Kalau kamu sering dengar kabar soal game mobile Jepang yang makin canggih dan ambisius, ternyata ada harga mahal di baliknya. Menurut laporan terbaru dari Japan Online Game Association (JOGA) yang dirilis tahun 2024, biaya pengembangan game mobile di Jepang sekarang naik drastis—bahkan 4,7 kali lipat dibandingkan 10 tahun lalu.
Data ini diambil dari survei yang dilakukan JOGA terhadap developer dan pemain game mobile di Jepang. Rata-rata, budget pengembangan game mobile di tahun 2024 mencapai 492 juta yen atau sekitar 3,3 juta USD (sekitar 53 miliar rupiah). Nggak cuma itu, biaya promosi dan iklan per tahun juga melonjak 4 kali lipat, dengan rata-rata mencapai 1,35 miliar yen (sekitar 146 miliar rupiah) per perusahaan. Jadi wajar kalau sekarang kita sering lihat campaign iklan besar-besaran di media sosial dan billboard buat game-game Jepang.

Laporan ini juga mengungkap fakta menarik soal penggunaan AI di dunia pengembangan game. Sekitar 59% developer di Jepang sudah pakai ChatGPT, lalu 53% juga memanfaatkan GitHub Copilot dan Whisper. Bahkan Adobe Firefly dipakai oleh 43% developer. Banyak studio berharap AI bisa membantu di bidang seperti perencanaan konten, analisis preferensi pemain, sampai prediksi perilaku user. Jadi, AI di sini bukan cuma dipakai buat bikin artwork keren, tapi juga buat strategi bisnis.

Tapi nggak semua pemain merasa positif dengan tren ini. Dari sisi gamer, 26,5% menyatakan khawatir kalau penggunaan AI bisa bikin game jadi rawan pelanggaran hak cipta. Selain itu, 26,4% pemain juga takut pasar game jadi “terlalu banyak game yang kelihatan sama semua” karena AI mungkin menghasilkan ide-ide yang kurang orisinal. Kekhawatiran soal repetitifnya konten ini jelas jadi catatan penting buat para developer ke depan.
Dengan semua data ini, kelihatan jelas kalau industri game mobile Jepang memang makin kompetitif, tapi juga penuh tantangan. Teknologi kayak AI mungkin bisa jadi senjata utama, tapi kalau nggak hati-hati, malah bisa jadi bumerang. Gamer pun sekarang makin kritis, bukan cuma soal gameplay, tapi juga cara game itu dibuat.
Sumber: Famitsu
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post