gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Developer DRAGON QUEST MONSTERS: The Withered World Bahas Tuntas Gamenya, Terutama Soal Pilihan Protagonis!

Fadhil by Fadhil
September 8, 2026
in Konsol, Nintendo Switch, Nintendo Switch 2, PC, PlayStation 5, Wawancara, Xbox Series S, Xbox Series X
0
Rangkuman wawancara kami dengan Takuma Shiraishi dan Kento Yokota yang membahas tuntas DRAGON QUEST MONSTERS: The Withered World

Rangkuman wawancara kami dengan Takuma Shiraishi dan Kento Yokota yang membahas tuntas DRAGON QUEST MONSTERS: The Withered World

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

DRAGON QUEST MONSTERS: The Withered World menghadirkan sejumlah perubahan besar untuk seri spin-off ini, terutama kehadiran dua protagonis wanita pertama dalam sejarah franchisenya, lebih dari 500 spesies monster, serta dunia yang memiliki gaya visual lebih imut dan penuh warna. Untuk mendapat insight lebih dalam mengenai gamenya dari apa yang sudah diumumkan sejauh ini, tim kami akhirnya berkesempatan untuk mewawancarai Producer Takuma Shiraishi dan Director Kento Yokota dari Square Enix.

Pembahasan kali ini sudah mencakup alasan di balik pemilihan Bianca dan Nera, hubungan game ini dengan DRAGON QUEST V, evolusi sistem monster synthesis, hingga apa yang bisa diharapkan pemain dari petualangan baru mereka.

Memilih Bianca dan Nera Sebagai Protagonis

Untuk pertama kalinya dalam seri DRAGON QUEST, game ini menghadirkan dua protagonis perempuan. Menurut Yokota, keputusan tersebut sebenarnya berasal dari diskusi bersama Yuji Horii, kreator DRAGON QUEST. Pada awal pengembangan, tim developer sempat mengajukan karakter lain sebagai calon protagonis. Tapi ketika mereka menunjukkan mock-up dunia The Withered World kepada Horii, ia justru memberikan sebuah saran yang kemudian menjadi fondasi utama game ini.

“Horii-san menyarankan, ‘Bagaimana kalau Bianca dan Nera?’”

© ARMOR PROJECT/BIRD STUDIO/SQUARE ENIX

Yokota menjelaskan kalau pada saat itu tim developer sudah memiliki gambaran mengenai dunia, termasuk desain area dan arah visualnya. Dengan gaya visual The Withered World yang lebih stylized dan imut, mereka merasa versi muda Bianca dan Nera sangat cocok dengan atmosfer tersebut. Shiraishi juga melihat adanya kecocokan yang kuat antara kedua karakter dan dunia yang telah mereka bangun.

“Pada akhirnya, para protagonis dan gaya visual dunia secara keseluruhan ternyata memiliki kecocokan yang sangat kuat satu sama lain. Itulah yang membuat mereka sangat cocok untuk game ini.”

Hubungannya dengan DRAGON QUEST V

Mengenai hubungan The Withered World dengan DRAGON QUEST V, Shiraishi memilih untuk tidak memberikan jawaban pasti apakah game ini merupakan bagian langsung dari cerita utama atau berada dalam jalur yang berbeda.

“Untuk saat ini, kami lebih memilih untuk tidak memberikan jawaban resmi mengenai apakah game ini terhubung langsung dengan cerita utama DRAGON QUEST V atau apakah harus dianggap sebagai sesuatu yang berjalan paralel.”

Menurutnya, hal tersebut memang disengaja agar pemain bisa mengalami ceritanya sendiri, membayangkan berbagai kemungkinan, dan berspekulasi mengenai hubungan antara kedua game. Tim developer juga belum ingin memastikan apakah karakter tertentu dari DRAGON QUEST V akan muncul.

© ARMOR PROJECT/BIRD STUDIO/SQUARE ENIX

Apa yang bisa dipastikan adalah Bianca dan Nera akan tersesat ke dunia DRAGON QUEST MONSTERS. Ceritanya sendiri dirancang agar tetap bisa dinikmati oleh pemain yang tidak memiliki pengetahuan sebelumnya mengenai DRAGON QUEST V.

Jika DRAGON QUEST V banyak berfokus pada hubungan sang protagonis dengan Bianca dan Nera, The Withered World justru lebih menyoroti hubungan antara Bianca dan Nera sendiri.

“Mereka memiliki kepribadian dan karakteristik yang berbeda, dan kami berharap pemain akan menikmati melihat kedua gadis ini tumbuh sepanjang petualangan mereka.”

Yokota kemudian mengingatkan kalau meskipun dia menggunakan kata “tumbuh” dan “ikatan”, cerita game ini sebenarnya tidak dibuat terlalu serius.

“Kalian benar-benar tidak membutuhkan pengetahuan sebelumnya, dan ceritanya memiliki suasana yang santai dan mudah didekati yang bisa kalian nikmati begitu saja tanpa terlalu memikirkannya.”

DLC Tetap Menjadi Pelengkap

The Withered World juga memiliki DLC berbayar yang bisa membantu berbagai aspek seperti pertemuan dengan monster, perolehan EXP, dan hadiah. Tapi Shiraishi menegaskan kalau DLC tersebut dirancang sebagai pendukung game utama, bukan sesuatu yang diperlukan untuk menikmati keseluruhan pengalaman.

“Kalian bisa menikmati 100 persen game ini tanpa membeli DLC apa pun. Pada saat yang sama, hanya dengan memiliki DLC berbayar, kalian juga tidak akan menjadi terlalu kuat.”

© ARMOR PROJECT/BIRD STUDIO/SQUARE ENIX

Tim developer terlebih dahulu melakukan balancing terhadap game dengan asumsi pemain tidak memiliki DLC. Setelah itu, mereka kembali melakukan pengujian dengan DLC aktif untuk memastikan pengalaman tetap seimbang. Shiraishi bahkan melakukan beberapa playthrough pribadi. Ia pertama kali menyelesaikan cerita hingga ending dan post-game tanpa menggunakan DLC sama sekali sebelum mengujinya kembali dengan DLC pada playthrough berikutnya.

“Kami tetap memastikan kalau game utamanya sendiri sudah lengkap dan memuaskan.”

Lebih dari 500 Monster dan Puluhan Jam Petualangan

Untuk jumlah monster, Shiraishi masih berpegang pada angka yang telah diumumkan secara resmi, yaitu lebih dari 500 spesies. Durasi gamenya tentu akan sangat bergantung pada bagaimana pemain menghabiskan waktunya. Pemain yang hanya ingin menyelesaikan cerita utama diperkirakan membutuhkan sekitar 30 hingga 40 jam.

Shiraishi sendiri membutuhkan sekitar 30 jam untuk menyelesaikan cerita saat melakukan test playthrough. Tapi setelah itu dia terus bermain secara normal tanpa menggunakan debug command hingga waktu bermainnya mencapai sekitar 60 jam.

“Ketika saya melakukan test playthrough sendiri, saya membutuhkan sekitar 30 jam untuk menyelesaikan ceritanya. Tetapi saya terus bermain secara normal, tanpa menggunakan debug command, dan sebelum saya menyadarinya waktu bermain saya sudah mencapai sekitar 60 jam.”

© ARMOR PROJECT/BIRD STUDIO/SQUARE ENIX

Yokota menambahkan kalau durasi DRAGON QUEST MONSTERS memang cenderung jauh lebih bervariasi dibandingkan RPG pada umumnya. Semuanya tergantung bagaimana pemain membesarkan monster dan membentuk tim.

“Ini adalah jenis game di mana kami berharap setiap orang menemukan gaya bermain mereka sendiri, termasuk menentukan sendiri kapan mereka merasa sudah cukup puas untuk berhenti.”

Dia juga mengungkapkan kalau masih ada beberapa konten yang belum diumumkan dan belum bisa dibicarakan pada saat wawancara berlangsung.

Evolusi Sistem dan Dunia yang Lebih Imut

Ketika ditanya mengenai perubahan terbesar dibandingkan DRAGON QUEST MONSTERS: The Dark Prince, Yokota justru menunjuk pada sesuatu yang langsung terlihat oleh pemain: visual.

“Hal pertama yang akan saya tunjuk adalah sesuatu yang mungkin sudah diperhatikan semua orang: visualnya.”

Dibandingkan game sebelumnya, karakter dan lingkungan kini memiliki tampilan yang lebih stylized dan imut, sementara area-area di dalam game juga memiliki atmosfer yang berbeda. Meski begitu, identitas DRAGON QUEST MONSTERS tetap dipertahankan.

Shiraishi menjelaskan kalau timnya kemudian berusaha memanfaatkan arah visual tersebut untuk menghadirkan gameplay yang terasa menyatu dengan dunia. Salah satu contohnya adalah akar dan tanaman layu yang bisa ditemukan di berbagai area.

© ARMOR PROJECT/BIRD STUDIO/SQUARE ENIX

Dengan menyiramnya menggunakan watering can, pemain bisa mengaktifkan berbagai fungsi yang berhubungan dengan markas, termasuk fitur seperti monster synthesis dan penyimpanan monster.

“Kami ingin fitur-fitur convenience tersebut terasa benar-benar terintegrasi dengan setting dan konsep visual dunia.”

Meski ada berbagai perubahan, inti DRAGON QUEST MONSTERS tetap sama. Takuma Shiraishi kemudian menekankan kalau Synthesis monster, membesarkan monster, dan mengoleksi monster tetap menjadi inti dari game ini. Yokota menambahkan kalau tim developer juga membuat siklus synthesis, membesarkan monster, kemudian melakukan synthesis kembali menjadi jauh lebih mudah dan mulus dibandingkan game sebelumnya.

“Synthesis adalah salah satu sistem paling penting dalam DRAGON QUEST MONSTERS. Justru karena sistem ini sangat penting, kami menghabiskan banyak waktu untuk menentukan seberapa nyaman siklus membuat, membesarkan, dan melakukan synthesis monster seharusnya.”

Membuat Monster Synthesis Lebih Menarik

Dengan lebih dari 500 spesies monster, jumlah kombinasi synthesis yang mungkin menjadi sangat besar. Tim developer tidak ingin menentukan hasil kombinasi tersebut secara mekanis.

Shiraishi menjelaskan kalau setiap kombinasi dibuat agar memiliki semacam logika atau hubungan yang masuk akal berdasarkan kesan pemain terhadap masing-masing monster. Yokota mengatakan kalau tim developer bahkan membahas banyak kombinasi satu per satu.

“Untuk sebanyak mungkin kombinasi, tim developer mendiskusikannya satu per satu dan mempertimbangkan hal-hal seperti, ‘Kalau kalian menggabungkan monster ini dengan monster itu, bukankah akan menarik kalau hasilnya menjadi ini?’”

© ARMOR PROJECT/BIRD STUDIO/SQUARE ENIX

Hal tersebut terutama berlaku untuk kombinasi khusus, dengan tujuan menciptakan sebanyak mungkin momen kejutan dan penemuan bagi pemain. Bahkan pemain yang sudah menghabiskan banyak waktu dengan game sebelumnya masih akan menemukan sesuatu yang baru. Beberapa kombinasi yang sudah ada sebelumnya juga bisa menghasilkan monster berbeda berkat sistem baru.

“Kami merancang sistem ini agar pemain berpengalaman sekalipun tetap bisa menemukan banyak hal baru.”

Yokota juga meminta pemain memperhatikan animasi ketika melakukan synthesis.

“Saya juga ingin orang-orang memperhatikan animasi ketika kalian melakukan synthesis monster. Kali ini animasinya sangat imut.”

Menurutnya, tim developer melewati banyak versi dan melakukan berbagai percobaan sebelum akhirnya mendapatkan animasi synthesis yang digunakan dalam game.

Menjaga Keseimbangan Kompetitif

The Withered World juga memiliki permainan kompetitif online, termasuk turnamen sejak peluncuran. Tapi Shiraishi tidak ingin mengungkapkan secara terlalu rinci bagaimana sistem tersebut diseimbangkan karena informasi tersebut berpotensi dimanfaatkan oleh pemain.

© ARMOR PROJECT/BIRD STUDIO/SQUARE ENIX

Satu yang jelas kalau tim developer sangat memperhatikan feedback yang diberikan pemain terhadap game sebelumnya. Feedback tersebut digunakan ketika melakukan balancing terhadap monster, skill, dan trait dalam game terbaru.

“Kami telah memikirkan banyak hal mengenai balancing untuk menghindari lingkungan yang menjadi terlalu berpusat pada satu spesies tertentu atau satu monster tertentu.”

Meski demikian, Shiraishi mengakui kalau tidak ada yang bisa mengetahui secara pasti bagaimana meta akan berkembang setelah game berada di tangan komunitas yang lebih luas. Mengenai kemungkinan balance update setelah peluncuran, tim developer belum bisa memberikan kepastian.

Apa yang Menanti Setelah Ending?

Shiraishi mengungkapkan kalau masih ada konten post-game yang belum diumumkan. Tim developer secara khusus ingin memastikan konten tersebut memiliki kedalaman yang cukup bagi pemain dedicated dan hardcore.

“Karena ini adalah konten post-game, kami ingin memastikan kalau konten tersebut memiliki kedalaman yang cukup agar pemain dedicated dan hardcore benar-benar bisa mendalaminya.”

© ARMOR PROJECT/BIRD STUDIO/SQUARE ENIX

Tapi bagi Yokota, endgame DRAGON QUEST MONSTERS sebenarnya bukan hanya mengenai satu mode atau konten tertentu. Pemain bisa terus mengejar monster yang mereka sukai, membangun tim yang lebih kuat, atau melakukan synthesis berulang kali sampai mendapatkan party yang benar-benar mereka inginkan.

“Sebagai developer, saya akan paling senang jika pemain terus menghasilkan monster baru dan membuat tim mereka semakin kuat sampai mereka mencapai titik yang terasa memuaskan bagi mereka.”

Shiraishi sendiri kembali mengacu pada pengalaman test playthrough-nya. Setelah membutuhkan sekitar 30 jam untuk menyelesaikan cerita, ia menghabiskan sekitar 30 jam lagi hanya untuk terus bermain. Dan itu bahkan belum sepenuhnya mencakup post-game yang belum mereka ungkapkan.

Kenapa Bianca dan Nera Daripada Antagonis?

Game DRAGON QUEST MONSTERS sebelumnya sering menggunakan karakter dari sisi antagonis seri utama sebagai protagonis. Tapi kali ini tim developer memilih Bianca dan Nera. Yokota menjelaskan kalau keputusan tersebut kembali berkaitan dengan proses diskusi bersama Horii dan arah visual dunia yang telah mereka tentukan.

© ARMOR PROJECT/BIRD STUDIO/SQUARE ENIX

Menurutnya, protagonis memang memberikan pengaruh besar terhadap kesan sebuah game. Tapi dalam DRAGON QUEST MONSTERS, sebagian besar pertarungan tetap dilakukan oleh monster sehingga karakter utama tidak selalu menjadi pusat perhatian dalam combat.

“Apa yang penting bagi kami adalah karakter mana yang paling cocok dan bisa memperkuat monster serta dunia di sekeliling mereka.”

Karena itu, tim developer terlebih dahulu membangun atmosfer dan arah visual area, kemudian mempertimbangkan karakter mana yang paling cocok dengan dunia tersebut. Dari proses itulah Bianca dan Nera akhirnya dipilih.

Lebih Banyak Monster Baru

Untuk monster-monster baru, mereka awalnya meminta developer menghasilkan sebanyak mungkin konsep kasar tanpa terlalu banyak batasan. Setelah itu, desain dipilih dengan mempertimbangkan monster family, rank, dan keseimbangan sistem game. Shiraishi mengatakan mereka juga sangat memperhatikan desain monster asli karya Akira Toriyama dan ingin monster baru tetap terasa cocok dengan gaya visual tersebut.

“Kami banyak berdiskusi mengenai apa yang terasa sesuai dengan gaya visual tersebut dan apa yang benar-benar terasa seperti DRAGON QUEST.”

© ARMOR PROJECT/BIRD STUDIO/SQUARE ENIX

Keputusan akhir mengenai desain dan nama monster dibuat oleh General Director Yuji Horii. Untuk monster favoritnya, Shiraishi justru memilih monster yang sudah muncul di game sebelumnya, yaitu Fizzy.

“Fizzy sangat imut, dan juga memiliki trait yang sangat berguna bernama Bigger Upper, yang bisa cukup kuat.”

Sementara itu, Yokota memilih Overkilling Machine, monster yang sudah ia sukai sejak melihatnya ketika masih duduk di sekolah dasar.

“Saya sudah menyukai Overkilling Machine sejak pertama kali melihatnya ketika saya masih duduk di sekolah dasar, dan itu tidak berubah selama sekitar 30 tahun.”

Mendorong Eksperimen dalam Membentuk Party

Dengan jumlah monster yang terus bertambah, balancing menjadi salah satu perhatian utama tim. Shiraishi mengatakan mereka berulang kali melakukan test play dan memeriksa apakah monster atau strategi tertentu menjadi terlalu dominan.

“Menghindari bias yang berlebihan terhadap pilihan tertentu adalah salah satu tema yang terus kami pikirkan selama melakukan balancing.”

© ARMOR PROJECT/BIRD STUDIO/SQUARE ENIX

Yokota juga menjelaskan kalau seri ini membawa kembali berbagai spell dan ability yang sudah familiar, sambil menambahkan skill dan trait baru. Tantangannya adalah memastikan kemampuan baru tidak langsung mengalahkan pilihan lama, tetapi tetap memberikan alasan bagi pemain untuk menggunakannya. Hasil testing menunjukkan adanya variasi party yang cukup seimbang.

“Sering kali kalian melihat seseorang menggunakan monster yang belum pernah kalian pertimbangkan sendiri dan berpikir, ‘Oh, kamu menggunakan monster itu. Ternyata itu juga bisa.’”

Bagi tim developer, keberagaman tersebut merupakan hasil yang menggembirakan.

Monster yang Kini Benar-Benar Mengikuti Pemain

Salah satu fitur baru yang paling menarik adalah monster dalam party kini bisa mengikuti Bianca dan Nera secara langsung di field. Yokota mengatakan fitur ini sudah menjadi sesuatu yang ingin ia hadirkan sejak tahap awal perencanaan. Dia menghubungkannya dengan sejarah DRAGON QUEST, termasuk DRAGON QUEST V, ketika monster yang direkrut bisa berjalan bersama rombongan, serta game-game lama DRAGON QUEST MONSTERS yang menampilkan monster mengikuti pemain dalam bentuk sprite.

“Bagi saya, bepergian bersama monster sebagai teman selalu menjadi bagian penting dari fantasi tersebut.”

© ARMOR PROJECT/BIRD STUDIO/SQUARE ENIX

Membawa fitur itu ke dunia 3D tentu menghadirkan berbagai tantangan. Salah satu masalah sederhananya adalah ukuran Bianca dan Nera yang masih muda. Jika monster berukuran sangat besar berjalan terlalu dekat di belakang mereka, karakter utama bahkan bisa tertutupi. Tim developer harus mengatur jarak monster, ukuran mereka di field, serta berbagai masalah teknis lainnya. Yokota bahkan mengingat berbagai bug selama pengembangan, termasuk monster yang tiba-tiba berjalan menjauh atau tidak bisa menaiki tangga dengan benar.

“Ada begitu banyak bug visual selama pengembangan. Terkadang monster begitu saja pergi ke suatu tempat tanpa ada yang menyadarinya. Terkadang mereka tidak bisa menaiki tangga dengan benar dan hanya terjebak bergerak di bagian bawah.”

Shiraishi merasa kalau setelah berbagai masalah tersebut diselesaikan, fitur ini membuat pemain memiliki rasa kedekatan yang lebih kuat dengan monster mereka.

“Saya rasa ini telah menjadi salah satu game DRAGON QUEST MONSTERS yang memberikan pemain rasa kedekatan dan hubungan yang paling kuat dengan monster yang bepergian bersama mereka.”

Meski begitu, pemain yang merasa monster pengikut mengganggu tampilan permainan juga bisa menyembunyikannya.

Pesan untuk Para Pemain di Asia

Menutup wawancara, Shiraishi kembali menyoroti lebih dari 500 spesies monster yang tersedia dalam game dan berharap setiap pemain bisa menemukan monster favorit mereka sendiri.

“Lebih dari apapun, saya berharap kalian menikmati game ini bersama monster yang paling kalian sukai.”

© ARMOR PROJECT/BIRD STUDIO/SQUARE ENIX

Yokota menambahkan kalau perubahan visual, atmosfer, serta penggunaan Bianca dan Nera sebagai protagonis ganda memberikan pengalaman yang terasa baru, tanpa menghilangkan fondasi utama seri.

“Dibandingkan dengan judul sebelumnya, arah visual dan atmosfer keseluruhannya telah berubah secara signifikan. Kami juga memiliki Bianca dan Nera sebagai protagonis ganda, jadi saya rasa kami telah menciptakan pengalaman DRAGON QUEST MONSTERS yang sangat baru.”

Tapi pada akhirnya, inti gamenya tetap berada pada aktivitas yang sudah menjadi ciri khas seri ini: membesarkan monster, melakukan synthesis, dan terus mengembangkan party.

“Pada saat yang sama, inti dari seri ini mulai dari membesarkan monster, melakukan synthesis, dan terus mengembangkannya juga telah berevolusi secara signifikan. Saya berharap semua orang juga menikmati peningkatan tersebut.”

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: Dragon Quest Monsters: The WitheredInterviewNintendo SwitchNintendo Switch 2PCPS5Square EnixWawancaraXbox Series
ShareTweetShare
Previous Post

Atelier Karia: The Night Kingdom & the Guide of Memories Dipastikan Rilis Februari 2027

Next Post

Nyobain DRAGON QUEST MONSTERS: The Withered World – Seri Monsters Terimut Sejauh Ini!

Related Posts

Berikut ini adalah impresi awal kami dari sesi hands-on DRAGON QUEST MONSTERS: The Withered World yang penuh dengan nuansa charming
Konsol

Nyobain DRAGON QUEST MONSTERS: The Withered World – Seri Monsters Terimut Sejauh Ini!

September 8, 2026
Koei Tecmo dan Gust akhirnya mengonfirmasi jadwal rilis spesifik Atelier Karia: The Night Kingdom & the Guide of Memories untuk awal 2027
Berita

Atelier Karia: The Night Kingdom & the Guide of Memories Dipastikan Rilis Februari 2027

September 8, 2026
Rangkuman impresi terbaru kami untuk Age Twisters lengkap dengan sesi wawancara bersama pihak developer di ajang gamescom 2026
Konsol

Melihat Lebih dalam Age Twisters – Game Co-Op Menarik dengan Tema yang Berkutat Pada Usia!

September 8, 2026
The Blood of Dawnwalker langsung mencatat pencapaian besar nggak lama setelah rilis. 1 juta copy terjual dalam dua hari doang.
Berita

The Blood of Dawnwalker Tembus 1 Juta Copy Hanya dalam Dua Hari

September 7, 2026
Naoki Hamaguchi selaku director trilogi remake Final Fantasy VII mengungkapkan ambisi Square Enix untuk terus menjaga relevansi serinya
Berita

Square Enix Masih Ingin Pertahankan Relevansi Final Fantasy VII Sampai Jauh di Masa Depan

September 7, 2026
Capcom mengonfirmasi kalau Onimusha: Way of the Sword telah berhasil menembus penjualan 1 juta copy di hari pertama perilisannya
Berita

Onimusha: Way of the Sword Berhasil Tembus Penjualan 1 Juta Copy di Hari Pertamanya!

September 7, 2026
Next Post
Berikut ini adalah impresi awal kami dari sesi hands-on DRAGON QUEST MONSTERS: The Withered World yang penuh dengan nuansa charming

Nyobain DRAGON QUEST MONSTERS: The Withered World - Seri Monsters Terimut Sejauh Ini!

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Minggu ini Brown Dust 2 akan kedatangan kolaborasi besar terbarunya dengan anime Chained Soldier 2

Brown Dust 2 Siap Hadirkan Kolaborasi Terbaru dengan Chained Soldier 2

by Fadhil
September 7, 2026
0

Minggu ini Brown Dust 2 akan kedatangan kolaborasi besar terbarunya dengan anime Chained Soldier 2.

Blizzard kini sudah memulai fase soft launch untuk game mobile Overwatch Rush di beberapa wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia

Overwatch Rush Sudah Memasuki Fase Soft Launch di Indonesia

by Fadhil
September 4, 2026
0

Blizzard kini sudah memulai fase soft launch untuk game mobile Overwatch Rush di beberapa wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Katanya karena hardware makin naik.

Xbox Cloud Gaming Bakal Dibatasi Maksimal 15 Jam per Bulan

by Taufik
September 4, 2026
0

Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Mulai November, setiap paket Game Pass cuma...

Tanpa diduga, Studiobside telah mengumumkan lanjutan CounterSide yang EOS minggu lalu lewat game baru berjudul COUNTERSIDE:A [ANTEXILIAN]

CounterSide Umumkan Game Barunya yang Diberi Judul COUNTERSIDE:A [ANTEXILIAN]

by Fadhil
September 2, 2026
0

Tanpa diduga, Studiobside telah mengumumkan lanjutan CounterSide yang EOS minggu lalu lewat game baru berjudul COUNTERSIDE:A .

Akses pra-registrasi untuk BLEACH Mirrors High kini sudah tersedia via platform Google Play dan App Store

Pra-Registrasi BLEACH Mirrors High Sudah Dibuka yang Janjikan Banyak Reward Menarik!

by Fadhil
September 2, 2026
0

Akses pra-registrasi untuk BLEACH Mirrors High kini sudah tersedia via platform Google Play dan App Store.

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd