Sejak pertama kali diumumkan beberapa waktu lalu, Gundam Rogue Orbit menarik perhatian lewat konsepnya yang berbeda dari game mecha-action pada umumnya. Bagian dari RG Project, game ini menghadirkan dunia Gundam baru yang mempertemukan pemain dengan makhluk luar angkasa raksasa bernama Apocalypse. Tim kami pun akhirnya berkesempatan untuk mewawancarai Main Producer Yuya Tomiyama dan Director Yoshiyuki Serizawa untuk membahas bagaimana mereka ingin menghadirkan pengalaman menjadi pilot Gundam melalui gameplay, cerita, serta sistem combat khas di game barunya ini.

Menghadirkan “Gundam Experience”
Salah satu hal yang cukup sering dibandingkan dengan Armored Core VI: Fires of Rubicon adalah gameplay Gundam Rogue Orbit. Tapi tim developer memiliki pendekatan tersendiri dalam merancang kontrolnya. Main Producer Yuya Tomiyama menjelaskan kalau game ini dibuat agar relatif mudah dipahami, sementara tetap memberikan kebebasan bergerak di darat maupun udara.
“Kontrolnya relatif mudah untuk dipelajari. Pemain bisa bergerak dengan bebas di darat maupun udara sambil bertarung melawan musuh dalam pertarungan jarak dekat.”
Menurut Tomiyama, pendekatan tersebut diharapkan bisa membuat game ini menarik bagi pemain yang sudah berpengalaman dengan game action mecha maupun mereka yang baru pertama kali mencobanya. Director Yoshiyuki Serizawa kemudian menjelaskan kalau konsep utama game ini adalah “Gundam Experience”, yang dibangun berdasarkan tiga elemen penting: perang, Mobile Suit, dan drama manusia.

“Konsep inti dari game ini adalah ‘Gundam Experience’. Ada tiga elemen penting di dalamnya, yaitu perang, Mobile Suit, dan drama manusia.”
Dalam Rogue Orbit, pengalaman perang tersebut tidak hanya berpusat pada pertarungan antarmobile suit. Pemain akan menghadapi Apocalypse, makhluk luar angkasa berukuran raksasa yang menjadi salah satu pembeda utama game ini. Serizawa juga ingin pemain merasakan secara langsung berbagai hal yang biasanya hanya ditampilkan dalam anime, seperti pilot masuk ke dalam Mobile Suit, mengaktifkannya, kemudian diluncurkan ke medan perang.
“Kami ingin pemain melihat pilot masuk ke dalam Mobile Suit, mengaktifkannya, lalu diluncurkan ke medan pertempuran dan benar-benar merasakan pengalaman tersebut sendiri.”
Dunia Baru yang Tetap Memiliki Jiwa Gundam
RG Project memberikan kesempatan bagi tim untuk membangun sebuah semesta Gundam yang benar-benar baru. Anime dari proyek ini diarahkan oleh Director Kamiyama, sementara game turut mengadaptasi latar SF yang dikembangkan oleh Kamiyama dan Enjo Toh. Menurut Tomiyama, tantangan terbesarnya adalah menerjemahkan setting tersebut ke dalam sebuah game action tanpa kehilangan elemen yang membuat Gundam tetap terasa seperti Gundam. Hubungan antarkarakter dan drama manusia menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
“Meskipun ini adalah dunia baru, kami tidak ingin kehilangan pertemuan antarkarakter, hubungan mereka, dan pengalaman mereka selama perang. Drama manusia harus tetap menjadi bagian penting dari Gundam.”

Serizawa menambahkan kalau hubungan antarkarakter bisa berubah selama mereka menghadapi perang, baik melalui rasa saling memahami maupun konflik yang muncul karena mereka tidak bisa memahami satu sama lain. Selain fokus pada drama tersebut, tim juga ingin pemain memahami skala sebuah Mobile Suit dan merasakan pengalaman mengendalikannya secara langsung.
“Kami juga ingin pemain merasakan daya tarik dari ‘mengendarai Gundam’. Gundam memiliki tinggi sekitar 18 meter, dan pemain mengendalikannya secara langsung dari dalam. Skala dan pengalaman sebagai pilot itu sangat penting bagi kami.”
Gundam Melawan Makhluk Raksasa
Sebagian besar karya Gundam memang menjadikan pertarungan Mobile Suit sebagai salah satu fokus utama. Karena itu, Tomiyama mengatakan kalau timnya ingin mencoba sesuatu yang berbeda dengan menghadirkan Gundam melawan Apocalypse.
“Banyak karya Gundam berfokus pada pertarungan antarmobile suit. Kali ini kami ingin mencoba Gundam melawan Apocalypse yang berukuran sangat besar. Ini menjadi tantangan baru bagi RG Project.”

Konsep tersebut juga memberikan kesempatan untuk menciptakan pengalaman visual yang berbeda. Serizawa menjelaskan kalau pertarungan melawan musuh berukuran sangat besar membutuhkan kamera yang lebih jauh agar pemain bisa memahami skala pertempuran.
“Dengan adanya musuh yang sangat besar, kamera harus ditarik lebih jauh untuk menunjukkan skalanya. Gundam melawan sesuatu yang raksasa menciptakan pengalaman visual yang berbeda.”
Kombinasi antara Gundam yang bergerak dengan kecepatan tinggi dan Apocalypse berukuran raksasa juga menjadi bagian dari fantasi ace pilot yang ingin mereka hadirkan.
Membuat Pemain Merasakan Bobot Gundam
Salah satu aspek penting dalam gameplay adalah membuat pemain benar-benar merasa sedang mengendalikan Mobile Suit berukuran besar. Karena itu, tim tidak hanya mengejar kecepatan dalam action, tetapi juga bobot setiap gerakan. Tomiyama menjelaskan kalau keseimbangan tersebut menjadi salah satu perhatian utama selama pengembangan.
“Kami ingin pemain benar-benar merasakan karakteristik Gundam. Bobot dalam action sangat penting. Kami harus menyeimbangkan action berkecepatan tinggi dengan bobot sebuah Mobile Suit besar dan berat.”

Serizawa mengatakan kalau pertarungan jarak dekat digunakan untuk memberikan dampak tersebut. Benturan senjata dan serangan langsung terhadap musuh berukuran besar diharapkan memberikan sensasi yang lebih kuat. Beam Rifle tetap memiliki peran penting, termasuk kemampuan untuk melakukan charge dan menghasilkan serangan yang bisa menembus musuh. Sementara itu, berbagai sub-weapon memberikan pilihan tambahan dalam pertempuran.
Ada pula Gun-Rise Gauge yang bisa membawa Gundam ke kondisi yang lebih kuat untuk sementara waktu. Serizawa menyamakannya dengan konsep seperti Trans-Am dari Gundam 00 atau NT-D dari Gundam Unicorn. “Kami ingin memberikan perasaan kalau Gundam sedang mengeluarkan seluruh kekuatannya.”
Untuk menjaga agar gameplay tidak sekadar menjadi action berkecepatan tinggi, game ini juga menggunakan sistem tactical action yang mencakup Tactical Movement, Step, attack cancel, dan berbagai mekanisme lainnya. “Tujuannya bukan hanya kecepatan, tetapi action berkecepatan tinggi yang memiliki elemen taktis yang kuat.”
Membangun Gundam Sesuai Keinginan Pemain
Fokus pada pertarungan jarak dekat juga berkaitan dengan keinginan tim agar pemain benar-benar merasa seperti pilot yang menggunakan senjata mereka sendiri. Senjata bisa berkembang seiring progres, termasuk Beam Saber yang bisa berubah panjang dan ketebalannya, menggunakan pola warna dua tone, hingga berkembang menjadi Beam Javelin.

Serizawa mengatakan kalau perkembangan tersebut juga memungkinkan pemain membentuk Gundam dengan tampilan yang lebih personal.
“Gundam yang sama bisa terlihat berbeda tergantung bagaimana pemain berkembang. Kami ingin pemain membuat Gundam yang mereka sukai dan memenuhi keinginan mereka untuk membuatnya terlihat semakin keren.”
Kenapa Jadi Fokus ke Single-Player?
Berbeda dengan Gundam Breaker 4 atau Mobile Suit Gundam Battle Operation 2, Gundam Rogue Orbit menempatkan pengalaman single-player sebagai inti permainan. Tomiyama menjelaskan kalau format tersebut dipilih agar pemain bisa benar-benar mengikuti perjalanan Rex dan merasakan proses menjadi seorang ace pilot.
“Kami ingin pemain terlebih dahulu mengalami keseluruhan cerita utama dan merasakan apa yang ingin kami sampaikan sebagai tim developer.”
Setelah cerita utama selesai, pemain tetap bisa menikmati multiplayer hingga tiga orang menggunakan Gundam yang telah mereka kembangkan dan kustomisasi. Tapi, tim developer ingin pengalaman cerita utama menjadi bagian penting yang terlebih dahulu dinikmati pemain.

Serizawa juga melihat single-player sebagai kesempatan untuk mengeksplorasi sisi drama manusia dengan lebih dalam. Menurutnya, Gundam tidak hanya berbicara tentang hubungan dan ikatan antarkarakter, tetapi juga konflik emosional yang muncul selama perang.
“Drama manusia adalah bagian lain yang sangat penting dari Gundam. Bukan hanya hubungan dan ikatan, tetapi juga kemarahan, frustrasi, ketidakmampuan untuk saling memahami, dan kesulitan yang dialami selama perang.”
Detail mengenai perjalanan dan nasib Rex masih dirahasiakan oleh tim. Tapi melalui Gundam Rogue Orbit, mereka ingin pemain tidak hanya melihat seorang pilot Gundam dari luar, melainkan benar-benar merasakan bagaimana rasanya berada di dalam Mobile Suit dan menjalani perang tersebut dari sudut pandang sang pilot.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id










![Tanpa diduga, Studiobside telah mengumumkan lanjutan CounterSide yang EOS minggu lalu lewat game baru berjudul COUNTERSIDE:A [ANTEXILIAN]](https://cdn.gamerwk.com/2026/09/CounterSide-A-120x86.jpg)

Discussion about this post