Persaingan FPS terbesar tahun ini semakin panas, Battlefield 6 berusaha merebut kembali kejayaan genre dengan pendekatan realistis dan destruktif, sementara Call of Duty: Black Ops 7 masih dianggap terlalu besar untuk gagal. Meskipun Activision yakin franchisenya aman, dinamika pasar bisa berubah lewat perilisan Battlefield 6 mendatang.

Menurut sumber Insider Gaming, pimpinan Activision tidak terlalu khawatir Battlefield 6 mampu melampaui Call of Duty, menyatakan franchise ikonik mereka “too big to fail.” Mereka bahkan sudah menjadwalkan rilis CoD secara tahunan hingga setidaknya beberapa tahun ke depan.
Sementara itu, Battlefield 6 dirancang sebagai gebrakan balik bagi EA dengan gaya ala Bad Company 2 dan Battlefield 3, menghindari tren skin flashy dan crossover absurd seperti seri CoD. Elemen seperti lingkungan yang bisa dihancurkan dan nuansa realistis menjadi nilai jual utama untuk menarik fans FPS.

Menjelang perilisan resmi 10 Oktober 2025, Battlefield 6 menunjukkan momentum kuat. Open beta mencatat lebih dari 40.000 pemain aktif sehari sebelum mulai, dan puncak penonton di Twitch mencapai hampir 850.000 melebihi semua seri Call of Duty kecuali Warzone.
Call of Duty dan Battlefield hadir dengan pendekatan FPS yang kontras, CoD fokus pada gameplay cepat dan sinematik, sementara Battlefield fokus ke skala besar dengan strategi tim dan visual realistis. Meski CoD masih mendominasi, antusiasme terhadap Battlefield 6 menunjukkan bahwa pasar tetap terbuka bagi alternatif berkualitas, apalagi jika EA mampu menyempurnakan peluncurannya.
Battlefield 6 akan rilis di PC visa Steam, Epic Games, dan EA App, serta Playstation dan Xbox. Kalian bisa akses infonya DI SINI.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post