gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

[TGS 2026] Wawancara Tales of Eternia Remastered Bareng Shuhei Tamakoshi – Proyek Remaster Tales Paling Menantang Sejauh Ini!

Fadhil by Fadhil
September 23, 2026
in Konsol, Nintendo Switch, Nintendo Switch 2, PC, PlayStation 4, PlayStation 5, Wawancara, Xbox Series S, Xbox Series X
0
Rangkuman wawancara kami dengan Shuhei Tamakoshi selaku produser dibalik Tales of Eternia Remastered di ajang Tokyo Game Show 2026

Rangkuman wawancara kami dengan Shuhei Tamakoshi selaku produser dibalik Tales of Eternia Remastered di ajang Tokyo Game Show 2026

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Tokyo Game Show 2026 menjadi kesempatan bagi para pemain untuk melihat lebih dekat berbagai game yang akan hadir, termasuk Tales of Eternia Remastered. Sebagai game keempat yang masuk dalam Tales Remastered Project, judul ini membawa kembali salah satu JRPG klasik yang pertama kali hadir di PlayStation dan PSP. Pada tengah ramainya event, tim kami berkesempatan berbincang dengan produser Shuhei Tamakoshi untuk membahas proses membawa kembali Tales of Eternia ke hadapan pemain modern.

Menghidupkan Kembali Game yang Sudah Berusia 26 Tahun

Tamakoshi menjelaskan sejak awal kalau dirinya tidak terlibat dalam pengembangan versi original Tales of Eternia. Alasannya cukup sederhana, game tersebut sudah dikembangkan bahkan sebelum dirinya lahir. “Saya tidak terlibat dalam pengembangan game originalnya. Game tersebut dirilis 26 tahun lalu, sedangkan saya baru saja berulang tahun ke-29 kemarin, jadi jelas saya tidak terlibat dalam proyek tersebut,” ujarnya.

Meski begitu, tim tetap memiliki akses ke pengalaman orang-orang yang mengerjakan game original. Mereka berdiskusi dengan sejumlah anggota tim lama untuk memahami kembali proses pengembangan game tersebut. Untuk urusan visual, prosesnya menggabungkan teknik upscaling standar dengan banyak pengerjaan manual.

“Pada dasarnya, kami menggunakan metode upscaling standar, tetapi kami juga melakukan banyak pekerjaan secara manual, terutama pada map serta titik-titik atau piksel individual.”

Karena Tales of Eternia Remastered memungkinkan pemain berganti antara visual lama dan baru, kami juga menanyakan apakah tim sempat mempertimbangkan tambahan seperti scanline atau efek CRT agar mode klasik terasa seperti sedang dimainkan di televisi lama. Tamakoshi mengatakan hal tersebut tidak menjadi bagian dari rencana mereka.

“Kami tidak menggunakan sesuatu seperti itu secara khusus.”

Sebagai gantinya, versi original menjadi dasar utama dalam proses pengerjaan visual remaster ini.

“Kami mengambil versi original yang sudah diterapkan dalam game, kemudian melakukan upscaling untuk remaster ini sambil menyesuaikannya dengan tampilan saat ini.”

Tetap Setia pada Versi Original

Ketika ditanya apakah ada sesuatu dari cerita, karakter, atau gameplay yang mengejutkan tim ketika mereka kembali mengerjakan game ini, Tamakoshi justru menyoroti betapa populernya versi original Tales of Eternia. Karena itu, mereka berusaha mempertahankan pengalaman tersebut sedekat mungkin dengan aslinya.

“Ini adalah game original yang sangat populer dan dicintai banyak pemain, jadi kami ingin mengikutinya sedekat mungkin tanpa mengubahnya.”

Pendekatan yang sama juga diterapkan pada sistem gameplay. Tim tidak melakukan perubahan atau perombakan besar terhadap spesifikasi original.

“Untuk sistemnya, kami tidak melakukan perubahan atau revisi besar terhadap spesifikasi original.”

Tantangan yang lebih besar justru datang dari sisi visual. Versi PSP yang dirilis pada 2005 memiliki resolusi yang cukup rendah. Tapi karena layar PSP berukuran kecil, keterbatasan tersebut tidak terlalu terlihat dan justru membuat tampilannya terasa cukup bersih.

“Versi original PSP yang dirilis pada 2005 memiliki resolusi yang relatif rendah, tetapi karena layar PSP berukuran kecil, gambarnya justru terlihat sangat bersih dan padat.”

Ketika visual tersebut dibawa ke layar modern yang lebih besar dan memiliki resolusi lebih tinggi, tim harus melakukan penyesuaian hingga ke tingkat piksel agar tampilan artwork tidak terlihat kasar. Menurut Tamakoshi, bagian tersebut menjadi salah satu pekerjaan tersulit dalam proses remaster.

Menentukan Fitur Modern yang Perlu Ditambahkan

Berbagai fitur quality-of-life dalam Tales of Eternia Remastered, seperti ikon tujuan, pengaturan tingkat kemunculan musuh, dan pembaruan pada Auto-Battle, menjadi salah satu hal yang banyak dibahas oleh tim. Tamakoshi menjelaska kalau Tales of Eternia berasal dari era yang lebih lama dibandingkan game-game lain yang sudah masuk ke Remastered Project. Karena itu, sekadar mengambil fitur dari remaster sebelumnya dan menerapkannya begitu saja tidak akan cukup.

Pada sisi lain, mereka juga sadar kalau salah satu daya tarik game original terletak pada bagaimana pemain harus menemukan berbagai hal sendiri. Pada masa itu, pemain mengandalkan buku manual, strategy guide, serta informasi online yang masih sangat terbatas untuk memahami game.

“Kalau kami memberikan terlalu banyak pilihan dan kemudahan kepada pemain, pengalaman bermainnya pada akhirnya pasti akan berbeda dari versi original.”

Karena itu, sebagian besar fitur baru dibuat agar sifatnya opsional, bukan sesuatu yang dipaksakan kepada semua pemain.

“Jadi meskipun kami mempertimbangkan berbagai macam fitur, secara umum kami menerapkannya dengan cara yang memungkinkan pemain untuk menyalakan atau mematikannya sesuai preferensi mereka.”

Ada pula sejumlah ide yang sempat dibahas tetapi akhirnya tidak masuk ke versi final. Tapi Tamakoshi mengaku tidak bisa memberikan daftar spesifiknya ketika ditanya.

“Mungkin ada cukup banyak hal yang kami pertimbangkan tetapi akhirnya tidak kami masukkan, tetapi maaf, saya tidak bisa memberikan daftar spesifiknya begitu saja.”

Ketika ditanya apakah Tales of Eternia, yang sejauh ini merupakan game tertua dalam Remastered Project, lebih mudah atau justru lebih sulit untuk diremaster dibandingkan judul lainnya, Tamakoshi memilih untuk tidak melakukan generalisasi karena dirinya belum mengerjakan semua game dalam proyek tersebut. Dari sisi hardware, perpindahan dari PlayStation pertama dan PSP sebenarnya bukan kendala terbesar.

“Kalau dari segi spesifikasi hardware, versi original berjalan di PlayStation pertama dan PSP, jadi proses migrasinya sendiri sebenarnya tidak terlalu sulit dari sisi tersebut.”

Masalah sebenarnya justru berasal dari struktur program yang sudah sangat tua dan berbeda jauh dari sistem yang digunakan dalam pengembangan game saat ini. “Tapi karena versi originalnya sudah sangat tua, struktur programnya sangat berbeda dengan apa yang kami gunakan sekarang.”

Jika dibandingkan dengan remaster Tales yang lebih baru, perbedaan tersebut membuat proyek ini menjadi lebih sulit. “Dibandingkan dengan remaster Tales yang lebih baru, saya rasa aspek-aspek tersebut membuat proyek ini lebih sulit.”

Masalah serupa juga muncul dalam pengerjaan visual. Apa yang terlihat seperti satu gambar background 2D di layar ternyata tersusun dari banyak bagian kecil.

“Apa yang terlihat seperti satu background 2D di layar sebenarnya dibuat menggunakan tile map berukuran 16×16.”

Memperbaiki bagian tersebut membutuhkan banyak pekerjaan manual. Menaikkan resolusi juga turut mengubah kesan visual artwork secara keseluruhan, sehingga tim harus mencari keseimbangan yang tepat.

“Kami menghabiskan banyak waktu melakukan penyesuaian sambil mencari keseimbangan yang tepat antara mempertahankan nuansa nostalgia dari versi original dan membuatnya terlihat bersih pada resolusi yang lebih tinggi.”

Menyeimbangkan Kemudahan dengan Tantangan Original

Berbicara mengenai Auto-Battle dan pengaturan tingkat kemunculan musuh, Tamakoshi menjelaskan kalau tujuan utama tim adalah mempertahankan hal-hal yang membuat versi original menyenangkan, sekaligus membuatnya lebih mudah dimainkan oleh pemain masa kini.

“Hal yang paling penting bagi kami adalah mempertahankan apa yang membuat game original menyenangkan, sekaligus meningkatkan kenyamanannya bagi pemain modern.”

Tim ingin game ini tetap cocok bagi fans lama dan pemain JRPG, tetapi juga bisa dinikmati oleh mereka yang baru pertama kali mengenal seri Tales melalui game ini.

“Kami ingin game ini tidak hanya menyenangkan bagi fans versi original dan mereka yang suka JRPG, tapi juga bagi pemain yang mungkin baru pertama kali mengenal seri Tales melalui game ini.”

Mengurangi terlalu banyak tingkat kesulitan berisiko membuat pengalaman bermain terasa datar. Tapi mempertahankan seluruh tingkat tantangan seperti dulu juga bisa terasa ketinggalan zaman bagi pemain modern. Menemukan titik tengah di antara keduanya menjadi salah satu hal yang membutuhkan banyak penyesuaian selama pengembangan.

“Menemukan keseimbangan yang tepat antara kenyamanan dan pengalaman bermain secara keseluruhan, sambil mempertahankan tingkat kesulitan serta rasa petualangan dari versi original, adalah sesuatu yang menghabiskan banyak waktu untuk kami sesuaikan.”

Tamakoshi juga membahas bagaimana sebuah game dipilih untuk masuk ke Remastered Project. Menurutnya, tujuan utama proyek tersebut adalah membuat sebanyak mungkin game dalam seri Tales bisa dimainkan oleh sebanyak mungkin pemain di platform modern.

“Tujuan dari Remastered Project adalah memungkinkan sebanyak mungkin pemain memainkan sebanyak mungkin judul dalam seri ini di platform saat ini.”

Dalam menentukan game berikutnya, tim mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi materi sumber original serta keadaan masing-masing judul.

“Ketika menentukan judul yang akan dikerjakan, kami mempertimbangkan hal-hal seperti kondisi materi sumber original dan keadaan keseluruhan dari setiap judul. Setelah kami memiliki gambaran yang jelas kalau proses penyelesaiannya bisa dilakukan, kami kemudian mengumumkan dan merilis judul-judul tersebut secara berurutan.”

Untuk alasan Tales of Eternia terpilih sebagai game berikutnya, Tamakoshi memberikan jawaban yang cukup sederhana.

“Saya rasa itulah alasan Tales of Eternia dipilih sebagai judul keempat dalam Tales Remastered Project.”

Ketika ditanya mengenai game atau platform berikutnya, Tamakoshi masih belum bisa memberikan detail apa pun dan meminta pemain menunggu pengumuman melalui kanal resmi. Tapi dia memastikan kalau Tales Remastered Project belum berakhir bersama Tales of Eternia. Lalu ketika ditanya secara langsung apakah Tales of Eternia akan menjadi game terakhir dalam seri yang mendapatkan perlakuan remaster, jawabannya singkat dan jelas.

“Saya bisa mengatakan kalau ini bukan yang terakhir.”

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: Bandai NamcoInterviewNintendo SwitchNintendo Switch 2PCPS4PS5Tales of Eternia RemasteredTokyo Game Show 2026WawancaraXbox Series
ShareTweetShare
Previous Post

[TGS 2026] Nyobain Tales of Eternia Remastered – Prioritas Kenyamanan Bermain yang Pas!

Next Post

Pemain Forza Horizon 6 di Jepang Kena Ban Karena Mobil Itasha, Fans Sebut Nggak Menghargai Budaya

Related Posts

Di tengah ramainya masalah ban desain itasha di Forza Horizon 6, developer akhirnya kasih penjelasan lebih jelas soal cara moderasi mereka.
Berita

Forza Horizon 6 Tegaskan Ban Itasha Dicek Manusia, Bukan Karena AI Atau Report Massal

September 24, 2026
Rangkuman wawancara kami dengan Junzo Hosoi dan Daiki Fukui dari ajang Tokyo Game Show 2026 yang membahas lebih dalam soal Atelier Karia
Konsol

[TGS 2026] Wawancara Atelier Karia dengan Gust – Menciptakan Penerus Seri Memories yang Sangat Unik!

September 24, 2026
Artikel ini akan memberikan panduan yang sangat lengkap dan mudah dipahami tentang cara redeem code Aniimo.
Android

Redeem Code Aniimo – Banyak Reward Gratis

September 24, 2026
Sakutaro Higashi diperkenalkan sebagai karakter original baru yang akan memegang peran prominen di skenario tambahan Danganronpa 2x2
Berita

Danganronpa 2×2 Perkenalkan Karakter Original Baru – Sakutaro Higashi

September 24, 2026
Sejumlah pemain Forza Horizon 6 di Jepang lagi ramai ngomongin gelombang ban baru yang kena ke desain mobil buatan komunitas di Creative Hub.
Berita

Pemain Forza Horizon 6 di Jepang Kena Ban Karena Mobil Itasha, Fans Sebut Nggak Menghargai Budaya

September 24, 2026
Simak impresi terbaru kami setelah berkesempatan menjajal Tales of Eternia Remastered di ajang Tokyo Game Show 2026
Konsol

[TGS 2026] Nyobain Tales of Eternia Remastered – Prioritas Kenyamanan Bermain yang Pas!

September 23, 2026
Next Post
Sejumlah pemain Forza Horizon 6 di Jepang lagi ramai ngomongin gelombang ban baru yang kena ke desain mobil buatan komunitas di Creative Hub.

Pemain Forza Horizon 6 di Jepang Kena Ban Karena Mobil Itasha, Fans Sebut Nggak Menghargai Budaya

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Artikel ini akan memberikan panduan yang sangat lengkap dan mudah dipahami tentang cara redeem code Aniimo.

Redeem Code Aniimo – Banyak Reward Gratis

by Taufik
September 24, 2026
0

Aniimo adalah game open world action RPG yang cukup seru dengan eksplorasi dengan mengumpulkan berbagai makhluk serta memperkuatnya dan kamu...

Silver Palace akan kembali mengadakan Technical Test terbaru untuk proses optimalisasi sebelum perilisan versi finalnya

Silver Palace Kembali Buka Pendaftaran untuk Sesi Technical Test Terbaru

by Fadhil
September 23, 2026
0

Silver Palace akan kembali mengadakan Technical Test terbaru untuk proses optimalisasi sebelum perilisan versi finalnya.

Tidak lama lagi server global game gacha Heaven Burns Red akan kedatangan event kolaborasi terbaru dengan Persona 5

Heaven Burns Red Versi Global Siap Kedatangan Event Kolaborasi Persona 5 di Oktober 2026

by Fadhil
September 23, 2026
0

Tidak lama lagi server global game gacha Heaven Burns Red akan kedatangan event kolaborasi terbaru dengan Persona 5,

Persona 5: The Phantom X akan memulai event kolaborasi dengan Persona 3 Portable yang sukses mengundang hype besar pada 24 September

Persona 5: The Phantom X Siap Mulai Kolaborasi Besar dengan Persona 3 Portable Minggu Ini!

by Fadhil
September 22, 2026
0

Persona 5: The Phantom X akan memulai event kolaborasi dengan Persona 3 Portable yang sukses mengundang hype besar pada 24...

Tidak lama setelah rilisnya RyzaChat: AI, Koei Tecmo dan SpiralAI sudah langsung mengumumkan aplikasi sejenis yaitu SophieChat: AI

Atelier Kembali Umumkan Aplikasi Chat AI Terbaru yang Berfokus ke Sophie Neuenmuller

by Fadhil
September 18, 2026
0

Tidak lama setelah rilisnya RyzaChat: AI, Koei Tecmo dan SpiralAI sudah langsung mengumumkan aplikasi sejenis yaitu SophieChat: AI.

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd