gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

[TGS 2026] Wawancara DYNASTY WARRIORS 3 Remastered dengan Tomohiko Sho – Gameplay Modern, Rasa Klasik Tetap Ada

Taufik by Taufik
September 22, 2026
in Konsol, Nintendo Switch 2, PC, PlayStation 5, Wawancara, Xbox Series S, Xbox Series X
0
Pada ajang Tokyo Game Show 2026, kami wawancara dengan Tomohiko Sho, Producer DYNASTY WARRIORS 3: Complete Edition Remastered.

Pada ajang Tokyo Game Show 2026, kami wawancara dengan Tomohiko Sho, Producer DYNASTY WARRIORS 3: Complete Edition Remastered.

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Balik ke DYNASTY WARRIORS 3 ternyata bukan cuma soal melihat karakter dan medan perang lawas dengan tampilan yang lebih modern. Lewat DYNASTY WARRIORS 3: Complete Edition Remastered, tim developer juga ingin membawa kembali sensasi membangun karakter dari awal sampai akhirnya bisa menyapu pasukan musuh.

Tomohiko Sho, Producer DYNASTY WARRIORS 3: Complete Edition Remastered

Pada ajang Tokyo Game Show 2026, kami mendapat kesempatan wawancara dengan Tomohiko Sho, Producer DYNASTY WARRIORS 3: Complete Edition Remastered, soal bagaimana timnya menjaga pengalaman klasik tersebut sambil membuatnya lebih nyaman dimainkan sekarang. Mari simak artikelnya!

Tetap Remaster, tetapi Pemain Bebas Mengatur Rasa Klasiknya

Banyaknya perubahan di DYNASTY WARRIORS 3: Complete Edition Remastered mungkin bikin sebagian fans merasa proyek ini sudah mendekati remake. Apalagi, kontrol bawaan dan feel permainannya juga dibuat lebih modern. Namun, buat Sho sendiri, posisi game ini nggak pernah membingungkan. Ia tetap menganggapnya sebagai remaster, dengan pengalaman original sebagai pegangan utama meskipun ada berbagai penyesuaian untuk pemain masa kini.

“Buat saya, ini jelas sebuah remaster, bukan remake,” ujar Tomohiko Sho.

Untuk pemain lama yang ingin mengembalikan sensasi bermain seperti dulu, tim menyediakan preset Normal Settings dan Classic Settings. Jadi, pemain nggak harus mengutak-atik setiap opsi satu per satu dari awal. Meski begitu, Classic Settings benar-benar berusaha mendekati pengaturan original, sampai keterbatasan seperti kamera yang nggak bisa digerakkan secara bebas ikut dikembalikan. Karena itulah, Sho menyarankan pemain menjadikan preset klasik sebagai titik awal, lalu menyesuaikan opsi tertentu sesuai kenyamanan masing-masing.

Normal Settings sudah diseimbangkan untuk pemain modern, sementara beralih ke Classic Settings bakal membuat tingkat kesulitannya naik cukup signifikan. Tim sudah menguji kondisi tersebut secara menyeluruh untuk melihat seberapa dekat pengalaman original bisa dihadirkan, sekaligus memastikan gamenya tetap bisa ditamatkan. Kalau ingin mencoba gaya klasik, saran pribadi Sho adalah tetap memakai pengaturan kamera dan guarding modern. Kamera bebas jelas lebih nyaman untuk melihat sekitar, sedangkan guarding modern membantu menghadapi serangan dari lebih banyak arah.

Alasannya cukup masuk akal, karena di DYNASTY WARRIORS 3 original, karakter hanya bisa menangkis serangan yang datang tepat dari depan. Sekarang jumlah prajurit di layar jauh lebih banyak, sementara prajurit game ini memang terkenal agresif dan nggak ragu menyerang dari belakang. Menurut Sho, mempertahankan kamera serta guarding modern sambil mengatur opsi lainnya ke Classic bisa memberikan keseimbangan yang pas antara nostalgia dan kenyamanan bermain.

Sensasi Satu Lawan Seribu Tetap Harus Diperjuangkan

Identitas DYNASTY WARRIORS memang lekat dengan aksi satu karakter menghajar ribuan musuh, tetapi bukan berarti semua seri sejak dulu langsung memberikan sensasi tersebut sejak awal. Ketika ditanya soal musuh yang bisa memulihkan HP atau meningkatkan kekuatan serangan saat hampir kalah, Sho menjelaskan bahwa DYNASTY WARRIORS 4, 5, dan 6 juga nggak dirancang sebagai game yang serba gampang. Kenikmatannya justru datang sedikit demi sedikit seiring karakter yang terus berkembang dan semakin kuat.

Menurutnya, pendekatan itu berbeda dengan DYNASTY WARRIORS 7, 8, dan 9, yang lebih cepat memberikan pengalaman membabat pasukan musuh sejak awal permainan. Karena proyek ini merupakan remaster, tim ingin mempertahankan proses perkembangan yang menjadi daya tarik versi original. Sebelum bisa benar-benar mendominasi medan perang, pemain diajak menikmati mekanik aksinya sekaligus proses memperkuat karakter. Jadi, jawaban Sho lebih menekankan filosofi balancing secara keseluruhan, tanpa merinci frekuensi atau timing setiap kemampuan balasan musuh tersebut.

“Seiring karakter berkembang, pemain akhirnya akan mencapai pengalaman penuh ‘1 vs. 1.000’ itu,” ujar Sho.

Soal balancing, kami juga membahas pengalaman dari demo Taipei Game Show pada Januari, ketika kerumunan musuh terkadang membuat animasi serangan sulit terlihat. Akibatnya, timing Evasion atau Perfect Power Guard susah dibaca, sementara manfaatnya belum selalu terasa sepadan. Sho menjelaskan bahwa demo di berbagai event menggunakan pengaturan kesulitan yang berbeda-beda dan belum sepenuhnya mencerminkan versi final. Masih ada cukup banyak bagian yang belum selesai disesuaikan dalam build tersebut, sedangkan versi rilis akan mendapatkan balancing yang jauh lebih menyeluruh.

Pemain nantinya bisa mengubah tingkat kesulitan kalau merasa gamenya terlalu sulit ataupun terlalu gampang, termasuk menyesuaikan berbagai opsi yang lebih detail. Sho merasa pemain ORIGINS atau seri DYNASTY WARRIORS yang lebih baru seharusnya bisa bermain tanpa kendala besar. Namun, yang juga penting, game ini memang diseimbangkan agar bisa ditamatkan tanpa harus mengandalkan Perfect Power Guard maupun Just Evasion. Kalau lebih nyaman memakai guard biasa atau menjauh dari serangan, pemain nggak diwajibkan terus menggunakan mekanik baru tersebut.

Ketika persoalan visibilitas di tengah kerumunan dibahas lebih lanjut, Sho merasa jumlah musuh yang bertambah nggak otomatis membuat pengalaman diserang dari berbagai arah berubah drastis. Di versi original pun hal itu sudah sering terjadi meski jumlah musuhnya lebih sedikit. Untuk serangan kuat dari officer, tim justru menambahkan penanda yang jauh lebih jelas dibandingkan dulu, mirip pendekatan ORIGINS. Tujuannya agar pemain lebih gampang mengetahui dari mana ancaman besar datang, dan kalau tetap terasa berat, pilihan menurunkan kesulitan juga tersedia.

Medan Perang Lebih Ramai, Pemanah Tetap Bisa Bikin Repot

Peningkatan teknologi tentu memberi ruang bagi tim untuk menghadirkan medan perang yang lebih ramai, tetapi Sho menekankan bahwa faktor terbesarnya bukan sekadar penggunaan Unreal Engine. Perbedaan kemampuan hardware antara generasi PlayStation 2 dan PlayStation 5 jauh lebih menentukan. Ada dua manfaat utama yang paling ia rasakan, yaitu jumlah prajurit yang bisa muncul bersamaan menjadi jauh lebih banyak dan jarak pandang pemain yang sekarang jauh lebih luas.

Di versi PlayStation 2, tim hanya bisa menampilkan sekitar 50 prajurit sekaligus. Objek juga mulai menghilang dari pandangan ketika berjarak sekitar 50 sampai 100 meter, sehingga pemain sering nggak tahu musuh seperti apa yang menunggu di depan. Sekarang, medan perang, prajurit, dan officer bisa terlihat dari jarak yang jauh lebih panjang. Buat Sho, kemampuan membaca kondisi area dari kejauhan ini termasuk salah satu keuntungan terbesar yang dibawa hardware modern.

Namun, menambah pasukan juga berarti AI dan perilaku musuh nggak bisa dibiarkan persis begitu saja. Prajurit biasa di DYNASTY WARRIORS 3 sudah sangat agresif dan sering menyerang pemain. Kalau jumlahnya diperbanyak tanpa mengubah frekuensi serangan, kesulitannya bisa berlipat sampai terasa berlebihan. Karena itu, tim menyesuaikan hal seperti frekuensi serangan berdasarkan jumlah prajurit yang sedang berada di medan perang, dengan tujuan menjaga pengalaman keseluruhannya tetap sedekat mungkin dengan versi original.

“Kami menyesuaikan hal seperti frekuensi serangan berdasarkan jumlah prajurit yang ada, supaya pengalaman keseluruhannya tetap sedekat mungkin dengan game original,” ujar Sho.

Meski ada penyesuaian tersebut, sejumlah karakteristik yang dulu terkenal merepotkan tetap dipertahankan lewat Classic Settings, termasuk pemanah yang sangat berbahaya. Bahkan, ada beberapa orang di internal perusahaan yang secara khusus meminta agar pemanah dibiarkan seperti dulu. Sambil tertawa, Sho menjelaskan bahwa pengaturan klasik memang diusahakan bisa membawa kembali pengalaman yang rasanya seperti neraka itu. Jadi, nostalgia di sini juga mencakup bagian yang dulu mungkin bikin pemain kesal.

Ketimpangan kekuatan antaratribut elemen pun pada dasarnya nggak dirombak. Sho mengakui bahwa versi original punya elemen yang sangat kuat dan elemen lain yang jauh lebih lemah, dengan Vorpal sebagai contoh atribut yang kelewat kuat. Namun, tim akhirnya memutuskan bahwa hal tersebut bukan sesuatu yang perlu mereka ubah. Keunikan balancing semacam ini tetap diperlakukan sebagai bagian dari pengalaman DYNASTY WARRIORS 3 yang ingin dibawa kembali.

Ziluan Hadir dengan Pedang, Berburu Senjata Tetap Jadi Bagian Penting

Salah satu tambahan baru dalam remaster ini adalah Ziluan, protagonis DYNASTY WARRIORS: ORIGINS. Kalau di ORIGINS ia bisa memilih berbagai jenis senjata, kali ini tim menjadikan pedang satu tangan sebagai senjata default-nya. Sho juga memastikan bahwa moveset pedang tersebut pada dasarnya mengambil dasar dari ORIGINS. Sementara untuk kemungkinan adanya senjata unik atau senjata langka lain yang bisa dipakai Ziluan, ia memilih membiarkan pemain menemukannya sendiri ketika bermain, tanpa menjelaskan lebih lanjut soal fleksibilitas pergantian senjatanya.

Untuk perburuan senjata unik para officer, ada kabar yang bakal mempermudah pemain memahami target mereka. Setelah sebelumnya sempat mempertimbangkan fitur tersebut, tim akhirnya memutuskan untuk menampilkan syarat memperoleh senjata langsung di dalam game, mirip ORIGINS. Sho sempat tertawa karena pembahasan dari wawancara sebelumnya masih diingat. Namun, informasi yang lebih jelas bukan berarti syaratnya ikut dipermudah, karena persyaratan dan tingkat kesulitannya pada dasarnya tetap mengikuti original.

“Dulu saya yang bertanggung jawab mendesain senjata-senjata unik di DYNASTY WARRIORS 3, dan saya sudah memastikan sendiri bahwa semuanya bisa didapatkan secara solo,” ujar Sho.

Pernyataan itu sekaligus menanggapi cerita soal pemain yang dulu sampai memakai mode dua pemain, lalu meminta Player 2 mengendalikan commander agar misi nggak gagal saat berburu senjata tertentu. Buat pemain yang sudah mengenal tantangan tersebut, remaster ini tetap mempertahankan proses mendapatkannya. Bedanya, pemain sekarang bisa melihat kondisi yang harus dipenuhi dari dalam game, sehingga setidaknya lebih jelas apa yang perlu dikerjakan tanpa mengurangi tantangannya.

Tambahan Weapon Fusion juga bukan dimaksudkan untuk menghilangkan keseruan mencari senjata kuat. Sho menjelaskan bahwa balancing dasar game justru dibuat dengan asumsi pemain nggak memakai fitur tersebut. Artinya, mengabaikan Weapon Fusion sepenuhnya nggak akan merusak pengalaman bermain normal. Membuat senjata kustom yang benar-benar kuat juga membutuhkan banyak waktu dan usaha, sehingga tim merasa sistem ini nggak akan memberi dampak besar terhadap keseimbangan keseluruhan.

Salah satu alasan utama fitur itu hadir justru untuk fans lama yang punya officer favorit, tetapi kurang puas dengan kekuatan atau kemampuan senjata uniknya. Melalui Weapon Fusion, mereka bisa membuat senjata yang lebih cocok dengan selera dan kebutuhan sendiri. Sho menempatkannya sebagai lapisan kustomisasi tambahan, sementara pemain yang lebih menikmati berburu senjata tetap bisa melanjutkan cara bermain tersebut. Ia sendiri nggak memberikan jawaban tegas soal apakah hasil fusion bisa melampaui senjata ultimate original, dan lebih menekankan kebebasan pemain serta usaha yang dibutuhkan untuk membuatnya.

Cerita Tetap Sederhana, Candaan Lawas Juga Ikut Kembali

Setelah melewati banyak seri, para officer DYNASTY WARRIORS sekarang punya kepribadian dan latar belakang yang jauh lebih kaya dibandingkan masa DYNASTY WARRIORS 3. Namun, remaster ini nggak melakukan perubahan besar terhadap kepribadian, latar belakang, ataupun cerita mereka. Sho menjelaskan bahwa game original pada dasarnya merupakan game action yang sangat lugas, dengan fokus cerita dan pembangunan dunia yang belum sebesar sekarang. Pendekatannya bahkan lebih dekat ke game action murni atau arcade.

Hal tersebut cukup berbeda dengan ORIGINS, yang menurut Sho lebih mendekati action RPG dan memberi perhatian besar pada cerita serta dunianya. Meski begitu, tim sadar bahwa pemain baru yang sama sekali nggak mengenal Three Kingdoms bisa kebingungan soal siapa karakter-karakternya dan apa yang sedang terjadi. Karena itu, ketika pertama kali masuk Musou Mode, pemain akan mendapat penjelasan mengenai situasi Three Kingdoms pada masa tersebut. Saat memilih seorang officer untuk pertama kalinya, tersedia juga perkenalan singkat mengenai identitas dan latar belakang karakter itu.

“Kami menambahkan beberapa elemen yang sebelumnya nggak ada di versi original, tetapi bukan berarti kepribadian dan cerita setiap officer diperluas sampai seperti ORIGINS,” ujar Sho.

Elemen ringan dan lucu dari game original juga tetap dipertahankan, termasuk dialog khusus yang bisa berubah bergantung pada officer yang dipilih dalam pertempuran tertentu. Untuk game berikutnya, Sho tetap ingin menyisipkan konten yang menghibur, meskipun bentuknya mungkin berbeda. Jika ORIGINS suatu saat mendapatkan sekuel, misalnya, fokusnya masih akan berada pada satu protagonis. Kondisi itu membuat humor yang berasal dari pergantian banyak karakter playable dan perbedaan reaksi mereka jadi lebih sulit dihadirkan dengan cara yang sama.

Kami juga menyinggung fitur lawas seperti mengatur officer yang muncul dalam opening movie. Menurut Sho, kalau tim mengerjakan remaster game lain yang memang sudah punya fitur tersebut, mereka tentu akan berusaha mempertahankannya. Namun, untuk kemungkinan sekuel ORIGINS, fitur seperti itu kemungkinan besar nggak akan hadir. Meski jawabannya demikian, Sho sambil tertawa tetap mengakui bahwa secara pribadi ia sebenarnya ingin melakukannya.

Split-Screen Dipertahankan, Online dan Demo Masih Dipertimbangkan

Di tengah kebiasaan bermain online, DYNASTY WARRIORS 3: Complete Edition Remastered tetap mempertahankan mode lokal dua pemain dengan split-screen. Keputusan ini datang dari banyaknya masukan pemain yang ingin merasakan lagi momen duduk bareng di tempat yang sama sambil memainkan game tersebut. Buat tim, menghadirkan kembali pengalaman nostalgia itu menjadi hal pertama yang ingin mereka pastikan, bukan sekadar mempertahankan fitur lama karena sudah ada di versi original.

“Banyak pemain bilang mereka ingin merasakan lagi nostalgia duduk bersama di tempat yang sama dan bermain split-screen dengan orang lain,” ujar Sho.

Untuk online multiplayer, Sho belum bisa memberikan kepastian pada tahap ini, tetapi fitur tersebut sedang aktif dipertimbangkan. Jadi, jawabannya belum bisa dianggap sebagai konfirmasi bahwa mode online pasti akan tersedia. Hal serupa berlaku untuk demo yang bisa diunduh publik, misalnya lewat Steam atau PlayStation, setelah sebelumnya sejumlah build demo hanya bisa dicoba di berbagai event. Meski perilisan sudah semakin dekat, tim masih aktif mendiskusikan kemungkinan tersebut, dan Sho berharap informasi lebih lanjut bisa dibagikan dalam waktu yang nggak terlalu lama.

Lagu Original dan Upaya Menjangkau Pemain yang Dulu Belum Sempat Main

Soal lagu tema, Sho menjelaskan bahwa ada berbagai urusan lisensi yang harus ditangani, dan tim berusaha menyelesaikannya dengan tetap setia pada versi original. Lagu itu sendiri dipastikan masuk ke dalam game. Namun, untuk versi berbahasa Mandarin, Sho belum mau memberikan kepastian penuh karena ia belum mengecek seluruh versi lokalisasi final secara pribadi. Ia merasa versi tersebut berhasil dimasukkan, tetapi tetap ingin memastikannya lagi sebelum memberi jawaban definitif.

Sho mengingat bahwa ia sudah berbicara dengan tim soal keinginannya menyertakan versi Mandarin, dan ada proses negosiasi yang cukup panjang untuk mewujudkannya. Meski begitu, ingatan mengenai proses tersebut belum ia jadikan dasar untuk memastikan hasil akhirnya seratus persen. Jadi, yang sudah jelas dari jawabannya adalah keberadaan lagunya, sementara kepastian versi bahasa Mandarin masih perlu pengecekan lebih lanjut darinya.

“Lagunya sendiri ada. Untuk versi bahasa Mandarin, saya rasa kami berhasil memasukkannya juga, tetapi sekarang saya belum bisa memastikan seratus persen,” ujar Sho.

Perhatian terhadap pemain berbahasa Mandarin juga muncul saat Sho menyampaikan pesannya untuk komunitas Asia. DYNASTY WARRIORS 3 dan DYNASTY WARRIORS 3: Xtreme Legends dulu sangat sukses di Jepang, tetapi akses terhadap PlayStation 2 di China dan beberapa wilayah lain belum seluas akses konsol sekarang. Karena itu, ia memperkirakan cukup banyak pemain berbahasa Mandarin yang belum sempat menikmati seri ketiga dan justru lebih mengenal DYNASTY WARRIORS 5 atau 6. Tim pun menerima banyak permintaan remaster untuk game-game tersebut.

Lewat proyek ini, Sho ingin membawa daya tarik DYNASTY WARRIORS 3 pada masanya kepada para pemain tersebut, sehingga tim juga memberi perhatian besar untuk meninjau ulang lokalisasi bahasa Mandarin. Buat pemain baru, ia berharap remaster ini bisa menjadi kesempatan untuk melihat seperti apa seri DYNASTY WARRIORS zaman dulu. Sementara bagi yang sudah memainkannya, ia ingin mereka kembali menemukan keseruan klasik yang pernah dinikmati. Sho menutup pesannya dengan harapan agar sebanyak mungkin pemain mau mencoba, sekaligus menyampaikan terima kasih.

Sho Masih Mendengar Permintaan Remaster, tetapi Lebih Ingin Membuat Game Baru

Dengan DLC ORIGINS yang sudah selesai dan DYNASTY WARRIORS 3: Complete Edition Remastered yang mendekati rilis, obrolan juga beralih ke proyek yang ingin dikerjakan Sho selanjutnya, termasuk kemungkinan ia memilih beristirahat. Jawabannya cukup terbuka: remaster sebenarnya bukan jenis proyek yang sejak awal paling ingin ia buat. Karena itu, saat ini ia nggak punya keinginan yang terlalu kuat untuk langsung mengerjakan remaster berikutnya.

Namun, bukan berarti masukan fans diabaikan. Sho mengakui bahwa permintaan untuk membawa kembali game lama lewat remaster maupun remake sangat banyak, termasuk untuk DYNASTY WARRIORS 4 dan seri-seri setelahnya. Tim tetap ingin mempertimbangkan kemungkinan remaster sebagai respons terhadap suara tersebut. Hanya saja, kalau ditanya murni soal keinginan pribadi, ia lebih tertarik menciptakan sesuatu yang baru, entah proyek setelah ORIGINS ataupun game Warriors lain di luar DYNASTY WARRIORS.

“Kalau memilih apa yang secara pribadi ingin saya buat, saya lebih ingin membuat sesuatu yang baru,” ujar Sho.

Keinginan itu juga berkaitan dengan fase kariernya sekarang. Sho merasa sudah memasuki usia ketika masa pensiun mulai terlihat, sehingga waktu yang masih bisa ia gunakan untuk membuat game tentu ada batasnya. Ia ingin memilih dengan lebih hati-hati proyek yang akan mengisi sisa waktu tersebut dan, sebisa mungkin, menggunakannya untuk menciptakan hal-hal baru. Pernyataan ini belum menjadi pengumuman proyek berikutnya, tetapi cukup menjelaskan arah yang paling ingin ia ambil setelah menghidupkan kembali DYNASTY WARRIORS 3.


DYNASTY WARRIORS 3: Complete Edition Remastered akan dirilis untuk PlayStation 5, Xbox Series, Nintendo Switch 2, dan PC pada 1 Oktober mendatang. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: Dynasty Warriors 3: Complete Edition RemasteredInterviewKoei TecmoTGS 2026Tokyo Game Show 2026Wawancara
ShareTweetShare
Previous Post

[TGS 2026] Wawancara Wo Long 2: Wings of Ember – Bahas Tuntas Soal Apa yang Membuat Sekuelnya Spesial!

Related Posts

Rangkuman wawancara kami dengan Masakazu Hirayama dan Masaaki Yamagiwa yang membahas lebih dalam soal Wo Long 2: Wings of Ember
Konsol

[TGS 2026] Wawancara Wo Long 2: Wings of Ember – Bahas Tuntas Soal Apa yang Membuat Sekuelnya Spesial!

September 22, 2026
Persona 5: The Phantom X akan memulai event kolaborasi dengan Persona 3 Portable yang sukses mengundang hype besar pada 24 September
Android

Persona 5: The Phantom X Siap Mulai Kolaborasi Besar dengan Persona 3 Portable Minggu Ini!

September 22, 2026
Di Tokyo Game Show 2026, kami mendapat kesempatan wawancara dengan tiga sosok penting di RGG Studio untuk STRANGER THAN HEAVEN.
Konsol

[TGS 2026] Wawancara STRANGER THAN HEAVEN dengan RGG Studio – Proyek Terbesar, Combat Brutal, Lima Era Punya Rasa Berbeda

September 22, 2026
Sony baru saja mengumumkan kolaborasi spesial dengan LISA lewat kontroler DualSense edisi terbatas yang juga akan dijual di Indonesia
Berita

Sony Umumkan DualSense Edisi LISA Seharga 1,5 Juta Rupiah

September 22, 2026
World of Warcraft nggak pernah ragu buat merombak dirinya sendiri, dan obrolan dengan para pemimpin kreatifnya di BlizzCon 2026.
PC

Wawancara World of Warcraft Dengan Blizzard – Masa Depan Forever, Add-On, dan Waktu Bermain yang Lebih Fleksibel

September 22, 2026
Rangkuman wawancara kami dengan Attila Mohacsi dan Gareth Edmonson dari Creative Assembly yang membahas tuntas Total War: WARHAMMER 40,000
Konsol

[TGS 2026] Wawancara Total War: WARHAMMER 40,000 Bareng Creative Assembly – Mencipatakan Game Grand Strategy yang Dikira Mustahil!

September 21, 2026

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Tidak lama setelah rilisnya RyzaChat: AI, Koei Tecmo dan SpiralAI sudah langsung mengumumkan aplikasi sejenis yaitu SophieChat: AI

Atelier Kembali Umumkan Aplikasi Chat AI Terbaru yang Berfokus ke Sophie Neuenmuller

by Fadhil
September 18, 2026
0

Tidak lama setelah rilisnya RyzaChat: AI, Koei Tecmo dan SpiralAI sudah langsung mengumumkan aplikasi sejenis yaitu SophieChat: AI.

Astrae Oratio kini telah mendapat kepastian jadwal rilis untuk tahun depan di platform Android dan iOS yang disusul versi PC

Astrae Oratio Akan Rilis di 2027 untuk Android dan iOS yang Kemudian Disusul Versi PC!

by Fadhil
September 17, 2026
0

Astrae Oratio kini telah mendapat kepastian jadwal rilis untuk tahun depan di platform Android dan iOS yang disusul versi PC.

Kami mendapat kesempatan untuk mencoba game terbaru Kairosoft, One Piece Grand Gourmet, yang merupakan kolaborasi dengan One Piece.

[TGS 2026] Nyobain One Piece Grand Gourmet – Jadi Sanji dan Bangun Restoran Bareng Kru Topi Jerami

by Taufik
September 17, 2026
0

Kami mendapat kesempatan untuk mencoba game terbaru Kairosoft, One Piece Grand Gourmet, yang merupakan kolaborasi dengan One Piece. Kami punya...

Selama setahun terakhir, Where Winds Meet berhasil membangun komunitas yang cukup besar di Asia Tenggara dan terus hadirkan update seru.

Wawancara Where Winds Meet dengan NetEase Sekaligus Nyobain Region Baru, dan Tegaskan Tetap Non-Pay-to-Win

by Taufik
September 16, 2026
0

Selama setahun terakhir, Where Winds Meet berhasil membangun komunitas yang cukup besar di Asia Tenggara, dan sekarang salah satu cerita...

Di tengah ramainya BlizzCon 2026, kami juga mendapat kesempatan untuk ngobrol langsung dengan Blizzard soal Hearthstone.

[EKSKLUSIF] Wawancara Hearthstone dengan Blizzard – 2v2, Old Gods, hingga Class Baru

by Taufik
September 15, 2026
0

Di tengah ramainya berbagai pengumuman baru di BlizzCon 2026, kami juga mendapat kesempatan untuk ngobrol langsung dengan Blizzard soal Hearthstone,...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd