Sejumlah pemain Forza Horizon 6 di Jepang lagi ramai ngomongin gelombang ban baru yang kena ke desain mobil buatan komunitas di Creative Hub. Masalahnya, yang ikut kena ternyata bukan cuma konten aneh atau jelas melanggar aturan, tapi juga itasha, alias mobil yang dihias karakter anime, manga, dan game yang memang sudah jadi bagian besar dari kultur otomotif Jepang.
Masalah ini sebenarnya sudah mulai kelihatan sejak sekitar dua bulan lalu. Waktu itu, beberapa kreator itasha populer mulai hapus karya mereka dan berhenti upload desain baru setelah diduga kena larangan buat berbagi konten. Bukan cuma itasha, desain yang pakai logo produsen part mobil juga sempat ikut diturunin. Dari situ mulai muncul dugaan kalau beberapa karya bisa saja otomatis kena hapus gara-gara terlalu banyak report dari pemain, walau sampai sekarang belum ada konfirmasi resmi.

Sekarang pemain Jepang kembali lapor soal dugaan “reporting campaign” baru yang kelihatannya masih nyambung sama kasus sebelumnya. Yang bikin makin aneh, targetnya bukan cuma desain yang sudah jadi dan di-upload. Pemain yang cuma foto mobil itasha lalu share di dalam game juga disebut bisa kena ban. Bahkan ada laporan soal desain yang masih setengah jadi dan belum pernah di-upload ikut kena, termasuk garis bodi dan rough sketch yang kemungkinan salah kebaca sebagai konten telanjang.
Memang belum ada bukti resmi kalau jumlah report pemain langsung bikin sistem ngasih ban. Tapi beberapa kreator itasha populer sudah sempat kena ban sementara, dan efeknya mulai terasa karena kreator lain jadi lebih ragu buat upload karya mereka. Situasinya makin bikin bingung karena Forza Horizon 6 justru berlatar Jepang, tempat budaya itasha lahir dan berkembang.
フォルツァホライゾン6で今起こってる事
痛車ペインターが一斉ハードウェアBAN、一部は本当に規約違反のものもあったが大半は普通の痛車ペイント
通報している連中は恐らく前回と同じ勢力、マクロ等を組んで一斉通報してハードウェアBANまで追い込んでいる模様…— 松永マグロ (@Maguro_Maznaga) September 21, 2026
Salah satu pemain bahkan bilang developer “sama sekali nggak menghargai budaya Jepang.” Menurutnya, itasha sudah lama jadi hal biasa di seri Forza Horizon dan sebelumnya nggak pernah jadi masalah besar. Tapi sekarang, justru di game yang jualan setting Jepang dan budayanya, itasha malah terasa seperti sesuatu yang bisa bikin pemain kena hukuman. Ada juga yang nyindir kalau budaya Jepang dipakai saat enak buat jualan, tapi bagian yang benar-benar hidup di komunitas malah ditekan.
おすすめしない
ゲーム歴15年以上で、レビューを書くのはこれが初めてです。この非常識な通報・取り締まりシステムに、もう我慢できません。
日本の自動車文化が好きなら、買わないでください。後悔します。1. 売りに使った文化を、まったく尊重していない。… https://t.co/4nV3KgAesl
— Hosea|ホセア (@Hosea_850) September 22, 2026
Fans juga masih bingung sebenarnya desain mereka melanggar aturan yang mana. Aturan user-generated content Forza melarang banyak hal seperti simbol bermasalah, kata-kata kasar, konten berbahaya, pencemaran nama baik, spam, informasi pribadi, QR code, simbol narkoba, konten seksual atau sugestif, sampai kekerasan ke manusia dan hewan.
Karena batasnya terasa masih terlalu abu-abu, pemain sekarang pengen developer kasih panduan yang jauh lebih jelas biar mereka tahu mana yang aman sebelum upload. Forza Horizon 6 sendiri tersedia di Windows lewat Steam dan Microsoft Store serta Xbox Series X|S, sementara versi PlayStation 5 bakal rilis akhir tahun ini.
Sumber: Automaton
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id













Discussion about this post