Epic Games lagi melakukan perubahan besar buat memaksimalkan penggunaan AI di proses pengembangan mereka. Founder sekaligus pemegang saham mayoritas Epic, Tim Sweeney, bilang perusahaan sekarang lagi memindahkan developer antar tim supaya bisa bekerja dengan bantuan AI seefisien mungkin. Tapi dia menegaskan tujuannya bukan buat bikin hal yang sama dengan jumlah orang lebih sedikit, melainkan supaya tim bisa bikin lebih banyak dan lebih bagus.
Menurut Sweeney, perubahan paling terasa dari AI bakal ada di proses bikin prototype. Ide yang biasanya butuh waktu lama sebelum bisa benar-benar dicoba nantinya bisa jauh lebih cepat masuk tahap playtest. Dia bahkan menilai banyak kegagalan game AAA belakangan ini terjadi karena sistem gameplay terlalu lama dikembangkan sebelum akhirnya sempat dites langsung dalam kondisi yang benar-benar bisa dimainkan.
We have a huge pivot underway here at Epic, moving developers around to retool for maximum AI acceleration.
The aim isn’t to do the same stuff with fewer people, but to enable everyone here to build MORE and BETTER stuff, and to bring the benefits to all teams using Unreal.
— Tim Sweeney (@TimSweeneyEpic) October 12, 2026
Soal seberapa besar peningkatannya, Sweeney bilang hasilnya sekarang masih beda-beda tergantung jenis pekerjaan. Di beberapa bagian teknis Unreal Engine, peningkatan efisiensinya baru sekitar 20%, sementara pekerjaan seperti web development bisa sampai 5 kali lebih cepat. Dia bahkan memperkirakan pada tahun depan, hampir semua area kerja bakal punya efisiensi minimal sekitar 3 kali lipat dibanding Januari 2026.
Ketika ada yang bercanda kalau semua perubahan ini mungkin dilakukan buat menyiapkan Epic Games menuju IPO, Sweeney langsung membantah. Menurutnya, target Epic jauh lebih sederhana, yaitu bertahan melewati revolusi AI, membantu developer lain melakukan hal yang sama, lalu keluar dari masa transisi ini dengan kemampuan bikin code dan konten jauh lebih cepat.
Tentu saja, komentarnya langsung memancing kritik dari sebagian developer dan gamer yang memang masih sangat anti-AI. Salah satu solo developer bahkan bilang Sweeney gagal membaca situasi. Tapi Sweeney membalas kalau menurutnya “situasinya sudah berubah”, dan dia tetap optimistis AI nantinya justru bakal jadi alat yang mempercepat kerja para kreator asli, bukan menggantikan mereka.
Sweeney bahkan memprediksi dalam waktu sekitar satu tahun, setidaknya 90% total waktu bermain gamer bakal dihabiskan di game yang pengembangannya dibantu AI. Epic sendiri memang sudah mulai menyiapkan infrastrukturnya. Unreal Engine 5.8, yang direncanakan jadi major release terakhir dari UE5, bakal punya plugin Model Context Protocol atau MCP yang memungkinkan developer menghubungkan berbagai large language model langsung ke sistem Unreal Engine, termasuk Blueprints, asset, level, material, sampai mesh.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post