gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

[EKSKLUSIF] Wawancara dengan Elicia Lee – Keinginan Indie Wavemakers Jadi Tempat Developer Indie Berkembang, Bukan Cuma Cari Sorotan

Taufik by Taufik
July 17, 2026
in Industri, Wawancara
0
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Elicia Lee mendirikan Indie Wavemakers, sebuah inisiatif yang fokus membantu developer indie.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Elicia Lee mendirikan Indie Wavemakers, sebuah inisiatif yang fokus membantu developer indie.

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Developer game indie jarang benar benar punya panggung yang dibuat khusus untuk mereka. Kebanyakan, mereka hanya mendapat sudut kecil di sebuah event besar sambil berharap ada pengunjung yang berhenti sejenak untuk melihat game mereka. Celah inilah yang selama tiga tahun terakhir coba ditutup oleh Elicia Lee bersama tim Eliphant lewat Indie Wavemakers. Tahun ini, usaha tersebut berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar lewat Indie Wavemakers Exchange, event mandiri pertama mereka. Kami berkesempatan duduk bersama Elicia dalam wawancara eksklusif di sela sela acara untuk membahas bagaimana event ini bisa terwujud, bagaimana respons komunitas, dan ke mana langkah mereka selanjutnya.

Awal Mula Semuanya

Elicia merupakan Co founder sekaligus Managing Director Eliphant Pte Ltd, perusahaan di balik Indie Wavemakers. Ia menjelaskan kalau sejak awal inisiatif ini memang tidak dirancang hanya untuk dunia game, meski semuanya dimulai dari sana.

“Indie Wavemakers adalah inisiatif kami untuk mendukung game indie, dan nantinya bukan hanya game saja. Kami memulainya dari game karena itulah bidang yang paling kami pahami dan sesuai dengan keahlian kami. Namun harapannya, Indie Wavemakers nantinya bisa berkembang untuk mendukung kreator kreator indie dari berbagai industri.”

Inisiatif ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2023 bersama Gamescom Asia yang saat itu menjadi partner event mereka. Sejak saat itu, tim Indie Wavemakers rutin membuat berbagai konten seputar game indie dan para developernya, memberikan eksposur sekaligus materi promosi yang bisa digunakan developer di kanal mereka sendiri. Mereka juga menghadirkan booth Indie Wavemakers di berbagai event regional seperti Gamescom Asia, IGDX, dan Taipei Game Show, tempat mereka melakukan sesi wawancara hingga mencoba langsung game para developer yang ikut pameran.

Memberikan Sorotan untuk Developer

Salah satu fokus utama Indie Wavemakers adalah membuat konten pendek yang ramah media sosial dan bisa dimanfaatkan developer untuk mempromosikan game mereka sendiri. Elicia menjelaskan bagaimana proses tersebut dilakukan di lapangan.

“Tim kami, yang terdiri dari kru film kecil, datang langsung ke berbagai event, bekerja sama dengan penyelenggara untuk memilih daftar game dan developer indie yang tampil di area pameran, lalu menjadwalkan sesi wawancara satu per satu dengan mereka.”

Setelah itu, seluruh hasil wawancara diolah menjadi video pendek yang memperkenalkan developer beserta game mereka. Konten seperti ini mudah dibagikan di media sosial dan membantu studio kecil mendapatkan perhatian yang mungkin sulit mereka raih sendiri.

Jenis Event yang Baru

Indie Wavemakers Exchange menjadi langkah baru bagi tim Eliphant. Jika sebelumnya mereka hanya mendukung event milik pihak lain, kini mereka akhirnya menyelenggarakan acara sendiri. Menurut Elicia, ide tersebut sebenarnya sudah lama ada.

“Kami memang selalu tahu kalau pada akhirnya kami harus membuat event sendiri. Tahun ini akhirnya kami meluncurkan Indie Wavemakers Exchange sebagai event kami sendiri, yang secara khusus berfokus pada B2B dan ditujukan untuk developer game dari berbagai latar belakang.”

Peserta yang hadir pun beragam, mulai dari developer yang sudah merilis game, mereka yang baru memulai, hingga mahasiswa yang sedang mempertimbangkan karier di industri game atau ingin membangun studio sendiri. Menurutnya, tujuan utama acara ini adalah menghadirkan pengalaman nyata lewat para pembicara dan berbagai sesi yang tidak hanya sebatas seminar.

“Bukan cuma sesi talk saja, tapi juga aktivitas yang benar benar memberikan manfaat nyata, tempat peserta bisa mendapatkan masukan yang konkret dan benar benar bisa diterapkan.”

Respons di Luar Ekspektasi

Karena ini adalah event pertama yang diselenggarakan Eliphant dengan nama mereka sendiri, tidak ada jaminan kalau acara tersebut akan ramai. Elicia mengaku timnya datang tanpa benar benar tahu apa yang akan terjadi.

“Kami sebenarnya tidak benar benar yakin apakah ada permintaan untuk acara seperti ini. Event ini benar benar menjadi percobaan untuk melihat apakah industri, khususnya di Singapura, memang membutuhkan acara seperti ini.”

Namun di akhir acara, hasilnya ternyata jauh lebih baik dari yang diperkirakan.

“Jumlah peserta hari ini benar benar sangat bagus. Jauh di atas ekspektasi kami.”

Ia juga mengatakan banyak peserta memberikan tanggapan positif dan berharap acara seperti ini bisa kembali digelar di masa mendatang.

Pitch Clinic dan Portfolio Review Jadi Daya Tarik

Alih alih membuat konferensi besar, tim Eliphant sengaja membuat edisi pertama ini dalam skala kecil. Target mereka hanya sekitar 100 peserta dalam format satu hari, lengkap dengan area showcase kecil dan satu jalur sesi presentasi. Dari seluruh rangkaian acara, ada dua program yang menurut Elicia paling menonjol.

Program pertama adalah pitch clinic, tempat para developer mempresentasikan ide game mereka kepada panel untuk mendapatkan masukan secara langsung. Menurutnya, sesi seperti ini sudah cukup lama jarang ditemukan di kawasan Asia Tenggara, dan ia juga memberikan apresiasi kepada tim Southeast Asia Game Showcase yang ikut membantu menjalankannya.

Program kedua adalah sesi portfolio review yang menghadirkan Al Yang dari Neobards dan Teo Kah Hui selaku Portfolio Director di Keyword Studios. Para peserta membawa atau mengirimkan portofolio mereka untuk kemudian dibahas langsung di lokasi.

“Mereka langsung membahas portofolio peserta saat itu juga, memberikan masukan secara langsung, menunjukkan bagian yang masih bisa ditingkatkan, kesan yang muncul dari portofolio tersebut, dan benar benar berdiskusi mengenai tujuan yang ingin dicapai peserta serta pesan apa yang ingin mereka sampaikan.”

Menurut Elicia, respons terhadap kedua program tersebut sangat positif. Bahkan salah satu panelis pitch clinic mengatakan bahwa sesi tersebut juga memberikan manfaat bagi mereka sebagai penilai. Format seperti ini memungkinkan diskusi yang jauh lebih mendalam dibanding sekadar perkenalan singkat tentang sebuah game.

Tetap Berakar di Singapura

Saat ditanya apakah Indie Wavemakers Exchange akan diperluas ke negara lain, Elicia mengatakan saat ini belum ada rencana pasti.

“Kami berbasis di Singapura, dan sebagai orang Singapura kami ingin mendukung komunitas lokal terlebih dahulu. Untuk saat ini rencananya tetap mengadakan acara ini di sini. Kalau tahun depan kami kembali menggelarnya, sudah pasti akan tetap di Singapura.”

Meski begitu, ia mengatakan timnya tetap terbuka jika suatu saat ada permintaan dari negara lain. Namun untuk sekarang, mereka ingin memastikan format acaranya benar benar matang di Singapura terlebih dahulu. Karena ini adalah penyelenggaraan pertama, mereka juga sedang mengumpulkan berbagai masukan dari peserta untuk menyempurnakan event berikutnya.

Elicia juga menambahkan bahwa menyelenggarakan event di Singapura bukanlah hal yang murah, terlebih saat ini acara tersebut masih berjalan tanpa dukungan pemerintah.

“Kami benar benar percaya kalau industri ini membutuhkan dukungan seperti ini, dan saat ini belum banyak yang melakukannya di Singapura. Kalau ingin industrinya berkembang, harus ada yang berani mengambil langkah lebih dulu.”

Pesan untuk Para Developer

Elicia sendiri bukan berasal dari latar belakang sebagai developer game. Ia lebih banyak berkecimpung di bidang marketing dan event, meski juga merupakan Co founder dari studio indie Battlebrew Productions. Menurutnya, ia memang punya semangat besar untuk mendukung industri game secara keseluruhan.

Saran yang ia berikan kepada para developer berasal dari pengalamannya selama menggelar berbagai event dan berkeliling ke banyak negara di kawasan ini.

“Pahami dengan jelas apa yang ingin kalian lakukan, dan tetaplah berpikiran terbuka karena kesempatan bisa datang dari tempat yang sama sekali tidak kalian duga.”

Ia menambahkan bahwa alasan utama hadirnya Indie Wavemakers Exchange sebenarnya sangat sederhana, yaitu memberikan ruang bagi para developer untuk membangun jaringan, bertemu orang orang baru, dan menciptakan koneksi yang suatu hari nanti bisa membuka peluang baru dalam karier mereka.

“Pahami dengan jelas apa yang ingin kalian lakukan, dan tetaplah berpikiran terbuka karena kesempatan bisa datang dari tempat yang sama sekali tidak kalian duga.”

Ia menambahkan bahwa acara seperti Indie Wavemakers Exchange hadir untuk memberikan kesempatan kepada para developer agar bisa membangun networking, bertemu banyak orang, dan menciptakan koneksi yang berpotensi membuka berbagai peluang di masa depan.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: Elicia LeeIndie Wavemakers 2026InterviewWawancara
ShareTweetShare
Previous Post

Harga Game Monster Hunter Wilds Akan Turun Permanen

Related Posts

Rangkuman wawancara eksklusif kami dengan James Barnard selaku pimpinan Springloaded di ajang Indie Wavemakers Exchange 2026
Wawancara

[EKSKLUSIF] Wawancara dengan James Barnard – Passion Luar Biasa Dalam Kreasikan Game dari Sumber Inspirasi Apapun!

July 17, 2026
Franchise Need for Speed dan Burnout kini resmi masuk masa vakum tanpa batas waktu alias mati karena Criterion fokus ke Battlefield.
Berita

EA Pastikan Need for Speed dan Burnout Mati, Criterion Fokus Penuh ke Battlefield

July 15, 2026
Rangkuman wawancara kami dengan Kento Kinoshita dan Naoto Oyama daro Capcom yang berfokus membahas Dragon's Dogma 2: Dark Arisen
Konsol

[EKSKLUSIF] Wawancara Dragon’s Dogma 2: Dark Arisen – Lebih Dalam Mengenai Region Norgan dan Konten Baru Lainnya!

July 15, 2026
Karyawan Ubisoft Barcelona menggelar aksi mogok kerja selama tiga hari untuk memprotes rencana PHK terhadap 51 pegawai di studio tersebut.
Berita

Karyawan Ubisoft Mogok Kerja, Protes PHK 51 Karyawan Setelah AC Black Flag Resynced Rilis

July 15, 2026
Di ajang Indie Wavemakers, kami berkesempatan ngobrol eksklusif dengan Al Yang, Studio Creative Director di NeoBards Entertainment.
Industri

[EKSKLUSIF] Wawancara dengan Al Yang – Membangun Game di Berbagai Belahan Dunia dan Bantu Developer Besar

July 14, 2026
Jay Armstrong adalah salah satu pendiri Massive Monster, studio di balik Cult of the Lamb, dan kami dapat kesempatan wawancara.
Industri

[EKSKLUSIF] Wawancara dengan Jay Armstrong – Gimana Membangun Fans dan Membantu Developer Lain

July 14, 2026

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

by Fadhil
July 17, 2026
0

Snowbreak masih dirundungi banyak masalah sejak berakhirnya fase maintenance panjang yang membuat banyak fans khawatir soal masa depannya.

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Dapat 3 triliun Rupiah.

NTE Raup Pendapatan Lebih dari 3,3 Triliun Rupiah Hanya dalam Dua Bulan

by Taufik
July 17, 2026
0

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Setelah berhasil membukukan pendapatan...

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi

Langrisser: Sea of Sword Diumumkan Sebagai Game Gacha RPG Baru untuk Franchisenya

by Fadhil
July 16, 2026
0

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi.

Di artikel ini, kamu bakal nemuin panduan tier list Ragnarok The New World paling update dan terbaik untuk menjadi guide kamu.

Ragnarok The New World Tier List – Pilih Class Terbaik

by Taufik
July 16, 2026
0

Lagi cari tier list Ragnarok The New World terbaru buat tahu class paling kuat dan meta saat ini? Di artikel...

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver Lounge resmi.

Arknights Endfield Minta Maaf ke Pemain Korea Karena Animasi Gestur “Cubit”

by Taufik
July 16, 2026
0

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver resmi. Permintaan maaf ini muncul setelah...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd