Meski sempat dihantam skandal loot box yang bikin reputasinya jatuh di tahun 2021, MMORPG legendaris MapleStory sekarang justru lagi nikmatin “masa kejayaan kedua” di Korea Selatan. Game 2D side-scrolling dari Wiznet dan Nexon ini kembali ramai dimainkan, bahkan sukses ngegeser posisi game-game online lain di PC café sana.
Buat yang belum tahu, skandal besar MapleStory dulu terjadi gara-gara praktik loot box yang dinilai menipu pemain. Dari 2010 sampai 2021, Nexon ketahuan nurunin drop rate item rare di loot box (Cubes) tanpa kasih info apapun ke pemain. Bahkan ada beberapa drop rate yang dipotong sampai nyaris nol.
Imbasnya? Di 2024, Nexon kena denda 11,6 miliar won (sekitar 8,9 juta USD) dan harus bayar kompensasi 21,9 miliar won (257 Miliar Rupiah) ke sekitar 800 ribu pemain yang dirugikan. Gila banget, kan? Nggak heran kalau setelah itu pemain mulai ilfeel dan nyebut MapleStory sebagai “game penipuan”. Player count dan pendapatan anjlok parah di Korea.

Tapi ajaibnya, di 2025 ini mereka berhasil bangkit lagi. Di PC café Korea, MapleStory sekarang berhasil nyikat 25% total playtime, cuma kalah tipis dari League of Legends! Ini bahkan jadi rekor baru selama 22 tahun sejarah MapleStory. Ini menurut data yang dibagikan oleh KGNews dan Kultur Japan.

Kunci kebangkitan ini ada di dua hal: streamer dan update yang relevan. Sejak 2023, direktur baru versi Korea, Chang-seop Kim, mulai beresin masalah yang udah lama dikeluhkan pemain. Mulai dari QOL (Quality of Life) update sampai berani ngehapus Cubes yang kontroversial itu. Nexon juga rajin bikin livestream bulanan untuk ngobrol langsung sama komunitas dan nerima feedback biar pemain nggak lagi ngerasa “ditinggalin”.
Kalau lihat tren ini, MapleStory kayaknya nggak bakal hilang dari radar gamer Korea dalam waktu dekat. Dari game yang sempat diboikot jadi primadona lagi—cerita kebangkitan ini benar-benar kayak “plot twist” MMORPG klasik yang nggak banyak orang duga.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post