gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Dari Kamurocho ke Lautan Luas – Masayoshi Yokoyama Ungkap Pendekatan Tema Unik untuk Franchise Favorit!

Fadhil by Fadhil
February 19, 2025 - Updated on February 20, 2025
in Konsol, PC, PlayStation 4, PlayStation 5, Wawancara, Xbox One, Xbox Series S, Xbox Series X
0
Rangkuman sesi wawancara kami dengan Masayoshi Yokoyama yang membahas lebih dalam mengenai Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii

Rangkuman sesi wawancara kami dengan Masayoshi Yokoyama yang membahas lebih dalam mengenai Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Tim kami belum lama ini berkesempatan mewawancarai Masayoshi Yokoyama selaku Executive Director sekaligus Head/Chief Producer di Ryu Ga Gotoku Studio mengenai seri terbaru yang sangat dinantikan dalam franchise Like a Dragon (juga dikenal sebagai Yakuza), yaitu Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii. Sebagai salah satu sosok kunci di balik franchise ikonik ini, Yokoyama berbagi wawasan tentang proses pengembangan, evolusi karakter, serta mekanisme gameplay baru yang menarik yang bisa dinantikan para pemain di rilis terbaru ini.

Pendekatan Storytelling Khas Yokoyama

Wawancara ini mengungkap komitmen Yokoyama pada penceritaan sebagai kekuatan utama di balik keputusan pengembangan. Saat merancang game baru, prosesnya ternyata sangat langsung: “Saat saya tahu Majima akan pergi ke Hawaii, kehilangan ingatannya, lalu menjadi bajak laut, itu adalah sesuatu yang sudah saya pikirkan. Saya tidak pernah mendiskusikan tema dengan orang lain.” Pendekatan langsung ini juga tercermin dalam gaya kepemimpinannya: “Begitu saya memikirkannya, saya langsung memanggil semua orang, menjelaskan semuanya di papan tulis, dan itulah arah yang akan kita ambil.”

Filosofi “cerita dulu” yang dipegang Yokoyama juga terlihat dalam pemilihan lokasi. Hawaii diperkenalkan sebagai lokasi luar negeri pertama dalam seri ini, tapi bukan karena tren pasar. Yokoyama lebih menekankan pentingnya lokasi untuk cerita: “Kita nggak bakal bikin sebuah kota cuma karena populer. Kita hanya membuat tempat yang memang dibutuhkan untuk membangun cerita yang kita tulis.”

Dia mencontohkan Onomichi Jingaicho dari Yakuza 6: The Song of Life. “Sejujurnya, Onomichi bukan tempat yang populer atau terkenal, tapi itu nggak penting buat kami. Yang penting adalah memilih lokasi yang benar-benar diperlukan untuk cerita dan membuatnya dengan kualitas tinggi.”

Bahkan fitur gameplay pun mengikuti pendekatan berbasis cerita ini. Soal sistem pertempuran laut yang baru, Yokoyama mengungkapkan: “Kalau ternyata nggak berhasil, ya kami bakal hapus bagian itu dari game.” Ini menunjukkan bahwa fitur teknis harus mendukung cerita, bukan sekadar ditambahkan tanpa alasan yang jelas.

Petualangan Baru Goro Majima

Salah satu elemen paling mencolok di game ini adalah Goro Majima yang jadi kapten bajak laut. Saat ditanya tentang proses penciptaan tema dan apakah pemain bisa relate dengan konsep ini, Yokoyama menjelaskan bahwa mereka nggak menentukan tema di awal saat membangun cerita. “Saat membuat fondasi cerita, nggak ada tema spesifik yang ditetapkan, jadi agak sulit menjawab pertanyaan ini,” katanya. Sebaliknya, dia lebih menekankan bahwa bagaimana pemain merasakan cerita ini bakal tergantung pada pengalaman dan kondisi hidup mereka masing-masing.

“Saya rasa orang-orang yang punya anak kecil mungkin akan merasakan sesuatu yang berbeda, sementara mereka yang masih single mungkin akan punya perspektif yang lain terhadap game ini,” jelasnya.

Combat, Naval Battle, dan Madlantis

Game ini menghadirkan dua style bertarung berbeda untuk Majima: Pertama adalah stule Mad Dog yang sudah dikenal luas oleh fans dan style baru yaitu Sea Dog. Yokoyama menjelaskan bahwa kedua gaya ini berkaitan dengan peran Majima dalam cerita. “Dasarnya, gaya bertarung ini didasarkan pada pekerjaan yang dimiliki karakter,” ujarnya. Mad Dog style sudah tersedia sejak awal, sementara Sea Dog style baru terbuka saat Majima menjadi bajak laut, lengkap dengan adegan khusus di mana ia mendapatkan sepasang cutlass dan membuka gaya bertarung barunya.

Yokoyama menjelaskan tantangan dalam membuat Majima bisa dimainkan: “Ini pertama kalinya sejak Like a Dragon 0: The Place of Oath Majima menjadi karakter yang bisa dimainkan. Bagi semua yang telah mengikuti seri ini, Majima biasanya adalah musuh yang sangat kuat, jadi menerjemahkan gerakan-gerakan dahsyatnya ke dalam gameplay yang bisa dimainkan itu benar-benar sulit.”

Penambahan pertempuran laut menjadi perubahan besar dari mekanisme gameplay tradisional seri ini. Yokoyama mengungkapkan bahwa fitur ini sangat sulit untuk diterapkan dan bahkan tidak ditampilkan di Tokyo Game Show 2024 tahun lalu karena belum siap. “Ya, ini sangat sulit, dan kami terus melakukan penyesuaian sampai saat-saat terakhir,” ujarnya.

“Madlantis” diperkenalkan sebagai lokasi penting dalam game. Yokoyama menggambarkannya sebagai “berdasarkan kuburan kapal.” Tempat unik ini awalnya adalah lokasi pembuangan ilegal bangkai kapal, yang kemudian berkembang menjadi komunitas di mana berbagai organisasi kriminal hidup berdampingan. “Preman laut mulai tinggal di sini dan mencari nafkah terutama melalui aktivitas ilegal,” jelasnya.

Tempat ini juga memiliki cerita tersendiri, dan Yokoyama menambahkan, “Jika diperhatikan baik-baik, banyak bagian di sini terbuat dari material bangkai kapal.” Ia juga menyinggung tentang airnya yang sengaja dibuat tercemar, menjelaskan, “Kotornya air di sana merepresentasikan keinginan manusia dari orang-orang yang berkumpul di tempat itu.”

Memperluas Kedalaman Kultur

Sejak Like a Dragon mengambil langkah besar dalam aksesibilitas global, game ini juga hadir dengan dukungan bahasa yang lebih luas, termasuk dubbing dalam bahasa Mandarin. Yokoyama menjelaskan bahwa ini adalah bagian dari inisiatif yang lebih besar untuk menjangkau audiens global: “Game kami, seperti seri RGG dan judul-judul SEGA pada umumnya, akan mulai dilokalkan ke lebih banyak bahasa, dan kemungkinan akan ada lebih banyak pilihan dubbing juga.”

Cakupan Konten dan Ekspektasi 

Yokoyama membahas ekspektasi pemain terhadap game terbaru ini dan bagaimana tim merancang konten untuk memenuhi harapan tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara elemen yang diinginkan oleh penggemar lama dan hal-hal yang bisa dinikmati oleh pemain baru. “Kami berusaha menghadirkan pengalaman baru yang tetap mempertahankan elemen yang diharapkan oleh penggemar lama, sekaligus menarik bagi pemain baru,” ujarnya.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa berbagai substory dan aktivitas sampingan telah disiapkan untuk memperkaya cerita dan karakter dalam game. Hal ini memungkinkan pemain untuk menikmati lebih dari sekadar cerita utama dan benar-benar tenggelam dalam dunia game. “Tujuan kami adalah memberikan pengalaman yang beragam dan membuat pemain bisa terlibat lebih dalam dengan cerita melalui game ini,” kata Yokoyama.

Sebagai tambahan, game ini akan mendapatkan fitur New Game+ setelah peluncuran, yang dikonfirmasi Yokoyama akan tersedia secara gratis—berbeda dari judul sebelumnya. “Setelah menyelesaikan game, kamu bisa membawa data permainanmu untuk memainkan New Game lagi. Fitur ini sudah ada sebelumnya, tapi terakhir kali hanya tersedia sebagai DLC berbayar. Kali ini, kamu bisa menikmatinya secara gratis.”

Yokoyama menyoroti perbedaan menarik dalam respons pasar terhadap game ini. Di Eropa, jumlah pre-order melebihi ekspektasi, dengan banyak orang melihatnya lebih sebagai game bajak laut daripada judul Like a Dragon. Sebaliknya, beberapa penggemar di Jepang merasa khawatir karena game ini tampak berbeda dari tema Yakuza yang klasik. Namun, Yokoyama meyakinkan para penggemar bahwa “Game ini merupakan pelengkap untuk Like A Dragon 8, dan begitu orang memainkannya, mereka akan menyadari hal itu. Jadi, penggemar lama tidak perlu khawatir.”

Game ini juga menghadirkan pertarungan melawan makhluk-makhluk raksasa, termasuk cumi-cumi raksasa yang, menurut Yokoyama, “cukup penting dalam cerita.” Hal ini menambah lapisan baru dalam sistem pertempuran laut yang dihadirkan dalam game.

Sebagai penutup, Yokoyama menekankan bahwa meskipun game ini terlihat berbeda dari seri Yakuza yang klasik, ia memiliki potensi untuk menarik pemain baru sekaligus tetap menjaga nilai inti dari seri tersebut. Dia menegaskan bahwa game ini dikembangkan oleh tim veteran di Ryu Ga Gotoku Studio yang memahami dan menghormati harapan para penggemar.

“Kami ingin menciptakan game yang bisa dinikmati lebih banyak orang dengan menggabungkan elemen baru, sambil tetap menjaga esensi dari seri ini. Saya ingin para penggemar merasa tenang dan menikmati petualangan baru ini,” ujar Yokoyama. Pendekatan ini memungkinkan baik penggemar lama maupun pemain baru untuk menemukan kembali dan menikmati daya tarik dari seri ini.

Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii rencananya akan dirilis pada 21 Februari untuk PlayStation 5, PlayStation 4, Xbox Series X|S, Xbox One, Windows, dan PC via Steam.

©SEGA

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: InterviewLike a Dragon: Pirate Yakuza in HawaiiPCPS4PS5Ryu Ga Gotoku StudioSEGAWawancaraXbox OneXbox Series
ShareTweetShare
Previous Post

Ganti Publisher, Tower of Fantasy Janjikan Dukungan 10 Tahun

Next Post

Tidak Lagi Dipegang Yostar, Aether Gazer Akan Berganti Publisher Mulai April 2025

Related Posts

Cygames telah meresmikan brand barunya yang diberi nama CygamesEdge serta Where the Winds Fall sebagai game debutnya
Berita

Cygames Resmikan Brand Baru Bernama CygamesEdge dan Game Pertama Timnya

September 4, 2026
Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Katanya karena hardware makin naik.
Android

Xbox Cloud Gaming Bakal Dibatasi Maksimal 15 Jam per Bulan

September 4, 2026
Sony ikut meramaikan hype GTA lewat hardware baru yang diperlihatkan dalam rangkaian State of Play berupa DualSense.
Berita

Sony Umumkan DualSense Edisi GTA 6 Seharga 1,5 Juta Rupiah

September 4, 2026
Pearl Abyss resmi ngumumin Charting the Unknown, DLC cerita pertama buat Crimson Desert yang ternyata nggak perlu ditunggu lama.
Berita

Crimson Desert Dapatkan DLC Eksplorasi Bawah Laut dan Naval Combat

September 4, 2026
Wawancara Final Fantasy Resonance – Pentingnya Membangkitkan Pesona Klasik yang Dirindukan Fans!
Konsol

Wawancara Final Fantasy Resonance – Pentingnya Membangkitkan Pesona Klasik yang Dirindukan Fans!

September 4, 2026
Konami kemarin malam resmi mengumumkan proyek game original barunya yang dikemas sebagai action adventure berjudul Rhapsody in Scarlet
Berita

Rhapsody in Scarlet Diumumkan, Game Action Adventure Original Terbaru dari Konami

September 4, 2026
Next Post
Mulai bulan April mendatang Aether Gazer akan dipegang sepenuhnya oleh Yongshi yang menggantikan peran Yostar sebagai sang publisher

Tidak Lagi Dipegang Yostar, Aether Gazer Akan Berganti Publisher Mulai April 2025

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Blizzard kini sudah memulai fase soft launch untuk game mobile Overwatch Rush di beberapa wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia

Overwatch Rush Sudah Memasuki Fase Soft Launch di Indonesia

by Fadhil
September 4, 2026
0

Blizzard kini sudah memulai fase soft launch untuk game mobile Overwatch Rush di beberapa wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Katanya karena hardware makin naik.

Xbox Cloud Gaming Bakal Dibatasi Maksimal 15 Jam per Bulan

by Taufik
September 4, 2026
0

Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Mulai November, setiap paket Game Pass cuma...

Tanpa diduga, Studiobside telah mengumumkan lanjutan CounterSide yang EOS minggu lalu lewat game baru berjudul COUNTERSIDE:A [ANTEXILIAN]

CounterSide Umumkan Game Barunya yang Diberi Judul COUNTERSIDE:A [ANTEXILIAN]

by Fadhil
September 2, 2026
0

Tanpa diduga, Studiobside telah mengumumkan lanjutan CounterSide yang EOS minggu lalu lewat game baru berjudul COUNTERSIDE:A .

Akses pra-registrasi untuk BLEACH Mirrors High kini sudah tersedia via platform Google Play dan App Store

Pra-Registrasi BLEACH Mirrors High Sudah Dibuka yang Janjikan Banyak Reward Menarik!

by Fadhil
September 2, 2026
0

Akses pra-registrasi untuk BLEACH Mirrors High kini sudah tersedia via platform Google Play dan App Store.

Baru sebulan sejak rilis, Suikoden STAR LEAP sudah siap mendapatkan update besar yang langsung dipuji pemain Jepang.

Baru Sebulan Rilis, Update Besar Suikoden STAR LEAP Dipuji Pemain Jepang

by Taufik
September 2, 2026
0

Baru sebulan sejak rilis, Suikoden STAR LEAP sudah siap mendapatkan update besar yang langsung dipuji pemain Jepang. Game free-to-play yang...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd