Pencipta game indie sukses Peak secara terbuka menyatakan mereka lebih memilih pemain membajak game tersebut daripada mendukung tiruan murah berbasis Roblox yang jadi sarang mikrotransaksi. Cliff, game clone di Roblox yang sangat meniru Peak, menuai kritik luas lantaran model monetisasinya dinilai eksploitasi.

Peak yang viral sejak rilis Juni 2025 langsung masuk daftar top Steam. Kesuksesan ini memicu kemunculan Cliff di Roblox, tiruan yang menyalin visual dan mekanika inti Peak, bahkan dimonetisasi lewat penjualan item seperti alat panjat dan hewan pendamping dengan Robux.
Cliff meniru berbagai elemen Peak, mulai dari area hub hingga stamina dan visi first-person saat panjat tebing. Walaupun PewStudio, developer Cliff, mengakui inspirasi dari Peak, implementasinya dinilai terlalu mirip tanpa inovasi tambahan, sehingga kehilangan nilai orisinalitas.
Tim Peak, melalui akun media sosial, menegaskan bahwa mereka “lebih memilih Anda membajak game kami daripada memainkan tiruan penuh mikrotransaksi di Roblox”.
tbh would rather you pirate our game than play this microtransaction-riddled @Roblox slop ripoff pic.twitter.com/ulRShLLGz2
— AGGRO CRAB 💥 (@AggroCrabGames) August 4, 2025
Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kreator indie dalam menjaga integritas karya mereka saat game menjadi viral. Justru mendukung tiruan komersial semacam ini sama buruknya dengan tidak mendukung sama sekali dan membajak game asli mungkin lebih etis daripada membiarkan pemain mendukung ripoff eksploitatif uang.
Info game PEAK bisa diakses DI SINI.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id













Discussion about this post