Dragon’s Dogma 2 akhirnya hadir sebagai sekuel yang sudah lama dinantikan para fans. Game ini tetap mempertahankan dunia dan sistem pertarungan yang sudah menjadi ciri khas seri ini selama bertahun-tahun. Sejak dirilis, tim pengembang juga terus menghadirkan berbagai update berdasarkan masukan dari para pemain, sambil mengerjakan sebuah expansion besar untuk game ini yang diberi nama Dark Arisen.
Untuk mengetahui lebih jauh bagaimana Dark Arisen dikembangkan, kami berkesempatan berbincang dengan orang-orang yang memimpin proyek ini. Director Kento Kinoshita yang sebelumnya juga menyutradarai Dragon’s Dogma: Dark Arisen versi original, kembali memimpin expansion terbaru ini. Hal itu membuatnya punya hubungan langsung dengan nuansa dan tingkat kesulitan yang masih diingat para pemain dari expansion sebelumnya.
Turut bergabung dalam wawancara ini adalah produser Naoto Oyama, yang memimpin pengembangan Dragon’s Dogma 2 secara keseluruhan, termasuk memastikan berbagai masukan dari pemain benar-benar diterapkan ke dalam game. Dalam wawancara ini, keduanya membahas alasan di balik penggunaan nama Dark Arisen, wilayah baru yang akan hadir, serta apa saja yang bisa diharapkan pemain dari expansion ini.

Kenapa Kembali Menggunakan Nama Dark Arisen?
Salah satu hal pertama yang langsung disadari para fans adalah nama expansionnya. Mengingat Dark Arisen sudah punya makna tersendiri bagi mereka yang memainkan game sebelumnya, kami pun bertanya kenapa tim memutuskan menggunakan nama tersebut lagi, alih-alih membuat judul yang benar-benar baru.
Menurut Kinoshita, nama itu sebenarnya bukan sesuatu yang sudah diputuskan sejak awal pengembangan.
“Proyek ini tidak dikembangkan dengan nama Dark Arisen sejak awal, Justru saat kami mengeksplorasi seperti apa expansion yang paling cocok untuk Dragon’s Dogma 2, kami merasa nama Dark Arisen adalah pilihan yang paling pas. Karena itulah nama tersebut akhirnya dipilih sebagai judul expansion ini.”

Oyama menambahkan kalau nama itu terasa semakin cocok setelah isi expansionnya mulai terbentuk.
“Kami merasa nama tersebut sangat selaras dengan cerita yang diangkat, sekaligus elemen gameplay Relic Expedition Cycle yang berfokus pada loot dan mengingatkan pada Dark Arisen versi original. Selain itu, nama ini juga bisa menyampaikan berbagai hal baru yang kami tambahkan kepada para pemain dengan cara yang jelas sekaligus terasa familiar.”
Konten Baru dan Fokus Pengembangan
Sejak dirilis, Dragon’s Dogma 2 sudah menerima beberapa update gratis yang berfokus pada peningkatan kualitas bermain (quality-of-life update), termasuk penambahan enam Weapon Skill baru yang bisa dipasang oleh pemain. Dengan Dark Arisen yang kini hadir sebagai DLC berbayar, kami pun bertanya bagaimana tim menentukan masukan dari pemain mana yang dijadikan update gratis, dan mana yang masuk ke dalam expansion.
Oyama menjelaskan kalau keputusan tersebut didasarkan pada satu prinsip yang sederhana.
“Pendekatan kami didasarkan pada satu prinsip sederhana: peningkatan dan penyesuaian untuk konten yang sudah kami rilis akan diberikan secara gratis. Sementara itu, konten baru yang belum pernah dimainkan pemain akan kami hadirkan sebagai konten berbayar.”
Kinoshita kemudian menjelaskan apa yang menjadi inti dari pengalaman bermain di Dark Arisen.
“Pengalaman utama yang ditawarkan Dark Arisen adalah menghadirkan gameplay Relic Expedition Cycle yang berfokus pada loot ke dalam dunia open-world. Selain pengalaman utama tersebut, kami juga berharap para pemain menantikan cerita baru yang sepenuhnya orisinal dan berlangsung di wilayah baru bernama Norgan.”

Sejak pertama kali dirilis, performa Dragon’s Dogma 2 memang menjadi salah satu topik yang paling sering dibicarakan pemain, terutama di konsol. Karena itu, kami juga bertanya soal peningkatan teknis yang dikerjakan bersamaan dengan pengembangan expansion ini.
Kinoshita mengonfirmasi kalau peningkatan performa di konsol menjadi salah satu fokus utama tim.
“Khusus PlayStation 5 dan Xbox Series X, game ini sedang dioptimalkan agar bisa berjalan di 60 FPS saat menggunakan Performance Mode.”
Sementara itu, untuk versi PC, Oyama mengatakan informasi lebih lengkap akan diumumkan di lain waktu.
“Karena spesifikasi hardware PC sangat beragam, kami akan membagikan informasi lebih lanjut mengenai versi PC, termasuk kemungkinan perubahan pada spesifikasi sistem, di kemudian hari.”
Norgan – Region Baru di Bagian Utara Vernworth
Expansion ini memperkenalkan Norgan, sebuah wilayah bersalju yang menawarkan suasana yang sangat berbeda dibandingkan area di game utama. Kami pun bertanya kenapa tim memilih lokasi tersebut, dan bagaimana wilayah ini terhubung dengan cerita yang sudah dikenal para pemain. Kinoshita mengatakan kalau tujuan utamanya adalah menghadirkan pengalaman bermain yang terasa benar-benar berbeda dari game dasarnya.
“Alasan terbesar kami memilih wilayah paling utara, yaitu Norgan, sebagai latar expansion ini adalah untuk menciptakan pengalaman bermain yang terasa benar-benar berbeda dari game utama. Kami mendengar banyak pemain yang ingin menghabiskan lebih banyak waktu menjelajahi dunia Dragon’s Dogma 2 dan bertarung di dalamnya. Dari masukan itu, kami merasa banyak pemain juga ingin menjelajahi wilayah baru yang masih berada di dunia yang sama.”

Ia juga mengungkapkan dari mana ide Norgan pertama kali muncul.
“Kalau melihat ke arah utara dari Vernworth di game utama, kalian bisa melihat pegunungan bersalju di kejauhan. Dari situlah muncul ide, ‘Bukankah akan seru kalau pemain benar-benar bisa pergi melewati pegunungan itu?’ Konsep itulah yang akhirnya melahirkan Norgan.”
Kinoshita kemudian menjelaskan bagaimana expansion ini terhubung dengan cerita utama. Menurutnya, yang dimaksud dengan main story adalah kampanye utama Dragon’s Dogma 2, sementara tantangan endgame yang berdiri sendiri mengacu pada dua belas dungeon yang dikenal sebagai Lost Rites. Di salah satu titik dalam cerita utama yang kemungkinan besar akan dicapai oleh sebagian besar pemain, mereka akan mendapatkan sebuah quest yang membuka akses menuju konten Dark Arisen.
Dia juga menambahkan kalau pemain punya kebebasan untuk menentukan kapan ingin mulai memainkan expansion ini.
“Baik quest yang membawa pemain ke Norgan maupun quest yang berkaitan dengan dua belas dungeon tersebut memiliki level yang direkomendasikan. Tapi, pemain bebas mencoba tantangan Dark Arisen kapan saja selama mereka menjalani cerita utama. Di sisi lain, kalau pemain ingin langsung menjelajahi Norgan dengan level yang jauh di bawah rekomendasi, mereka juga bebas melakukannya. Kami ingin memberikan keleluasaan kepada pemain untuk menentukan sendiri bagaimana mereka menyeimbangkan progres antara kampanye utama dan konten Dark Arisen, sesuai dengan gaya bermain masing-masing.”

Dengan berbagai informasi yang sudah dibagikan ini, para pemain kini punya gambaran yang lebih jelas mengenai apa yang ingin dihadirkan oleh Dark Arisen. Mulai dari alasan di balik kembalinya nama Dark Arisen, hadirnya wilayah baru Norgan, hingga upaya tim dalam meningkatkan performa game di berbagai platform, expansion ini tampaknya dirancang untuk memperluas pengalaman bermain Dragon’s Dogma 2 sambil tetap mempertahankan identitas yang sudah dikenal para fansnya.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id













Discussion about this post