Belakangan ini para gamer sempat dibuat deg-degan setelah analis dari Wedbush Securities, Michael Pachter, bilang kalau GTA 6 mungkin bakal dibanderol seharga $100 atau 1,6 Jutaan Rupiah saat rilis nanti. Prediksi ini langsung bikin heboh, apalagi kalau benar terjadi, ini bakal jadi pertama kalinya ada game versi standar dengan harga setinggi itu. Tapi tenang dulu, karena analis lain dari Alinea Analytics, Rhys Elliott, punya pendapat yang jauh lebih masuk akal dan bikin lega banyak orang.
Menurut Elliott, ada tiga alasan utama kenapa menjual GTA 6 dengan harga dasar $100 atau 1,6 Jutaan Rupiah itu ide yang buruk. Pertama, sumber pemasukan terbesar Rockstar sebenarnya bukan dari game utamanya, tapi dari GTA Online yang terus menghasilkan uang lewat pembelian item dan mikrotransaksi. Jadi, kalau mereka bikin harga awal GTA 6 terlalu tinggi, potensi jumlah pemain di awal rilis bakal turun dan itu malah merugikan jangka panjang. Apalagi, kondisi ekonomi global juga lagi nggak ideal.
Kedua, Rockstar butuh menarik pemain dari GTA V ke GTA 6. Kalau harga GTA 6 terlalu mahal, proses transisi ini bisa jadi hambatan besar. GTA V udah punya komunitas yang sangat stabil dan loyal, jadi bikin pemain pindah ke game baru itu butuh strategi yang halus. Ingat, sekarang Rockstar nggak cuma bersaing sama game lain, tapi juga bersaing sama Netflix, TikTok, bahkan game mereka sendiri. Di dunia di mana atensi jadi rebutan, keputusan pricing bisa jadi penentu.
Ketiga, Rockstar bisa tetap jual versi mahal GTA 6 lewat edisi spesial atau deluxe yang dikasih bonus, seperti akses awal seminggu atau Shark Card di GTA Online. Ini udah jadi strategi umum di banyak game AAA—pemain yang punya budget lebih bisa pilih versi mahal, sementara yang lain tetap bisa nikmatin game utamanya tanpa harus keluar duit ekstra. Jadi mereka bisa tetap dapet pemasukan tambahan tanpa bikin heboh atau dituduh serakah.
Dengan reputasi GTA sebagai salah satu franchise hiburan paling laris sepanjang masa—GTA V aja udah terjual 215 juta copy—Rockstar memang punya posisi kuat buat pasang harga tinggi. Tapi justru karena mereka tahu gimana caranya memaksimalkan keuntungan tanpa ngerusak kepercayaan pemain, kemungkinan besar mereka akan tetap pasang harga $80 atau 1,3 Jutaan Rupiah untuk versi standar, bukan $100. Ini bukan soal bisa atau nggaknya pasar nerima harga segitu, tapi lebih ke strategi bisnis jangka panjang.
GTA 6 sendiri dijadwalkan rilis pada 26 Mei 2026 untuk PlayStation 5 dan Xbox Series. Versi PC-nya udah pasti bakal nyusul, tapi kemungkinan besar rilisnya agak belakangan, seperti yang biasa Rockstar lakukan. Jadi buat sekarang, gamer bisa sedikit bernapas lega—kayaknya dompet kita nggak bakal langsung jebol $100 di hari pertama rilis.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post