang ada beberapa aktivitas baru dan sejumlah peningkatan kecil, tetapi struktur keseluruhannya masih kurang lebih sama. Jadi The City sendiri belum terasa seperti alasan besar untuk langsung upgrade ke NBA 2K27.

Masalah yang lebih besar masih datang dari VC dan progression. Membuat MyPLAYER yang cukup kompetitif secara natural tetap membutuhkan waktu yang lumayan banyak, sementara pilihan untuk mengeluarkan uang selalu tersedia sebagai jalan pintas yang jauh lebih cepat. Hal ini memang nggak sampai menghancurkan keseluruhan pengalaman bermain, tetapi grinding-nya bisa terasa cukup menjengkelkan, apalagi kalau ingin langsung masuk mode online tanpa merasa karakter sendiri terlalu lemah dibanding pemain lain.

MyNBA Legacy Punya Konsep Jangka Panjang

Cukup mengejutkan melihat MyNBA mendapatkan fitur besar baru di NBA 2K27 bernama MyNBA Legacy. Cara paling gampang menjelaskannya adalah campuran antara pengalaman franchise mode biasa dengan career mode yang mengunci kontrol pada satu pemain.

Pemain tetap mengelola tim sebagai General Manager dengan mengurus trade, kontrak, draft, sampai roster. Tetapi begitu pertandingan dimulai, pemain hanya mengontrol satu karakter tertentu yang disebut sebagai Legend. Legend tersebut bisa berupa bintang NBA yang masih aktif, pemain muda potensial, atau Created Player buatan sendiri.

Menariknya lagi, pemain bahkan bisa mengambil superstar yang sudah terkenal lalu mengembalikan atribut mereka ke versi rookie. Jadi karier pemain tersebut bisa dibangun kembali dari nol dengan jalan yang benar-benar berbeda.

Ada juga sistem Performance Points. Dengan menyelesaikan target statistik, memenangkan award, atau mencapai kesuksesan di playoff, pemain bisa meningkatkan karakter secara permanen. Sistem ini memberikan sedikit elemen RPG ke dalam MyNBA Legacy.

Tetapi di sinilah kami menemukan satu masalah immersion yang cukup aneh. Sebagai contoh, kami mencoba mengulang karier Kyrie Irving dari rookie, tetapi commentary pertandingan tetap membicarakan dirinya sebagai Kyrie veteran yang sudah bermain lebih dari satu dekade di NBA. Padahal tujuan utama mode ini adalah menulis ulang perjalanan karier seorang pemain sejak awal. Akan jauh lebih menarik kalau commentary juga bisa menyesuaikan dengan kondisi timeline tersebut.

Kalau disederhanakan, MyNBA Legacy terkadang terasa seperti MyCAREER tanpa cerita, scene, atau dialog. Pemain mengontrol satu karakter, tetapi seluruh sistem pengelolaan khas MyNBA tetap berjalan di sekelilingnya. Kurang lebih itulah pengalaman yang diberikan.

Karena itu, mode ini mungkin nggak langsung terasa seperti perubahan besar kalau cuma memainkan beberapa pertandingan atau satu season.

Bagian yang sebenarnya paling menarik justru belum sempat kami rasakan sepenuhnya, yaitu generational system. Ketika Legend akhirnya pensiun, keturunannya bisa melanjutkan legacy tersebut dengan profile dan hereditary traits yang diwariskan. Satu save bahkan bisa terus berjalan sampai 100 tahun demi mengejar status Eternal G.O.A.T.

Ini merupakan konsep yang sangat ambisius dan mungkin menjadi bagian dengan potensi paling besar dari MyNBA Legacy. Masalahnya, pemain harus memberikan komitmen waktu yang cukup serius sebelum benar-benar bisa melihat apa yang membuat mode tersebut spesial. Selama beberapa season awal, pengalaman bermainnya masih terasa cukup familiar kalau sebelumnya sudah sering memainkan MyNBA.

MyTEAM Lebih Ramah Buat Pemain Baru

MyTEAM sendiri masih bisa terasa cukup overwhelming, terutama buat pemain yang baru pertama kali masuk ke NBA 2K. Untungnya, NBA 2K27 melakukan onboarding dengan cukup baik. Ada berbagai beginner challenge yang menjelaskan sistem dasar sambil tetap memberikan reward, jadi pemain baru nggak langsung dilempar ke pertandingan dan card pack tanpa memahami apa yang harus dilakukan.

Tambahan terbesar tahun ini adalah Player XP. Card sekarang bisa naik level hanya dengan terus digunakan. Performa yang lebih bagus juga akan mempercepat progression dan membuka reward. Sistem ini membuat card lama atau pemain dengan rating lebih rendah tetap punya nilai, bukannya langsung nggak berguna begitu mendapatkan card yang lebih kuat.

The Exchange juga sekarang jauh lebih berguna karena lebih banyak Player Cards yang bisa ditukar menjadi reward lain. Hasilnya, card duplikat atau yang jarang digunakan terasa nggak terlalu sia-sia, sementara sistem koleksi secara keseluruhan punya progression yang lebih terasa.

Visual Upgrade-nya Tipis 

Di PS5 standar, NBA 2K27 tetap terlihat sangat bagus, terutama dari model pemain, lighting, arena, sampai keseluruhan presentasi ala siaran televisi. Detail wajah, efek keringat, dan animasi membantu pertandingan terasa lebih natural. Atmosfer stadion juga masih menjadi salah satu bagian paling kuat dari presentasi NBA 2K.

Sayangnya, peningkatan visual dibanding NBA 2K26 terbilang cukup kecil. Sebagian besar upgrade lebih terasa lewat animasi yang makin halus dan detail presentasi kecil daripada perubahan grafis besar. Beberapa wajah pemain juga masih bisa terlihat sedikit aneh kalau diperhatikan dekat, dan clipping juga sesekali masih muncul.

Kesimpulan

NBA 2K27 memang terlihat sangat familiar ketika pertama kali dilihat, tetapi peningkatan gameplay-nya gampang banget dirasakan setelah mulai bermain. Defense menjadi upgrade paling besar lewat shot contest, block, dan AI yang jauh lebih bagus. Di sisi lain, shooting, dunking, dan stamina sekarang membutuhkan timing serta pengambilan keputusan yang lebih matang.

Mode permainannya sendiri memberikan hasil yang lebih campur aduk. MyCAREER punya presentasi lebih bagus dan tambahan Co-Op yang menarik, tetapi Fire & Concrete terasa terlalu panjang. MyCAREER Eras punya konsep keren tetapi kedalamannya masih terbatas, sementara MyNBA Legacy justru paling menarik karena potensi generational system jangka panjangnya.

MyTEAM juga terasa lebih gampang didekati berkat onboarding dan sistem progression yang lebih bagus. Masalah terbesarnya masih merupakan beberapa hal yang sudah sangat familiar dari NBA 2K sebelumnya, termasuk progression yang sangat bergantung pada VC, grinding, collision yang kadang aneh, foul call yang nggak selalu konsisten, sampai peningkatan visual yang cukup kecil di PS5.

Meski begitu, menurut kami NBA 2K27 masih terasa sebagai upgrade yang bagus karena bagian terpentingnya, yaitu permainan basket itu sendiri, sekarang jauh lebih seimbang, menantang, dan seru dibanding sebelumnya. NBA 2K27 udah resmi dirilis dan kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id

The Review

NBA 2K27

7.5 Score

PROS

  • Keseimbangan antara offense dan defense jauh lebih bagus
  • Shot blocking dan shot contest terasa lebih rewarding
  • AI, dribbling, dan pergerakan pemain semakin bagus
  • MyCAREER, MyNBA, dan MyTEAM mendapatkan berbagai peningkatan

CONS

  • Fire & Concrete terasa terlalu panjang dan cukup membatasi
  • MyCAREER Eras terasa belum dikembangkan maksimal
  • Progression VC masih grindy dan sangat terasa monetisasinya
  • Beberapa collision dan foul call terasa nggak konsisten
  • The City masih terlalu mirip dengan seri sebelumnya
  • Peningkatan visual di PS5 cukup kecil

Review Breakdown

  • 7.5 0
Tags: NBA 2K27Review
ShareTweetShare
Previous Post

Intel Dikabarkan Akan Naikkan Harga CPU 10% Untuk Tingkatkan Keuntungan

Next Post

PUBG Kembali Siapkan Kolaborasi Anime yang Kali Ini Gaet Jujutsu Kaisen

Related Posts

Blizzard baru saja mengumumkan kolaborasi besar antara Diablo Immortal dengan serial komik antihero populer Spawn
Android

Diablo Immortal Umumkan Kolaborasi Badass dengan Spawn

September 9, 2026
Hari ini ada kebocoran besar-besaran di platform Exophase yang ikut mencakup daftar achievement penuh Persona 4 Revival dan Persona 6
Berita

Achievement Penuh Persona 4 Revival dan Persona 6 Tidak Sengaja Bocor Duluan

September 9, 2026
Nintendo akhirnya telah mengonfirmasi jadwal rilis The Legend of Zelda: Ocarina of Time Remake yang jatuh pada 5 November 2026
Berita

The Legend of Zelda: Ocarina of Time Remake Rilis Awal November Nanti!

September 9, 2026
Rangkuman wawancara kami dengan tim developer Gundam Rogue Orbit yang berusaha menawarkan pengalaman bermain fresh sebagai pilot Gundam
Konsol

Wawancara Gundam Rogue Orbit dengan Yoshiyuki Serizawa dan Yuya Tomiyama – Upaya Ciptakan Sensasi Baru dalam Menjadi Pilot Gundam!

September 8, 2026
Gundam Rogue Orbit adalah game baru dari franchise Gundam yang kali ini menempatkan pemain sebagai seorang pilot.
Berita

Nyobain Gundam Rogue Orbit – Begini Rasanya Main Gundam yang Agresif

September 8, 2026
Berikut ini adalah impresi awal kami dari sesi hands-on DRAGON QUEST MONSTERS: The Withered World yang penuh dengan nuansa charming
Konsol

Nyobain DRAGON QUEST MONSTERS: The Withered World – Seri Monsters Terimut Sejauh Ini!

September 8, 2026
Next Post
Game battle royale populer PUBG: BATTLEGROUNDS akan segera kedatangan kolaborasi besar terbarunya dengan anime Jujutsu Kaisen

PUBG Kembali Siapkan Kolaborasi Anime yang Kali Ini Gaet Jujutsu Kaisen

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Minggu ini Brown Dust 2 akan kedatangan kolaborasi besar terbarunya dengan anime Chained Soldier 2

Brown Dust 2 Siap Hadirkan Kolaborasi Terbaru dengan Chained Soldier 2

by Fadhil
September 7, 2026
0

Minggu ini Brown Dust 2 akan kedatangan kolaborasi besar terbarunya dengan anime Chained Soldier 2.

Blizzard kini sudah memulai fase soft launch untuk game mobile Overwatch Rush di beberapa wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia

Overwatch Rush Sudah Memasuki Fase Soft Launch di Indonesia

by Fadhil
September 4, 2026
0

Blizzard kini sudah memulai fase soft launch untuk game mobile Overwatch Rush di beberapa wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Katanya karena hardware makin naik.

Xbox Cloud Gaming Bakal Dibatasi Maksimal 15 Jam per Bulan

by Taufik
September 4, 2026
0

Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Mulai November, setiap paket Game Pass cuma...

Tanpa diduga, Studiobside telah mengumumkan lanjutan CounterSide yang EOS minggu lalu lewat game baru berjudul COUNTERSIDE:A [ANTEXILIAN]

CounterSide Umumkan Game Barunya yang Diberi Judul COUNTERSIDE:A [ANTEXILIAN]

by Fadhil
September 2, 2026
0

Tanpa diduga, Studiobside telah mengumumkan lanjutan CounterSide yang EOS minggu lalu lewat game baru berjudul COUNTERSIDE:A .

Akses pra-registrasi untuk BLEACH Mirrors High kini sudah tersedia via platform Google Play dan App Store

Pra-Registrasi BLEACH Mirrors High Sudah Dibuka yang Janjikan Banyak Reward Menarik!

by Fadhil
September 2, 2026
0

Akses pra-registrasi untuk BLEACH Mirrors High kini sudah tersedia via platform Google Play dan App Store.

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd